Jumat, 30 September 2016

Perkosaan, Pengasuh Pencabut Nyawa hingga Mahasiswa Habisi Pacar yang Hamil 8 Bulan

Perkosaan, Pengasuh Pencabut Nyawa hingga Mahasiswa Habisi Pacar yang Hamil 8 Bulan

Baca Juga

Sepanjang September 2016 ini, publik Kalbar dikejutkan berbagai kasus yang membuat kita miris.
Ada sejumlah kecelakaan saat berkendara yang menelan korban jiwa, luka berat dan luka ringan.
Ada pula kejahatan konvensional di sejumlah daerah termasuk Kota Pontianak, sebagai peringatan agar kita tetap meningkatkan kewaspadaan.
Kemudian keteledoran orangtua, yang mengakibatkan anak tak berdosa menjadi korban.
Bayi 9 bulan tersiram air panas, dan anak kehilangan nyawa akibat tenggelam.
Pencabulan dan kasus perkosaan serta kekerasan terhadap anak bawah umur juga masih terjadi.
Kenakalan remaja yang ketagihan menghisap lem, harusnya mendapat penanganan khusus.
Namun, yang paling menghebohkan adalah dua kasus pembunuhan yang terjadi di Kota Singkawang dan Kota Pontianak.
Di Singkawang, Lorenzo Fernando alias Nando (4), tewas dicekik pengasuhnya, Yul (24) di kediaman Yul, Jalan Pulau Natuna, No 53 B RT17/ RW 7, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat, Kota Singkawang, Minggu (11/9/2016) sekitar pukul 18.16 WIB.
Tersangka Yul, tega melakukan penganiayaan yang berujung kematian hanya karena ia terganggu merokok.
Kasus ini baru muncul ke publik sepekan setelah Yul melakukan aksi tak terpuji itu.
Yul dan Nando
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat Polda Kalbar, Kombes Pol Suhadi SW mengungkapkan, bocah laki-laki tersebut memang diasuh Yul, karena orangtua korban sedang berada di Malaysia.
"Ketika itu korban rewel, menangis ingin buang air besar. Sementara itu, pelaku Yul sedang merokok," kata Suhadi, Minggu (18/9/2016) lalu.
Kemudian Yul membuka baju Nando, dan mengantarkannya ke kamar mandi.
Namun, selama di dalam kamar mandi, Nando terus menangis.
"Korban masih rewel, akhirnya pelaku menyulut tangan kiri korban dengan rokok sebanyak dua kali, dengan harapan korban berhenti menangis," ujarnya.
Dijelaskan Suhadi, namun karena Nando ini masihlah berusia belia, dengan tangannya disulut api rokok, maka tangisnya pun semakin keras.
"Karena merasa kesakitan, untuk menghentikan tangisnya Nando ini, pelaku Yul mencekik leher korban dengan posisi tangan kanan pelaku di depan dan tangan kiri di belakang," jelasnya.
Selang beberapa menit, suara Nando pun terhenti. Ia langsung terkulai lemas, dan jatuh membentur lantai kamar mandi.
"Selanjutnya pelaku Yul menyiram korban dengan air menggunakan gayung sebanyak tiga kali, maksudnya ini supaya korban bangun, namun ternyata korban tidak sadarkan diri," urai Suhadi.
Ando Bunuh Pacarnya yang Tengah Hamil Tua
Tindakan keji pengasuh belum lekang dari ingatan, tiba-tiba pada, Selasa (20/9/2016), warga menemukan mayat wanita hamil di antara limbah tandan buah kelapa sawit di Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.
Informasi penemuan mayat ini beredar sangat cepat di media sosial (Medsos).
Dalam foto-foto yang tersebar terlihat sosok wanita tersebut tergeletak di antara tumpukan limbah sawit.
Tubuhnya terlentang di antara tandan buah sawit yang sudah tidak segar lagi. Sementara di sekelilingnya hanya ada rerumputan dan ilalang.
Mayat wanita tersebut mengenakan baju warna biru dongker dengan celana motif biru, kuning, dan hijau.
