Tampilkan postingan dengan label kisah inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Mei 2017

Kisah cinta sejati seorang suami rela kelaparan bertahun-tahun demi rawat sang istri

Saat cinta diuji dalam berbagai kesusahan barulah ia akan terlihat ketulusannya. Dalam keadaan baikpun kadang cinta sering sekali mendapat kerikil-kerikil tajam, pertengkaran-pertengkaran kecil acap kali terjadi hingga lupa mensyukuri cinta mereka. Pertanyaannya bagaimana kalau cinta dihadapkan dalam keadaan yang kurang menyenangkan? Akankah ia setia bertahan?
Sepasang suami istri yang telah usur ini bisa memberikan kita pelajaran tentang apa arti cinta yang sebenarnya. Meskipun cinta sering didefenisikan dengan artian yang beragam.
Kisah pasangan yang kembali menyentuh hati jagat media sosial ini datang dari pasangan yang berasal dari Provinsi Sa Kaeo, Thailand. Kisah cinta mereka menuai perhatian dari para netizen. Pasalnya, sang pria rela melakukan apa saja termasuk kelaparan bertahun-tahun demi merawat istrinya yang terbaring sakit.
Istri pria tersebut mengalami kelumpuhan akibat digigit ular tahun lalu. Hal ini membuat istrinya tidak bisa melakukan berbagai aktivitas. Bahkan untuk bergerak saja pun tidak bisa. Tapi beruntung, di saat ia mengalami kesusahan seperti itu ada sosok pendamping yang setia menemaninya.
Bukan hanya itu saja, pendampingnya itu juga rela melakukan apa saja demi dirinya. Termasuk rela tidak makan sebelum dia makan terlebih dahulu.
“Kami sebelumnya bersumpah untuk menjalani kehidupan ini bersama-sama. Istri saya adalah orang yang paling penting dalam hidup saya, dan saya tidak akan pernah meninggalkan dia, “kata pria yang tak diketahui identitasnya itu.
“Saya mungkin tidak memiliki sebuah rumah yang indah atau mobil, tapi saya mendedikasikan hati dan jiwa saya untuk istri saya. Saya tak pernah mengingkari kata-kata saya ini,” lanjutnya.
Pasangan ini membuat banyak orang di sekitarnya merasa kasihan. Terlebih pria itu tak bisa bekerja dan pergi jauh dari rumah karena harus mengurus istrinya. Namun mereka beruntung karena setiap bulannya mendapatkan subsidi dari para tetangga sebesar 700 Baht atau sekitar Rp 260 ribu. Meski begitu, jumlah tersebut pun masih belum bisa memenuhi kebutuhan mereka berdua.
Tapi sepertinya Tuhan memiliki rencana indah di balik penderitaan mereka. Untungnya kisah cinta pasangan ini tengah viral sehingga beberapa netizen di Thailand tergerak untuk berdonasi untuk mereka. Netizen banyak yang memberi makanan, perlengkapan sehari-hari, dan uang dari netizen yang tak bisa mengunjungi mereka.
Selain menunjukkan bukti cintanya kepada sang istri, pria itu juga percaya bahwa kondisi istrinya akan pulih. "Dalam kehidupan, kamu harus selalu memiliki harapan," ungkapnya.
Sejumlah makanan, perlengkapan sehari-hari dan uang diberikan pada pasangan suami istri ini.
Setiap pasangan yang sudah menikah tentu akan berjanji untuk sehidup semati dan rela menjalani masa susah maupun senang secara bersama-sama. Sayangnya, banyak pasangan saat ini yang memilih perceraian dan berpisah karena beragam alasan. Mulai dari ketidakcocokan sampai alasan tak kunjung dikaruniai momongan.
Semoga kisah ini bisa memberi kita hikmah tentang apa itu cinta sebenarnya.

Sumber:
http://www.cerminan.com/berita/kisah-cinta-sejati-seorang-suami-rela-kelaparan-bertahun-tahun-demi-rawat-sang-istri.html

Sabtu, 07 Mei 2016

ALLAHUAKBAR........KOTA LONDON KINI DI PIMPIN OLEH SEORANG MUSLIM - PI



Tinta emas sejarah dibuat Sadiq Khan. Ia akan menjadi Wali Kota London setelah unggul dalam hasil pemilihan pada Jumat (6/5). Ia sekaligus merupakan pemimpin Muslim pertama di Ibu Kota Inggris tersebut. 
Khan adalah kandidat dari kubu Buruh dan mengalahkan rival dari kubu Konservatif, Zac Goldsmith.  Dilansir BBC, pria berusia 45 ini memperoleh 44 persen suara. Sementara, Goldsmith harus puas berada dalam angka 35 persen. Hingga saat ini, total penghitungan suara mencapai 80 persen. 

