Baca Juga
SAMARINDA - Pelaku tindak kriminalitas di kota tepian (sebutan Samarinda) semakin mengkhawatirkan. Belum hilang diingatan kita mengenai aksi penjambretan yang terjadi
di fly over beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan korban tewas. Kali ini salah seorang warga di jalan Olah Bebaya, RT 2, Kelurahan
Pulau Atas, Kecamatan Sambutan menjadi korban perampokan dan penyekapan
yang dilakukan oleh tetangganya sendiri.
Kejadian itu pun kembali menjadi viral di media sosial, tak sedikit
warga yang langsung datang ke lokasi kejadian untuk memastikan kejadian
tersebut. Dari informasi yang ada, kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.00
wita, saat itu korban atas nama Marhamah (37) baru selesai mandi. Namun dirinya dikejutkan dengan kedatangan pelaku yang tinggal tidak jauh dari kediaman korban, dengan inisial Fd (27). Saat itu pelaku meminta sejumlah uang sebesar Rp 500 ribu dan cincin
pernikahan yang dikenakan oleh korban, saat itu kondisi sekitar tempat
kejadian memang sangat sepi, terlebih korban berada di rumah seorang
diri, karena suami korban tengah bekerja dan dua anaknya sedang sekolah.
"Setelah dipukul maupun disiksa oleh pelaku, korban berhasil
keluar rumah untuk meminta bantuan ke petugas keamanan perusahaan, yang
berada tak jauh dari rumah korban. Saat didatangi ke rumah korban,
pelaku sudah melarikan diri. Infonya pelaku masuk hutan yang ada di
sekitar lokasi," ucap keluarga korban, Subandi, Kamis (8/9/2016).
Bahkan, dari keterangan beberapa orang warga di lokasi kejadian, korban sempat diikat dan disekap di dalam kamarnya. Korban juga mendapatkan sejumlah pukulan dari pelaku, yang mengakibatkan korban mengalami luka lebam di bagian wajah dan sekujur tubuhnya. Bahkan akibat pemukulan itu, korban sempat mengeluarkan darah di bagian hidung. Korban yang mengalami luka cukup serius langsung dilarikan ke puskesmas terdekat, sebelum akhirnya dilarikan ke RS Dirgahayu, guna menjalani perawatan intensif. "Pelaku orang saya kenal, dia tinggal tidak jauh dari rumah saya. Dia minta uang dan meminta cincin yang saya gunakan, saya sempat menolak, tapi akhirnya saya disekap dan dipukuli," ucap korban saat ditemui pada Unit Gawat Darurat (UGD) RS Dirgahayu.
Bahkan, dari keterangan beberapa orang warga di lokasi kejadian, korban sempat diikat dan disekap di dalam kamarnya. Korban juga mendapatkan sejumlah pukulan dari pelaku, yang mengakibatkan korban mengalami luka lebam di bagian wajah dan sekujur tubuhnya. Bahkan akibat pemukulan itu, korban sempat mengeluarkan darah di bagian hidung. Korban yang mengalami luka cukup serius langsung dilarikan ke puskesmas terdekat, sebelum akhirnya dilarikan ke RS Dirgahayu, guna menjalani perawatan intensif. "Pelaku orang saya kenal, dia tinggal tidak jauh dari rumah saya. Dia minta uang dan meminta cincin yang saya gunakan, saya sempat menolak, tapi akhirnya saya disekap dan dipukuli," ucap korban saat ditemui pada Unit Gawat Darurat (UGD) RS Dirgahayu.
Hingga saat ini aparat kepolisian dari Polsekta Samarinda Ilir
dibantu kepolisian dari Polresta Samarinda, masih terus melakukan
pencarian terhadap pelaku, yang diduga masih berada tidak jauh dari
lokasi kejadian. "Identitas pelaku sudah kami kantongi, saat ini kami tengah lakukan
pencarian terjadap pelaku. Yang nangani Polsek Samarinda Ilir, kami
hanya back up saja dari Polres," ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda,
Kompol Sudarsono.
Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2016/09/08/marhamah-dirampok-dan-dianiaya-tetangga-sendiri
loading...
Marhamah Dirampok dan Dianiaya Tetangga Sendiri
4/
5
Oleh
pengertians