Tampilkan postingan dengan label kontroversi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kontroversi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2016

Susul Kanada dan Inggris, Malaysia Larang Dakwah Zakir Naik | Pontianak Informasi


KUALA LUMPUR � Pendakwah asal India Zakir Naik dilarang berceramah di Universitas Teknikal Malaysia karena dianggap mengancam keberagaman di negara tersebut. Polisi setempat mencegah dia berkhotbah menyusul adanya keluhan dari kelompok non-Muslim di Negeri Menara Kembar Petronas.
�Dia tidak akan diizinkan berdakwah di sini demi kepentingan publik dan menjaga sensitivitas kelompok masyarakat non-Muslim di Malaysia,� kicau Inspektur Jenderal Tan Sir Khalid Abu Bakar melalui akun Twitter-nya, sebagaimana dikutip dari Asian Correspondent, Selasa (12/4/2016).
Meskipun ada larangan dari pemerintah, pihak penyelenggara yang mengundang Naik sebagai pembicara menuturkan sebaliknya. Menurut penanggung jawab acara Abu Shariz Sarajun Hoda, warga Malaysia sangat menyambut sang dokter dan senang jika ia bisa membagikan ilmu agamanya di sini.
Zakir Naik selama ini memang terkenal sebagai tokoh agama yang kontroversial. Dia sering kali mengajak debat pemuka agama lain dengan gaya yang cenderung keras dan ekstremis. Ia juga pernah membawa materi khotbah yang dianggap mendukung ideologi kelompok teroris internasional Al Qaedah.

Selain Malaysia, sejauh ini pendakwah yang juga dokter medis itu telah dilarang berceramah di dua negara lain, yakni Kanada dan Inggris. Meskipun penulis buku tentang Islam dan perbandingan agama ini sering juga bicara soal kesamaan antara Hindu dan Islam atau Islam dan agama lain. Namun, dalam banyak kesempatan, ceramahnya lebih sering mengundang kemarahan. ( OKEZONE.COM )


Jumat, 15 Juli 2016

Seorang Guru Dituntut Hukuman 6 Bulan Penjara Karena Mencubit Lengan Muridnya | Pontianak Informasi


PORTAL NEWS - Guru asal Sidoarjo, Jawa Timur, Muhammad Samhudi (46) menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Kamis (14/7/2016). Ia dibawa ke meja hijau setelah dlaporkan karena mencubit muridnya.



Oleh Jaksa Penuntut Umum dia dituntut enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun. Dalam tuntutan yang dibacakan jaksa Andrianis, guru SMP Raden Rahmad, Kecamatan Balongbendo Sidoarjo itu dinilai bersalah dan melanggar pasal 80 ayat (1) Undang-undang Perlindungan Anak.
"Terdakwa dituntut pidana penjara enam bulan dengan masa percobaan selama satu tahun," katanya.
Meski dalam rangka mendidik, kata Jaksa, tindakan mencubit tidak dibenarkan. Tuntutan jaksa tersebut terbilang ringan karena ancaman pidana dalam perkara tersebut maksimal tiga tahun enam bulan penjara.
"Selain terdakwa belum pernah dihukum, adanya perdamaian dari kedua belah pihak menjadi pertimbangan untuk meringankan tuntutan kepada terdakwa," tambahnya.
Puluhan rekan seprofesi Samhudi terlihat hadir dalam persidangan untuk memberikan dukungan. Mereka juga antusias mengikuti jalannya persidangan. 
Samhudi dilaporkan orang tua murid yang dihukum karena tidak mengikuti ibadah Sholat Dhuha 3 Februari lalu. Hukuman yang diterima murid tersebut di antaranya dicubit tangannya. Namun orang tua murid yang tidak terima membawa masalah tersebut ke ranah hukum. (KOMPAS.com)


Senin, 13 Juni 2016

Ini Reaksi Keras Ahok Terhadap Sikap Arogan Satpol PP Yang Merampas Makanan Ibu Saeni | Pontianak Informasi

Ini Reaksi Keras Ahok Terhadap Sikap Arogan Satpol PP Yang Merampas Makanan Ibu Saeni | Pontianak Informasi




NKRI NEWS - Kabar ibu penjaga warteg di Serang, Banten, yang terkena razia represif Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bukan lagi dilihat sebagai isu lokal Banten. Rasa kemanusiaan yang terusik membuat orang-orang turut prihatin. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut berkomentar.