Meski belum ada pengumuman resmi, dapat dipastikan Khan telah menjadi pemenang dan siap menempati jabatan Wali Kota baru London. Melalui akun Twitter resmi miliknya, ia mengucapkan banyak terima kasih pada semua orang yang telah memilih Partai Buruh, dan siapapun yang berkampanye bersama mereka.

Kemenangan ini menjadi sejarah pertama pemimpin Muslim London serta pemimpin Muslim kedua di Eropa. Sebelumnya, Ahmed Aboutaleb juga menjadi Wali Kota Rooterdam, Belanda yang beragama Islam. Politikus Partai Buruh itu terpilih sebagai Wali Kota London, Inggris, menggantikan Boris Johnson. Dengan begitu, anak imigran asal Pakistan tersebut menjadi kandidat Muslim pertama yang terpilih untuk memimpin salah satu kota terbesar di dunia.
Berdasarkan hasil perhitungan suara yang dilakukan Sabtu (7/5/2016) dini hari waktu setempat, Khan berhasil mengalahkan rivalnya asal Partai Konservatif, Zac Goldsmith. Anak seorang sopir bus itu berhasil meraih 1.310.143 suara, sedangkan Goldsmith hanya meraih 994.614 ribu suara.
Khan menyambut kemenangannya dengan rendah hati. Pria 45 tahun itu juga berjanji untuk menjadi wali kota bagi seluruh masyarakat London yang heterogen. Dalam pidato kemenangannya, pria kelahiran Tooting, London itu menyayangkan berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya.
�Pemilihan ini tidak terlepas dari kontroversi. Saya bangga London hari ini lebih memilih harapan daripada ketakutan dan persatuan di atas perbedaan. Politik ketakutan tidak diterima di kota ini,� seru Khan, sebagaimana dilansir NBC News, Sabtu (7/5/2016).
Kemenangan Khan itu menandai berakhirnya dominasi Partai Konservatif di Dewan Kota London dalam delapan tahun terakhir. Meski sempat melancarkan berbagai tuduhan negatif, Goldsmith tetap memberikan ucapan selamat kepada rivalnya itu. Pria 41 tahun itu berharap yang terbaik bagi Khan.
Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, tak pelak menyambut kemenangan kadernya itu. Lewat akun Twitter-nya, Corbyn mencuit �YesWeKhan� untuk menyambut kemenangan partainya. Cuitan itu merujuk pada slogan kampanye Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Minggu, 17 April 2016

INILAH KESEHARIAN MUSA LA ODE (HAFIZ CILIK) SEHINGGA MAMPU MENGHAFAL 30 JUZ AL-QURAN DAN SEBAGIAN KITAB HADIS - PI

SAAT menunggu di bandara Soeta kemarin (10/4/2016) bertemu dengan Abu Musa. Pertemuan yang pasti direncanakan Allah. Ngobrol dari jam 14.30 hingga 16.00 wib, ana nyontek ilmu bagaimana beliau menjadikan Musa yang berumur 7 tahun itu sudah mutqin (kuat hafalannya) hafal 30 juz.
Sebagai tambahan, Musa sudah hafal �Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits ust Abdul Hakim bin Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja!
Berikut kiat-kiat ala La Ode Abu Hanafi untuk Musa dalam menghafal Al-Quran:
  1. Pada awalnya Musa juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak-anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya, alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat.
  2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menjaga hafalan.
  3. Televisi jauh jauh dah. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi. Bukti, pas ana ngobrol dengan beliau di ruang tunggu kebetulan pas di depan televisi beliau minta pindah. Pindah yuk, akh. Takut Musa nantinya lihat televisi, kata beliau.
  4. Makanan dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!
  5. Rutinitas harian Musa adalah: pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai jam 9 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin! Antum berapa? hayoo..
  6. Jam 9-10 Makan pagi dll.
  7. Jam 10-Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.
  8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.
  9. Bada Ashar sekarang Musa sedang menghafal Bulughul Maram.
  10. Jam 5-maghrib: Waktu bermain
  11. Maghrib-Isya: Ikut taklim abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari.
Dan unik dan kadang bikin geli, banyak sekolah-sekolah yang mengundang Musa dan ayahnya, dan pengin belajar cara menghafal. Padahal semua tahu, Musa kan �tidak sekolah�. Jadi yang sekolah malah belajar sama yang �tidak sekolah�.
Saat bertemu, saya langsung tanya, Abu Musa, ya? Kemudian langsung menebak beliau mau ke Mesir untuk lomba Tahfidz sedunia. Dan benar. Dia satu-satunya yang mewakili Indonesia. Semoga menang, Musa!
Semoga obrolan ini menginspirasi semua orang tua.

