Baca Juga
Guna mempertahankan dan mencegah terjadi penurunan harga karet yang perlahan membaik dua bulan terakhir di kisaran Rp 8.000- Rp 9.000 per kg.
Ketua Dewan Pembina Kelompok Tani Nelayan Andalan Provinsi Kalimantan Barat, Milton Crosby mengimbau masyarakat selayaknya tetap menjaga kualitas karet.
"Menjaga kualitas karet yang dihasilkan itu wajib. Untuk itu para petani diminta sabar dan tetap jaga kualitas hasil perkebunan ini," ungkap mantan Bupati Sintang dua periode ini kepada Tribun Pontianak, Jumat (13/5/2016) siang.
Kata Milton, jika kualitas karet tidak baik tentu akan merugikan petani sendiri. Sebab, setiap pembeli tentu mengharapkan mutu yang baik.
"Kualitas karet yang kurang juga akan merugikan untuk ekspor ke luar negeri," timpalnya.
Kendati kini kondisi harga karet selalu berfluktuasi, lantaran disebabkan berbagai hal seperti pengaruh ketersediaan, ekspor berlebihan dan kualitas hasil kebun petani itu sendiri.
"Harga karet tidak bisa diprediksi. Tapi, kenaikan harga karet dua bulan terakhir ini saya amati langsung membuat petani karet mulai bergairah noreh, termasuk Sintang," ucapnya.
Milton tidak memungkiri hingga kini masyarakat Sintang dan Kabupaten lain di Kawasan Timur Kalbar masih menggantungkan sumber penghasilan sehari-hari lewat sektor perkebunan karet dan sawit.
loading...
Gara - Gara Harga Karet Naik, Para Petani Mulai Bergairah Menoreh
4/
5
Oleh
pengertians