Baca Juga
PONTIANAK - Pemkot Pontianak berusaha mencegah penularan Human Immunodeficiency Virus Infection and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Satu di antaranya dengan program Layanan Alat Suntik Steril (LASS) kepada pada Pengguna Narkoba Jarum Suntik (Penasun).
Sejak Januari hingga Juli 2016, sudah diberikan 10. 535 jarum suntik gratis. Artinya jika dirata- ratakan, setiap bulan ada 1.505 jarum suntik yang diberikan kepada penasun. Mengacu pada data yang dihimpun Harian Tribun Pontianak, jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu, yang rata-rata per bulannya, 863 jarum suntik. Program ini mulai berjalan sejak 2013 di Puskesmas Kampung Dalam, Jl Tanjung Raya 1, Pontianak Timur, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 443/Ia/D.kes/P3 yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Pontianak tertanggal 2 Januari 2013.
SK ini tentang pembentukan Tim Klinik LAAS di Puskesmas Kampung Dalam. Koordinator LASS Unit Pelayanan Kecil (UPK) Puskesmas Kampung Dalam, Yulida, mengatakan data akumulatif penasun yang terdata di Puskesmas dari 2013 hingga Juli 2016 berjumlah 136 orang. "Sejak program berjalan 2013, sebanyak 23 penasun meninggal dunia, dua menggunakan metadon, dan dua orang lagi positif HIV," kata Yulida, dilansir dari Tribun Pontianak, Sabtu (20/8/2016).
Ia mengatakan dua penasun yang positif HIV itu diketahui berdasarkan pemeriksaan Voluntary Counselling and Testing (VCT) untuk pemeriksaan HIV kepada penasun. Penasun pertama yang meninggal adalah laki-laki lajang. Saat itu tes rutin tiga bulanan secara mobile, Februari 2016. Satunya lagi, laki-laki beristri dan mempunyai anak. Ia diketahui memeriksakan VCT ke Puskesmas karena merasa tidak enak badan, Maret 2016.
"Mereka dirujuk ke Rumah Sakit Soedarso untuk mendapatkan terapi lebih lanjut. Cuman belum tahu apakah mereka ke RS Soedarso atau tidak. Sudah tidak ada kabar," ucap Yuli. Upaya pencegahan penularan HIV/AIDS tak hanya dilakukan dengan memberikan jarum suntik gratis. Namun juga kondom. Yuli yang ditunjuk sebagai Koordinator LASS sejak April 2015 mengungkapkan, sepanjang 2015, Puskesmas telah mengeluarkan 10.365 jarum suntik dan 948 kondom.
Sementara sepanjang 2016 hingga Juli, telah dikeluarkan 10.535 jarum suntik dan 1.814 kondom. Sepanjang 2015, Bulan Februari menjadi yang tertinggi dikeluarkannya jarum suntik dengan jumlah 4.070. Sementara Mei dan September menjadi yang terendah dengan jumlah masing-masing 200 jarum suntik. Untuk kondom, sepanjang 2015, Desember menjadi yang tertinggi dengan jumlah 300. Sementara April, Mei, Juni menjadi yang terendah dengan jumlah kondom masing-masing nol.
Pada 2016, Maret menjadi yang tertinggi dikeluarkannya jarum suntik dengan jumlah 1.900 dan April menjadi terendah dengan jumlah 1.030. Sedangkan Mei menjadi tertinggi dikeluarkanya kondom dengan jumlah 448 dan April menjadi terendah dengan jumlah nol.
Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2016/08/20/cegah-hivaids-pemkot-habiskan-1700-jarum-suntik-per-bulan
loading...
Cegah HIV/AIDS, Pemkot Habiskan 1.500 Jarum Suntik Per Bulan
4/
5
Oleh
pengertians