Baca Juga
PONTIANAK - Anjing gila kembali memakan korban. Kali
ini seorang mahasiswa semester VII IKIP PGRI Pontianak asal Kabupaten
Sintang, Santrosto usia 23 tahun meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra
Medika Pontianak, akibat penyakit rabies yang bersumber dari gigit
anjing gila, Jumaat (5/8/2016) sore. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan
Barat, Abdul Manaf Mustafa merasa sangat prihatin korban meninggal
dunia, akibat penyakit rabies terus bertambah. Santrosto terkena gigitan
anjing saat ia pulang kampung. Tergigit sekitar pertenggahan Juli 2016
kemarin. Karena tidak tahu, dan tidak paham sehingga yang bersangkutan
tidak dikasih VAR.
"Kira-kira tanggal 31 Juli 2016 kemarin, korban mulai demam, sakit
kepala, tanggan bekas gigitan anjing gila dia merasa semutan dan sakit.
Setelah itu dilarikan ke rumah sakit Antonius, dibawa lagi ke rumah
sakit mitra medika. Dimana dirawat dalam ruangan isolasi dengan kondisi
koma. Gejala penyakit itu mirip dengan rabies, dimana takut air, cahaya,
dan sesak napas. Jumat sore ia harus meninggal dunia," ujarnya kepada
wartawan, Sabtu (6/8/2016). Korban meninggal dunia juga dari Desa Nangga Menyadak, Kecamatan
Nangga Suhaid Kabupaten Sintang. Tergigit anjing gila sekitar
pertenggahan Juni 2016, nama korban adalah Ade Bahtiar usia 50 tahun.
"Kemarin sore (Jumat) yang bersangkutan juga meninggal dunia di rumah
sakit Sintang. Jadi korban meninggal dunia terkena penyakit rabies,
akibat tergigit anjing gila bertambah menjadi 24 orang. Jumlah meninggal
sejak Desember 2014 kemarin," katanya.
Manaf menjelaskan, sekarang ini ada delapan kabupaten tertular
penyakit rabies. Dari 120 kecamatan yang ada delapan kabupaten itu, yang
terkena rabies 56 kecamatan. Dengan jumlah gigitan anjig gila sebanyak
1530 kasus. Sedangkan yang sudah dikasih VAR ada 1350 orang. "Jadi masih
ada sekitar 170 orang belum dikasih VAR," ucapnya. Hasil rapat evaluasi kemarin kata Manaf, populasi anjing di Kalbar
saat ini sebanyak 85970 ekor. Anjing yang sudah divaksin sekitar 4300
ekor. "Kami juga sudah mendistribusikan vaksin ke daerah kabupaten. Stok
vaksin masih cukup, kalau memang kurang kita akan minta ke pemerintah
pusat," ungkapnya.
Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2016/08/06/terkena-rabies-anjing-gila-mahasiswa-fkip-pgri-pontianak-meninggal-dunia
loading...
Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak Meninggal Dunia Akibat Terkena Rabies Anjing Gila
4/
5
Oleh
pengertians