"Kamu tanya Mendagri (Menteri Dalam Negeri). Cabut Perda-nya," kata Ahok sambil masuk ke Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (13/6/2016).

Aksi Satpol PP pada Jumat (10/6/16) lalu itu dilandasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang Penyakit Masyarakat yang dikeluarkan oleh Wali Kota Serang dan Majelis Ulama Indonesia Kota Serang. Ahok menyarankan agar Perda ini dicabut saja.

Ahok menyatakan, tak ada Perda yang mirip seperti itu di DKI Jakarta. Maka tak ada razia warung yang buka di bulan puasa yang digelar Satpol PP DKI.

"Mana ada razia? Dari mana dasarnya razia?" kata Ahok.

Ahok juga mengetahui, tak semua Muslim berpuasa saat bulan Ramadan. Kaum perempuan yang sedang datang bulan misalnya, mereka juga harus tetap mudah mendapatkan makanan di bulan puasa.

"Saya (dulu) sekolah Islam ya. Orang yang berpuasa kalau bersama orang yang sedang makan dan yang berpuasa bisa menahan diri ya pahalanya dobel," ujar Ahok.

Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman menjelaskan Perda Tahun 2010 memang menjadi landasan hukum razia semacam itu. Ada pula Surat Edaran Waki Kota Serang tahun 2016 tentang Imbauan Bersama Menyambut Bulan Suci Ramadan. Namun razia represif itu terjadi, Tubagus Haerul Jaman melihat ada salah prosedur dalam hal tersebut.

"Saya sayangkan ada salah prosedur pengangkutan barang-barang dagangan. Itu saja," kata Haerul Jaman. dalam keterangannya, Minggu (12/6//16) kemarin.

sumber: detik.com



Pengakuan Fahrurrozi Ishaq: Jadi Gubernur Tandingan Ahok, Karena Dipaksa | Pontianak Informasi



NKRI NEWS, JAKARTA -- Fahrurrozi Ishaq, Gubernur tandingan Ahok yang dilantik oleh Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ), Senin (1/12) lalu, mengatakan dirinya tak pernah berniat menjadi seorang gubernur. Bang Ozi -begitu ia akrab disapa- mengaku dipaksa oleh umat untuk menjadi pemimpin Jakarta versinya.

�Suara itu keluar ketika kami sedang berkumpul di Bundaran HI. Saya sudah menolak dicalonkan tapi dikejar terus,� katanya kepada CNN Indonesia usai jumpa pers di kantor Gubernur Tandingan, di bilangan Jakarta Timur, Rabu (3/12). 

Setelah disuarakan, kata Bang Rozi, Presidium Penyelamat Jakarta (PPJ) kemudian bersidang. �Semua memilih saya, sulit untuk mengelak,� katanya. �Akhirnya saya terima juga menjadi Gubernur Jakarta.� 

Ide pencalonannya menutut Rozi datang dari mulut Imam Besar FPI, Rizieq Shihab. Menurut banyak orang, katanya, dirinya merupakan sosok perekat umat. �Pilihannya waktu itu cuma saya doang," katanya.

Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ), Senin (1/12) lalu, melantik Fahrurrozi Ishaq sebagai Gubernur Masyarakat Jakarta. Hal ini mereka lakukan sebagai simbol penolakan mereka terhadap Basuki Tjahaja Purnama. Basuki sebelumnya telah dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta, 19 November 2014.

Dalam waktu dekat ini Fahrurrozi akan membuka posko di seluruh titik rawan banjir di Jakarta.

