Baca Juga
Tahun lalu, tepatnya tanggl 17 Febuari 2014, mendadak tanah di Kampung Gombong, RT 2/3, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Jawa Barat, bergerak tanpa arah.
Nada gemuruh dari tanah yang terbelah serta terangkat ke permukaan mengh4ncurkan rumah diatasnya. Kepanikan warga waktu itu tak terhindarkan lagi.
Beberapa orangtua serta anak-anak berlarian menyelamatkan diri sembari berteriak Allahu Akbar.
Sejumlah tempat tinggal dari 84 kepala keluarga, h4ncur, beberapa rata dengan tanah.
" Awalannya dari belakang tempat tinggal pak lurah, di tebing itu, tanahnya longsor, kedengaran kaya nada bom. Waktu itu seperti kiamat " kata Wawan seseorang warga pada TribunnewsBogor. com
Kampung Gombong, Desa Cibadak, Kabupaten Bogor Dengan cara perlahan-lahan, tanah yang tidak lagi rata, mengangkat permukaan rumah.
" Semua terkena, tak ada yang utuh, rumah saya saja h4ncur, " kata petani tersebut .
Cemas, takut, serta bingung untuk tinggal di mana menempa semua warga.
Walaupun tak mengonsumsi korban jiwa, tetapi, bencana pergeseran tanah itu meratakan bangunan rumah dengan tanah.
Selang setahun lebih, kampung ini saat ini sepi serta tidak bertuan.
Situasi seram waktu menginjakan kaki di kampung ini demikian merasa.
Sisa-sisa bangunan yang nyaris tidak berupa lagi jadi saksi momen mencek4m itu.
Cuma satu masjid yang kondisinya telah miring selamat dalam musibah itu.
" Dahulu mah ramai, jelas di sini tehh, hanya saat ini sepi, gelap, hanya keingat suara pas peristiwa saja, " kata Wawan.
Wawan bersama beberapa warga lain, jadi nekat kembali pada kampung yang dinyatakan tidak layak lagi ditempati lantaran tanah permukaan yang rawan.
" Dari peristiwa itu, hingga saat ini, tak ada lagi tuh, saya bosan tinggal di penampungan, maka dari itu pindah lagi ke sini, " tuturnya.
Tidak sama lagi dengan Ola bin Nailan (70), kakek yang ditinggal anak-anaknya ini, nekat bangun kembali tempat tinggalnya.
" Di huntara (hunian sementara) tak dapat bertani, di sini rumah saya, saya tidak mau kemana-mana, " kata Ola.
Baik Wawan serta Ola berdoa semoga peristiwa menakutkan itu tidak terjadi lagi.
" Semoga kita dijauhkan dari peristiwa itu lagi, rasa-rasanya seperti kiamat kecil, " ucap Ola sembari melihat tempat kampungnya yang menyedihkan.
Sumber: http://bogor.tribunnews.com
loading...
Kiamat Kecil di Kampung Ini :'Tiba-tiba Tanah Terangkat ke Permukaan Warga Berteriak Allahu Akbar'. | Pontianak Informasi
4/
5
Oleh
pengertians