Minggu, 02 April 2017

Pria Buta Ini Pasang Kamera di Anjing Pemandunya, Hasilnya Sungguh Mengejutkan!

Pria Buta Ini Pasang Kamera di Anjing Pemandunya, Hasilnya Sungguh Mengejutkan!

Baca Juga

Amit Patel tidak dapat melihat diskriminasi yang ia hadapi, namun anjing pemandunya dapat menolongnya untuk memberikan mata untuknya.
Sebagai mantan dokter darurat, yang kehilangan penglihatannya lima tahun lalu karena keratocous, ia memasang kamera GoPro di anjingnya Kika untuk merekam perlakuan kejam yang dialaminya sehari-hari untuk bisa berjalan di London.
Traveler direkam tidak mau memberikan tempat duduk untuknya dan Kika dan dipaksa untuk berdiri di gerbong kereta.
Karyawan juga terlihat melihatnya tapi mengabaikan permintaan bantuannya, dan bahkan orang-orang terekam memukulnya dengan payung dan tas.
Setiap hari ia mengunggah rekaman tersebut ke komputernya dan istrinya Seema membantunya untuk memberikan review.
Seringkali ia menyadari sesuatu yang Amit tidak tahu saat itu, seperti seorang perempuan yang meletakkan tas di kursi kosong bukannya membiarkan Amit duduk disitu.
Melansir dari Metro.co.uk, inilah kisah diskriminasi yang dilakukan orang-orang terhadap Amit Patel.
* Orang-orang menabrak Amit di stasiun
Kika adalah anjing pemandu, ia dilatih untuk membawa pemiliknya untuk menaiki eskalator, namun, ia bisa sangat marah ketika orang lain menabraknya atau memukulnya.
"Semuanya dimulai ketika orang-orang mendorongku (di eskalator)," ucapnya. "Mereka memiliki banyak tempat untuk melewatiku, namun mereka menganggap hal ini adalah menyenangkan untuk menabrak orang buta.
"Kika akan selalu duduk di sisi kiriku jadi terkadang ia menutupi jalan di eskalator, dan orang-orang terkadang memukulnya dengan tas dan payung untuk membuatnya pergi dari jalan.
"Hal terburuk adalah komentar negatif dari mereka. Orang sangat kasar dan arogan dan berasumsi bahwa mereka bisa melakukan apa yang mereka mau."
Amit Patel dan Kika di eskalator stasiun/SWNS
Amit Patel dan Kika di eskalator stasiun/SWNS
Amit bahkan mendeskripsikan bahwa ia sering diminta untuk meminta maaf karena menahan orang di eskalator.
"Seorang perempuan bahkan berkata kepadaku aku harus meminta maaf kepada orang yang ditahannya. Aku bertanya kepadanya jika aku harus meminta maaf karena buta dan ia menjawa 'ya.'"
Ia menambahkan bahwa Kika sering merasa takut ketika orang memukulnya di eskalator dan begitu juga Amit.
"Ini sangat membuat Kika takut. Aku merasa ia sangat marah dan ketika aku marah ia juga bisa merasakannya dan ia tidak mau memakai eskalator selama beberapa hari."
Para penumpang yang tak memberikan kursinya untuk Amit dan Kika
Amit sering melakukan perjalanan setiap hari dari kereta Tenggara ke London Bridge dan kemudian ke London Underground.
Saat melakukan perjalanan, orang sering tidak menghiraukannya dan tidak memberikan tempat duduk.
Seorang perempuan bahkan menaruh tas belanjanya di kursi kosong di sebelahnya dan tidak menghiraukannya.
"Orang-orang tidak peduli," ucap Amit. "Mereka mengasumsikan bahwa aku akan memakan seluruh gerbong.
"Terkadang aku naik kereta dengan anak empat bulanku dan aku mengatakan dengan kencang, 'Kika, temukan aku tempat duduk,' orang-orang tidak bergeming.
"Saat istriku melihat rekamannya, seorang perempuan sedang duduk di kursi dan memiliki tas belanja disampingnya.
"Terkadang cara satu-satunya adalah dengan menggaruk belakang telinga Kika sehingga ia akan menggoyangkan kepalanya. Tidak ada yang suka dengan anjing yang basah.'
Amir meletakkan kamera GoPro di punggung Kika/SWNS
Amir meletakkan kamera GoPro di punggung Kika/SWNS
Ia merekam apa yang tak bisa dilihat oleh Amit/SWNS
Ia merekam apa yang tak bisa dilihat oleh Amit/SWNS
Dihindari oleh karyawan stasiun dan pengemudi taksi
AMit memiliki rute spesifik yang biasanya ia ambil, namun ia mengatakan bahwa jika ia berada di tempat yang tidak biasa karena jalur biasanya ditutup, ia sering tidak dihiraukan oleh para karyawan stasiun.
Dalam sebuah rekaman yang diambil Kika, ia harus menunggu lima menit untuk mendapatkan bantuan padahal mereka sudah melihatnya.
Akhirnya ia harus berteriak untuk mendapatkan bantuan.
Para karyawan tersebut mengklaim tidak melihat Amit dan Kika, namun rekaman menunjukkan bahwa mereka sebenarnya melihatnya.
Amit juga merekam taksi yang menolak untuk berhenti dan orang yang mendistraksi Kika dengan menyentuhnya.
"Ada pengemudi taksi yang melihatmu tapi tidak berhenti, terkadang karyawan stasiun juga berlagak tidak melihatku padahal mereka jelas melihatku," ucapnya.
"Orang-orang bahkan berjalan ke arahku dan kemudian berbelok tepat dihadapanku.
"Mereka juga terkadang menyentuh Kika dan mendistraksinya saat ia jalan."
Amit Patel dengan Kika/SWNS
Amit Patel dengan Kika/SWNS
"Seorang bocah penakut"
Amit pernah diselamatkan Kika saat mobil berjalan melewati lampu merah di persimpangan di Lewisham.
"Ia melihat mobil tersebut dan ia berada di depanku dan rela ditabrak," ungkapnya.
Mobil tersebut menyerempetnya, tiga hari sebelum akhirnya ia bisa bekerja lagi.
Amit sekarang menjadi relawan di RNIB, Aksi untuk Orang Buta, dan Anjing Pemandu untuk yang Buta untuk membantu melatih anjing pemandu baru.
Namun begitu, tidak dihiraukan, ditabrak dan didiskriminasi membuatnya sangat takut.
"Kehilangan penglihatan sangatlah sepi," ucap Amit. "Jika aku melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum, aku merasa seperti bocah penakut yang duduk di pojok."

Sumber:
http://style.tribunnews.com/2017/01/06/pria-buta-ini-pasang-kamera-di-anjing-pemandunya-hasilnya-sungguh-mengejutkan?page=all
BACA JUGA :
loading...

Related Posts

Pria Buta Ini Pasang Kamera di Anjing Pemandunya, Hasilnya Sungguh Mengejutkan!
4/ 5
Oleh