Rozi menambahkan, pelantikan Ahok yang berlangsung di Istana Negara beberapa waktu lalu adalah pelanggaran hukum, atau inkonstitusional. Sebaliknya, dia mengklaim pelantikannya gubernur tandingan di depan Gedung DPRD konstitusional karena dipilih dan ditunjuk oleh rakyat.
(CNN Indonesia)



Amerika Siapkan Skenario Kekacauan di Indonesia? | Pontianak Informasi



NKRI NEWS � Isu kebangkitan komunisme atau PKI kembali menghangat usai diadakan simposium nasional yang membahas tragedi kemanusiaan 1965. Pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tragedi kemanusiaan 1965 dan sesudahnya segera melakukan reaksi dengan menggelar simposiun tandingan. Kegiatan simposium tandingan ini diselenggarakan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) dan sejumlah ormas radikal yang mengaku menjunjung tinggi Pancasila.
Pancasila dipersepsikan sebagai ideologi negara yang terancam keberadaannya oleh ideologi komunis atau PKI. Kebangkitan komunisme dan PKI merupakan lagu lama yang senantiasa akan diputar ulang oleh pihak-pihak yang berkepentingan menyembunyikan fakta-fakta kekejaman dan tragedi kemanusiaan yang terjadi pada 1965-1966.
Pada hal, pemerintah Jokowi memiliki maksud dan tujuan agar bangsa Indonesia tidak terus dibebani masalah di masa lalu, menyangkut terjadinya pelanggaran hak asasi manusia pada 1965-1966. Para jenderal-jenderal purnawirawan Angkatan Darat seharusnya membantu memulihkan nama baik Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Penyelesaian tragedi kemanusiaan 1965-1966 demi kebaikan bangsa dan negara amat penting di mata masyarakat internasional supaya Indonesia tidak dituduh sebagai bangsa tak beradab karena menutup-nutupi pembantaian massal.
Para purnawirawan TNI AD dan ormas-ormas radikal ini seharusnya sadar akan perkembangan globalisasi, ilmu pengetahuan, teknologi informasi serta komunikasi. Di dunia ini sudah tidak ada tempat bersembunyi bahkan untuk menghapus jejak hitam di masa lalu. Kondisi saat ini bukan seperti era Perang Dingin dimana berbagai kejahatan kemanusiaan bisa ditutup-tutupi.
Sebagai contoh, Kekalifahan Turki Ottoman yang melakukan pembantain massal pada rakyat Armenia pada 1915 dimana korban tewas mencapai sekitar 1,5 juta. Jerman, Perancis, Rusia dan Brasil merupakan negara-negara yang mengakui secara resmi terjadinya pembantaian massal Turki kepada rakyat sipil Armenia. Meskipun kejadiannya seabad yang lalu, pemerintah Turki tidak bisa lari kemana-mana atas tuduhan ini.
Demikian juga Amerika Serikat (AS), keterlibatan Badan Intelejen Amerika Serikat CIA dalam pembunuhan massal di Amerika Latin seperti Guatemala pada 1954 menewaskan 200.000 orang dan di Haiti pada 1959 yang menewaskan sekitar 100.000 orang. Pembunuhan massal itu dilakukan CIA dengan cara memperalat dan mendanai kelompok militer yang dipimpin diktaktor yang didukung AS. Operasi rahasia ini bertujuan menumpas orang-orang komunis di Guatemala dan Haiti.
Apa yang terjadi di Guatemala dan Haiti itu mirip yang terjadi di Indonesia dimana TNI AD dijadikan alat AS untuk membunuh orang-orang yang dituding PKI atau pengikut Soekarno. CIA, Kedubes AS dan oknum-oknum militer menyusun skenario kudeta dengan cara mengkambinghitamkan PKI dan para pendukung Soekarno. Lalu setelah PKI dilumpuhkan maka dibentuk rezim militer Orde Baru Soeharto yang kemudian didukung penuh oleh AS.
