Selasa, 03 Mei 2016

Remaja Mabuk Lem Kerap Terlihat di Sungai Pinyuh - Pontianak Informasi

Remaja Mabuk Lem Kerap Terlihat di Sungai Pinyuh - Pontianak Informasi

Baca Juga


Ngelem mungkin sudah tidak asing di telinga. Terlebih, dengan gampangnya aktivitas tersebut terlihat di sekitar kita. Ngelem kerap dilakukan muda-mudi, remaja bahkan anak-anak jalanan. Dibanding narkotika, pertimbangannya tentu lebih ekonomis. Toh sama-sama fly. Wahyu Izmir, Sungai Pinyuh

PONTIANAK POST secara tak sengaja menemukan aktivitas ngelem di wilayah Kecamatan Sungai Pinyuh. Bahkan, sang pengelem ini tenang saja meramu lem, kemudian dimasukkan ke plastic di depan umum, tepatnya di depan ruko Pasar Sungai Pinyuh, pada siang bolong.

Dengan membawa tas selempang, menyusuri deretan ruko Jalan Seliung Sungai Pinyuh untuk mencari tempat yang strategis. Sebelum membuka isi tasnya, sejenak memperhatikan sekeliling, untuk memastikan tidak ada orang yang melihat.

Setelah merasa cukup aman, dia pun mulai beraksi. Pertama-tama, mengeluarkan sebuah kantong kosong berwarna putih dari dalam tasnya. Kemudian, kantong tersebut ditiup untuk memastikan tidak ada sisi kantong yang bocor.

Berikutnya, dikeluarkan satu kaleng lem yang biasa dijual bebas di toko-toko bangunan, sebagai lem perekat kayu mau pun kulit. Remaja tersebut lantas menuangkan lem di dalam kantong plastik berwarna putih itu. Bahkan, untuk memastikan tidak ada isi lem yang tersisa, dirinya menuangkan kaleng dibantuk jari-jari tangannya yang terbungkus plastik. Setelah berhasil memindahkan lem dari kaleng kedalam kantong plastik, dia pun dengan nikmatnya menghirup aroma lem berwarna kuning bening itu.

Tampak dirinya berulang kali mengulangi gerakan menghirup aroma lem tersebut sembari memejamkan kedua matanya. Selang beberapa saat kemudian, aroma lem mulai beraksi. Tampak jalan sempoyongan dan meracau.

Bibirnya terlihat komat-kamit ala dukun yang sedang membaca mantera. Dia pun berlalu pergi menyusuri selasar ruko Pasar Sungai Pinyuh dengan langkah kaki yang tampak tidak begitu kokoh layaknya orang berjalan dalam kondisi normal.

Zat Inhalen yang dihirup pada lem merupakan senyawa organic berupa gas dan pelarut yang mudah menguap. Inhalen banyak terdapat pada produk-produk seperti bensin, pernis, aseton untuk pembersih warna kuku, lem, pengencer cat, tip-ex, semprotan, freon dan lem aica aibon.

Dalam dosis awal yang kecil inhalen dapat menginhibisi serta menyebabkan perasaan euphoria, kegembiraan, dan sensasi yang menyenangkan. Gejala psikologis lain pada dosis tinggi dapat berupa rasa ketakutan , ilusi sensorik, halusinasi auditoris dan visual dan distorsi ukuran tubuh. Gejala neurologis dapat termasuk bicara yang tidak tak jelas (menggumam, penurunan kecepatan bicara dan ataksia).

Salah satu komponen dalam inhalan yang berbahaya adalah pelarut solvent, yakni cairan yang dalam suhu ruangan mudah sekali menguap. Dalam hal ini yang terdapat dalam lem adalah benzil alkohol yang sifatnya sangat mudah menguap.

Ketika terhirup, uap pelarut (solven) ini hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk mencapai kadar toksik atau beracun. Sistem organ yang diserang adalah otak dan saraf, khususnya yang berhubungan dengan jantung dan pernapasan.

Efek jangka pendek yang dirasakan saat menghirup uap solven meliputi gejala-gejala seperti, denyut jantung meningkat, mual-muntah, halusinasi, mati rasa atau hilang kesadaran, susah bicara atau cadel dan kehilangan koordinasi gerak tubuh.

�Aktivitas perkumpulan mereka di Kecamatan Sungai Pinyuh memang sudah memprihatinkan. Sudah banyak laporan dari warga yang kerap melihat mereka berkumpul dan mabuk-mabukan, narkoba, ngelem hingga bermaksiat ditempat umum,� sesal tokoh masyarakat Sungai Pinyuh, M. Azmi Said.

Azmi yang juga dikenal sebagai tokoh agama itu menyebut aktivitas negatif para pemuda merupakan dampak dari kemerosotan moral. Kurangnya nilai-nilai  agama menjadi salah satu faktor yang menyebabkan para oknum pemuda tersebut melakukan perbuatan tercela.

�Disinilah tugas orang tua untuk memberikan pendidikan agama yang baik kepada anaknya. Kalau pendidikan agamanya minim bahkan tidak ada, maka anak dengan mudah terjerumus kedalam perbuatan negatif. Makanya sangat penting pendidikan agama sebagai bentuk moral dan akhlak manusia,� pendapatnya. (bersambung)

BACA JUGA :
loading...

Related Posts

Remaja Mabuk Lem Kerap Terlihat di Sungai Pinyuh - Pontianak Informasi
4/ 5
Oleh