Baca Juga

KUBU RAYA - Satu orang korban penganiayaan Painem
tengah mendapat penganan di ruang ICU RSUD dr Soedarso Pontianak, Senin
(8/8/2016). Korban mengalami 4 luka serius di bagian bahu kiri, muka
sampai hidung bagian kiri, lengan kiri dan tiga jari kirinya putus.
Luka korban diakibatkan penganiayaan seseorang yang tak lain adalah
suaminya Rianto (36) di rumahnya Desa Sungai Radak 1, Kecamatan
Terentang Minggu (7/8/2016) sekitar pukul 20.30 wib. Pelaku tidak hanya menganiaya istrinya, tapi juga anaknya Riani (7
bulan). Dengan sebilah parang pelaku membabat bagian belakang anaknya
hingga meningga dunia, begitu juga dengan istrinya yang hingga saat ini
dalam kondisi kritis di ruang ICU RSUD dr Soedarso. "Tadi ini datangnya sekita pukul 10.00 wib. Langsung ditangani di
IGD. Kesini hanya perawatan," kata seorang petugas ruang ICU Eni.
Selama berada di ruang ICU korban tidak ditemani oleh anggota
keluarga. Kondisi korban juga mengalami tunawicara. Sehingga tatkala
dicoba berinteraksi hanya menggerakkan wajah dan matanya. "Pasien bisu keluarganya juga tidak ada. Tadi saat baru datang ada
tapi sudah pulang. Tapi kalau diajak bicara nyambung, paling ngangguk,"
kata petugas ruang ICU. Sementara pihak kepolisian saat ini tengah mengejar
tersangka. Usai melancarkan aksinya tersangka melarikan diri ke arah
hutan dekat rumahnya. "Dari kejadian ini kita telah melakukan langkah-langkah dari menerima
laporan, olah TKP. Riksa saksi-saksi dan mengerjar pelaku yang
kedapatan melarikan diri," kata Kapolres Mempawah AKBP Dedi Agustono
melalui Kasat Reskrim Mempawah AKP Prayitno. Menurut kasat upaya pengajaran masih terus dilakukan tim kepolisi, Polres Mempawah dan Polsek Terentang. Korban juga dilakukan visum. "Ini sebagai tahap awal. Kami masih berupaya mengejar pelaku terlebih dahulu," pungkasnya.
Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2016/08/08/ngeri-seorang-ayah-tega-bacok-bayinya-yang-masih-tujuh-bulan-hingga-tewas
loading...
Wanita Tunawicara yang Dibacok Suaminya ini Alami Empat Luka Berat
4/
5
Oleh
pengertians