Skenario Amerika
Isu komunisme atau PKI akan selalu digunakan AS dan militer untuk menggulingkan kekuasaan pemerintah yang dipilih secara demokratis. Indonesia yang memilih Jokowi sebagai presiden secara demokratis juga tidak luput dari ancaman skenario ini. AS akan menyiapkan skenario penggulingan kekuasaan baik dengan cara memicu kekerasan berdarah dan �kudeta konstitusional�.
Di Indonesia kedua praktik penggulingan kekuasaan ini sudah pernah dilakukan. Pada masa Soekarno dilakukan kudeta merangkak yang dipimpin Soeharto dengan membunuh 600 ribu hingga 3 juta orang. Sementara pada masa Gus Dur dilakukan kudeta konstitusional dengan cara pemakzulan Gus Dur oleh Amien Rais, Akbar Tanjung dan sejumlah jenderal TNI AD. AS mendalangi dua kudeta di Indonesia karena kedua pemimpin ini tidak mau tunduk dan ingin mewujudkan kemandirian bangsa.
Pemerintah Jokowi juga harus berhati-hati dengan skenario kudeta ataupun tindak kekacauan yang dirancang oleh Amerika Serikat selaku �The Invisible Hand�. Jokowi telah mendekati China dan Rusia agar berinvestasi di Indonesia. Kunjungan Jokowi ke Rusia dan penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi ASEAN-Rusia menunjukkan Indonesia tidak ingin didikte oleh AS selaku superpower.
Selain itu, kesepakatan antara Indonesia-Rusia atas jual beli alutsista seperti pesawat tempur Sukhoi-35 dan kapal perang akan membuat marah AS. Jokowi juga ingin menggandeng perusahaan BUMN Rusia Rosneft dan Rusal agar Indonesia bisa membuka kilang minyak baru dan tidak sekedar mengekspor bahan mentah bouksit. AS berkepentingan Indonesia hanya menjadi eksportir bahan mentah sehingga tetap bisa didikte dan diatur-atur.
Jika Indonesia bisa membangun banyak kilang minyak baru dan mampu mengekspor barang jadi maka perekonomian Indonesia lebih mandiri sehingga Indonesia tidak mudah didikte oleh negara manapun. Indonesia juga mengundang investor China dan Rusia agar tidak hanya tergantung dengan negara-negara Barat saja.
Kekacauan
AS tampaknya akan berupaya memicu konflik SARA ataupun menjadikan komunisme sebagai kambing hitam jika Indonesia ingin mewujudkan kemandirian ekonomi dan enggan didikte. Dari zaman Soekarno hingga era reformasi polanya tidak berubah yakni memicu ketegangan agama dan rasial. Ekskalasi ketegangan diciptakan untuk mempertajam konflik, setelah memanas dicari momentum yang tepat untuk memicu konflik berdarah.
Momentum hari besar agama atau hari-hari yang dinilai memiliki makna historis bagi bangsa Indonesia akan dijadikan waktu yang teat membuat chaos atau kekacauan di masyarakat. Isu SARA adalah bensin paling ampuh untuk membakar kemarahan dan amuk massa. Ini semua dilakukan agar Indonesia tidak pernah berkembang menjadi negara yang kuat dan bersatu padu.
Sepak terjang mantan Jenderal TNI AD Kivlan Zen yang terus menerus memprovokasi kebencian pada PKI menjadi indikasi bahwa skenario ini mungkin sedang dijalankan. Kivlan adalah seorang jenderal purnawirawan TNI AD ang pernah mengenyam pendidikan/pelatihan di Advance Georgia, AS (1982). Ia bertindak sebagai corong atau melakukan propaganda dengan tujuan mempertajam konflik di masyarakat lewat pernyataan-pernyataan kontroversial tentang PKI.