Polisi pun bergerak cepat untuk mengungkap kasus ini.
Tersangka Ando saat
Setelah dilakukan penyelidikan dan pendalaman, mulai dari olah TKP hingga pemeriksaan medis terhadap jenazah, polisi pun berhasil mengungkap kasus ini.
Korban bernama, Marta Priviana KP, warga Jalan Parit Bugis, Gg Wijaya, Kelurahan Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya.
Sedangkan pelaku adalah pacar korban, Ando yang memiliki nama lengkap A Fernando Nyangun. Tersangka berstatus mahasiswa.
Korban diketahui sdang mengandung sekitar delapan bulan, jenis kelamin perempuan.
Saat melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap tersangka Ando, polisi menemukan sejumlah barang bukti.
Barang bukti tersebut menurut Kapolsek Tayan Hilir, AKP Deni Gumilar, adalah berupa pakaian.
"Tersangka ini merupakan pacar korban, dia telah mengakui bahwa dia yang melakukan pembunuhan terhadap korban. Barang bukti pakaian wanita dan pakaian bayi," kata AKP Deni Gumilar, kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (21/9/2016).
Kapolsek menjelaskan, setelah mendapat informasi ada penemuan mayat wanita hamil, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Membawa jenazah ke Puskesmas Kampung Kawat untuk dilaksanakan pemeriksaan luar. Selanjutnya, sekitar jam 23.00 WIB, jenazah dibawa ke Bid Dokkes Polda Kalbar untuk dilakukan visum luar," ungkap AKP Deni Gumilar.
Deni menyebut, dari dokter di Puskesmas, korban diketahui dengan mengandung. Usia kehamilannya, sekitar delapan bulan.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi SW mengatakan, Ando saat ini telah diamankan di Dit Reskrimum Polda Kalbar untuk dilakukan proses hukum.
rekonstruksi Ando
Tempat Kejadian Perkara (TKP) ada di wilayah hukum Polresta Pontianak. Sementara TKP ditemukannya korban di wilayah hukum Polres Sanggau.
Maka untuk memudahkan proses hukumnya, penanganan kasusnya kemungkinan besar diambil alih Dit Reskrimum Polda Kalbar.
Dir Reskrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Krisnandi mengungkapkan jika perkenalan awal antara korban dan tersangka pada tahun 2014 melalui media sosial yaitu Facebook.
"Kemudian pada tahun 2015 keduanya mulai menjalin hubungan asmara," ujarnya.
Krisnandi juga menuturkan jika korban sedang hamil, dan pada tanggal 19 September lalu, sebelum dibunuh korban mengalami sakit perut.
"Kemungkinan sakit perut akan melahirkan, dan tersangka panik langsung membekapnya dengan sebuah bantal hingga tewas," ungkapnya.
Selanjutnya pada tanggal 20 September pagi, tersangka membuang mayat korban di daerah Simpang Ampar untuk menghilangkan jejak.
Kombes Pol Krisnandi juga mengatakan, ketika ditemukan warga, mayat korban tanpa identitas dan kemudian dilakukan pemeriksaan sidik jari, karena semua data WNI sudah ada di Mabes Polri maka dengan mudah identitas tersebut diketahui.
Dalam melakukan aksinya, Ando melakukannya sendiri dan disebutkannya jika tersangka dijerat pasal 340 dan subsider 338 tentang pembunuhan.
"Motif pembunuhan sampai pemeriksaan terakhir, tersangka merasa cemas karena korban berteriak sakit perut. Dia mungkin kalap karena takut diketahui tetangga sehingga dilakukanlah pembekapan," tegasnya.
BACA JUGA :
loading...

Related Posts

Perkosaan, Pengasuh Pencabut Nyawa hingga Mahasiswa Habisi Pacar yang Hamil 8 Bulan
4/ 5
Oleh