Baca Juga
PONTOANAK-INFORMASI-Kalimantan Barat sejatinya adalah daerah yang sudah pernah bebas penyakit rabies atau anjing gila. Belakangan, wabah itu justru melanda Kalbar. Sejumlah daerah yang
berbatasan dengan Kalimantan Tengah menjadi daerah yang paling awal
tertular. Disinyalir, wabah rabies datang dari anjing-anjing gila dr provinsi tetangga Kalbar tersebut dan menyebar begitu cepat. Bahkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi
Kalimantan Barat Abdul Manaf Mustafa sudah meminta enam pemerintah
kabupaten/kota mewaspadai meluasnya kasus rabies. Enam kabupaten/kota ini yakni Kota Pontianak, Singkawang, Kubu Raya, Mempawah, Sambas, Kayong Utara. Disebutkan oleh Kadisnakeswan Kalbar, penyakit rabies akibat gigitan
anjing gila sudah menyebar hingga delapan kabupaten di Kalbar yakni
Ketapang, Landak, Melawi, Sanggau, Sekadau, Bengkayang, Sintang, dan
Kapuas Hulu.
Data Disnakeswan Kalbar menyebutkan sudah ada 21 orang yang
meninggal. Namun Kalbar patut bersyukur bahwa kasus gigitan anjing gila
tahun 2016 berkurang, dibandingkan kasus tahun 2015.
Saat ini Kalbar juga baru mendapatkan 2.500 Vaksin Anti Rabies (VAR) dari Kementerian Kesehatan. Jumlah VAR yang sudah ada di Kalbar mencapai 1.000 vaksin. Menteri Kesehatan (Menkes) RI dr Nila Farid Moeloek saat berkunjung ke Kalbar, Kamis (4/8/2016), menyatakan, pemerintah pusat terus berupaya menambah kebutuhan VAR untuk Kalbar. Hal ini dilakukan karena penyebaran gigitan anjing rabies semakian meluas di Kalbar. Tak hanya menyediakan VAR, untuk mengatasi rabies yang kian meluas di Kalbar dua kementerian dituntut menjalin kerjasama yaitu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian. Kerjasama dalam bentuk memvaksinasi anjing dan manusia, dilakukan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan.
Saat ini Kalbar juga baru mendapatkan 2.500 Vaksin Anti Rabies (VAR) dari Kementerian Kesehatan. Jumlah VAR yang sudah ada di Kalbar mencapai 1.000 vaksin. Menteri Kesehatan (Menkes) RI dr Nila Farid Moeloek saat berkunjung ke Kalbar, Kamis (4/8/2016), menyatakan, pemerintah pusat terus berupaya menambah kebutuhan VAR untuk Kalbar. Hal ini dilakukan karena penyebaran gigitan anjing rabies semakian meluas di Kalbar. Tak hanya menyediakan VAR, untuk mengatasi rabies yang kian meluas di Kalbar dua kementerian dituntut menjalin kerjasama yaitu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian. Kerjasama dalam bentuk memvaksinasi anjing dan manusia, dilakukan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan.
Upaya pemerintah tersebut tentu saja patut mendapat dukungan dari
semua lapisan masyarakat. Pemerintah diharapkan juga melibatkan banyak
pihak dalam memberikan sosialisasi. Misalnya melibatkan kalangan sekolah, agar guru-guru bisa menyebarkan
kepada anak didik bahaya rabies dan bagaimana pencegahannya. Tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kalangan pemuka agama juga patut
dilibatkan. Sehingga sosialisasi untuk penanggulangan rabies bisa lebih
efektif lagi. Terakhir tentu saja kepedulian masyarakat terhadap persoalan ini.
Masyarakat dapat mendukung dengan cara memvaksin anjing atau binatang
peliharaan lain yang bisa menularkan rabies. Jika melihat ada anjing atau binatang lain yang mempunyai ciri-ciri
rabies segera melaporkan pada aparat desa atau dinas terkait. Jika memiliki binatang peliharaan yang juga mempunyai ciri-ciri rabies jangan ragu untuk memusnahkannya.
Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/2016/08/05/waspada-rabies-mengancam-kalbar
loading...
WASPADA! RABIES MENGANCAM KALIMANTAN BARAT
4/
5
Oleh
pengertians