Ia mengatakan PKI telah berdiri dan beranggotakan 15 juta orang yang dipimpin Wahyu Setiaji. Rumor atau isu seperti ini sengaja ditebarkan untuk mendidihkan kemarahan masyarakat. Tujuan akhirnya adalah memicu konflik dan kekacauan di masyarakat.
Maka bukanlah suatu kebetulan jika Kivlan Zen berpidato menggebu-gebu di pertemuan Umat Islam Solo untuk menentang ancaman bahaya komunisme beberapa hari yang lalu. Pidato di Solo ini bernuansa politis karena ingin menyampaikan pesan bahwa Solo dulunya merupakan markas PKI. Panggung yang digelar untuk rapat akbar ini di depan gereja dan saat ini Solo juga dipimpin seorang walikota non-muslim menunjukkan Kivlan ingin memicu konflik SARA.
Kivlan Zen akan terus berupaya memprovokasi dan mengadu domba kelompok-kelompok masyarakat dengan tujuan akhir ingin menciptakan konflik dan memecah belah masyarakat. Isu SARA dan komunisme merupakan bensin yang siap disulut di tengah-tengah masyarakat. Jika terjadi kerusuhan maka PKI atau komunis akan kembali dijadikan kambing hitam.
Belajar dari pengalaman sejarah, maka kelompok-kelompok ormas agama radikal dan ormas dengan kelakuan preman akan menjadi pelaksana atau pemicu terjadinya kerusuhan SARA atau komunisme. Misalnya dengan melakukan pembakaran dan perusakan rumah tempat ibadah. Oknum-oknum militer fasis ini akan bermain mata dengan ormas-ormas radikal melakukan propaganda dan penghasutan untuk memanaskan suasana.
Hal-hal seperti inilah yang harus segera diantisipasi baik oleh masyarakat itu sendiri ataupun para penegak hukum. Indonesia yang demokratis harus diselamatkan dari para pengacau ini dan begitu pecah konflik bernuansa SARA, kita semua tahu siapa-siapa saja pihak yang sebenarnya sedang bermain. Kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan agar tidak mudah diprovokasi melakukan kekacauan dan melakukan amuk massa.
Skenario membentuk kelompok-kelompok ormas radikal dan mazab keagamaan dengan penafsiran yang keras, puritan dan literal dipahami dalam persepektif seperti ini. Ini merupakan agenda global untuk menciptakan konflik. Salah satu tujuannya supaya Indonesia tidak stabil dan mudah terpecah belah.
AS telah memainkan skenario seperti ini sejak era Soekarno hingga sekarang. Ormas kegamaan radikal, ormas yang bertindak seperti preman dan oknum-onum militer akan bahu-membahu dalam mensukseskan skenario yang dimainkan AS untuk memecah belah Indonesia. AS berkepentingan Indonesia tetap menjadi negara yang bisa didikte dan diatur-atur sesuai dengan kepentingan nasionalnya, jika berusaha menjadi negara yang mandiri maka pemimpinnya akan digulingkan dengan segala cara.
Skenario ini juga sedang dimainkan pemerintah AS di Amerika Latin yakni memicu kekacauan di Venezuela dan mendukung kudeta konstitusional di Brasil. Baik Presiden Brasil Dilma Rousseff maupun Presiden Venezuela Nicolas Maduro ingin mewujudkan kemandirian bangsa dan tidak ingin negaranya melayani kepentingan perusahaan-perusahaan multinasional atau korporasi AS.



Kamis, 09 Juni 2016

Rencana Besar Ahok yang bikin Dunia Tercengang soal Jakarta | Pontianak Informasi



NKRI NEWS - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memiliki konsep pembayaran serba cashless atau mengurangi transaksi tunai, yang ingin dia terapkan di Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan sebuah kartu bernama JakartaOne yang nantinya menjadi kartu wajib warga Jakarta.

"Saya kepengin pokoknya yang enggak punya kartu ini bakal susah saja hidup di Jakarta," ujar Ahok, sapaan Basuki, beberapa waktu lalu.

Kartu JakartaOne yang masih disiapkan ini nantinya akan menjadi model pembayaran segala transaksi di Jakarta, misalnya untuk naik bus transjakarta.
Ahok memiliki tujuan dengan menerapkan sistem ini untuk perjalanan bus transjakarta meski kini sudah diterapkan.

Menurut Ahok, dengan menggunakan kartu, Pemprov DKI bisa memantau perjalanan warga Jakarta. Pemprov DKI bisa mengetahui dari halte mana seorang warga naik dan halte mana warga itu keluar setiap harinya.

Jika rute yang dilewati warga tersebut juga banyak dilalui oleh orang lain, PT Transportasi Jakarta bisa saja membuat trayek baru sehingga orang tidak perlu transit lagi.

"Kalau kamu bantu menempelkan itu ke pintu, saya bisa bikin jurusan baru enggak? Berapa orang yang lewat, jam berapa, balik lagi jam berapa, sehingga saya bisa siapkan satu bus baru yang langsung saja, enggak usah turun orangnya biar tidak capek," ujar Ahok.

Hal yang sama juga berlaku untuk pembelian beras. Saat ada operasi pasar yang menjual beras murah, bukan tidak mungkin beras tersebut diborong oleh oknum pedagang untuk dijual kembali.

Akhirnya, rakyat miskin tetap membeli beras dengan harga mahal.

Jika nanti pembayaran bisa dilakukan dengan JakartaOne, Pemprov DKI bisa mengetahui siapa pembelinya.

"Coba kalau dengan kartu, kamu beli saya tahu siapa. Saya sekarang kenapa enggak bisa lakukan operasi pasar setiap hari, saya takut yang belinya pedagang nanti," ujar Ahok.

Hal ini sudah mulai diterapkan Ahok dengan menggunakan Kartu Jakarta Pintar. Pemilik KJP berhak membeli daging seharga Rp 35.000 untuk satu kilogram.

Daging tersebut bisa dibeli setiap bulan agar pelajar di Jakarta dapat memenuhi kebutuhan gizinya.

Dengan menggunakan KJP, daging subsidi itu akan tepat sasaran karena dibeli langsung oleh warga yang membutuhkan.

Ahok mengatakan, pembayaran cahsless akan membuat Pemprov DKI bisa melayani warga Jakarta dengan lebih baik. Selain itu, anggaran yang digunakan akan lebih tepat sasaran.

Ahok sendiri berharap kartu tersebut sudah bisa diluncurkan bulan depan.

"Supaya saya bisa berikan servis lebih baik, pelayanan lebih baik, itu sih konsepnya," ujar Ahok. (Kompas)


Sabtu, 04 Juni 2016

Beredar, Sampul Buku Tahlilan Kematian Habiburokhman yang Janji Terjun Dari Monas | Pontianak Informasi



Foto sampul buku tahlilan Politikus Partai Gerindra Habiburokhman beredar luar di media sosial.
Dalam foto tersebut, Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra itu dikabarkan meninggal sebelum Pilkada DKI.
Seperti yang diketahui, Habiburokhman didesak segera terjun dari Monas setelah relawan Teman Ahok, Senin (10/04/2016), mengklaim sudah memenuhi jumlah minimum Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang disyaratkan KPUD DKI bagi pasangan calon perseorangan untuk bisa berkompetisi pada Pilkada DKI 2017.
Sejak saat tersebut, tak henti-hentinya pendukung Ahok dan Habiburokhman melakukan �perang� komentar di media sosial, terutama Twitter.Terbaru, Habiburokhman menuding jika Teman Ahok berbohong soal jumlah KTP.
Pria yang berprofesi sebagai pengacara ini menegaskan hal tersebut menyusul sinyal dari Ahok bahwa dia bakal menerima jika ada partai yang meminang dirinya untuk maju sebagai calon gubernur Jakarta.

�Akhirnya yang benar ya Habiburokhman Si Tampan dan Cerdas, klaim KTP cuma gertak wkwkwkwk,� kicau Habiburokhman via akun Twitter, Rabu (01/05/2016).
Sebelumnya, melalui akun Twitter, politikus Gerindra itu bersumpah akan terjun dari atas Monas jika calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dapat mengumpulkan KTP untk maju dalam Pilkada secara independen.
�Benar saya menulis dengan sadar dan ikhlas,� tuturnya saat dikonfirmasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. kejoora.com