Rabu, 23 Maret 2016

LUAR BIASA TERNYATA PENEMU 4G ADALAH PUTRA KEDIRI DARI KELUARGA TANI.............SEMOGA MENJADI MOTIVASI BAGI KITA - PI


Khoirul Anwar dianggap gila. Ditertawakan. Bahkan dicemooh. Idenya dianggap muskil. Tak masuk akal. Semua ilmuwan yang berkumpul di Hokkaido, Jepang, itu menganggap pemikiran yang dipresentasikan itu tak berguna. Dari Negeri Sakura, Anwar terbang ke Australia. Tetap dengan ide yang sama. Setali tiga uang. Ilmuwan negeri Kanguru itu juga memandangnya sebelah mata. Pemikiran Anwar dianggap sampah.

Pemikiran Anwar yang ditertawakan ilmuwan itu tentang masalah power atau catu daya padaWi-Fi. Dia resah. Saban mengakses internet, catu daya itu kerap tak stabil. Kadang bekerja kuat, sekejap kemudian melemah. Banyak orang mengeluh soal ini. Tak mau terus mengeluh, Anwar memutar otak. Pria asal Kediri, Jawa Timur, itu ingin memberi solusi. Dia menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) berpasangan.

Ilmuwan Jepang dan Australia boleh mengangapnya sebagai dagelan. Tapi dia tak berhenti. Anwar kemudian terbang ke Amerika Serikat. Memaparkan ide yang sama ke para ilmuwan Paman Sam.
Tanggapan mereka berbeda. Di Amerika, Anwar mendapat sambutan luar biasa. Ide yang dianggap sampah itu bahkan mendapat paten. Diberi nama Transmitter and Receiver. Dunia menyebutnya 4G LTE. Fourth Generation Long Term Evolution. Yang lebih mencengangkan lagi, pada 2008 ide yang dianggap gila ini dijadikan sebagai standar telekomunikasi oleh International Telecommunication Union (ITU), sebuah organisasi internasional yang berbasis di Genewa, Swiss. Standar itu mengacu prinsip kerja Anwar. Dua tahun kemudian, temuan itu diterapkan pada satelit. Kini dinikmati umat manusia di muka Bumi. Dengan alat ini, komunikasi menjadi lebih stabil.

Karya besar ini ternyata diilhami masa kecil Anwar. Dulu, dia suka menonton serial kartun Dragon Ball. Dalam film itu, dia terkesan dengan sang lakon, Son Goku, yang mengeluarkan jurus andalan berupa bola energi, Genkidama. Untuk membuat bola tersebut, Goku tidak menggunakan energi dalam dirinya yang sangat terbatas. Goku meminta seluruh alam agar menyumbangkan energi. Setelah terkumpul banyak dan berbentuk bola, Goku menggunakannya untuk mengalahkan musuh yang juga saudara satu sukunya, Bezita. Prinsip jurus tersebut menjadi inspirasi bagi Anwar. Dia menerapkannya pada teknologi 4G itu. Jadi, untuk dapat bekerja maksimal, teknologi 4G menggunakan tenaga yang didapat dari luar sumber aslinya.

Ya, karya besar ini lahir dari orang desa. Anwar lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 22 Agustus 1978. Dia bukan dari kalangan ningrat. Atau pula juragan kaya. Melainkan dari kalangan jelata. Sang ayah, Sudjiarto, hanya buruh tani. Begitu pula sang bunda, Siti Patmi. Keluarga ini menyambung hidup dengan menggarap sawah tetangga mereka di Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang. Saat masih kecil, Anwar terbiasa ngarit. Mencari rumput untuk pakan ternak. Pekerjaan ini dia jalani untuk membantu kedua orangtuanya. Dia ngarit saban hari. Setiap sepulang sekolah. Meski hidup di sawah, bukan berarti Anwar tak kenal ilmu. Sejak kecil dia bahkan mengenal betul sosok Albert Einstein dan Michael Faraday. Ilmuwan dunia itu. Anwar suka membaca buku-buku mengenai dua ilmuwan tersebut, padahal tergolong berat.

Hobi ini belum tentu dimiliki anak-anak lain. Dan dari dua tokoh inilah, Anwar menyematkan cita-cita menjadi �The Next Einstein� atau �The Next Faraday�. Cita-cita tersebut hampir saja musnah. Saat sang ayah meninggal pada tahun 1990. Sang tulang punggung tiada. Siapa yang akan menopang keluarga? Perekonomian sudah tentu tersendat. Padahal kala itu Anwar baru saja menapak sekolah dasar. Anwar tentu khawatir, sang ibu tak mampu membiayai sekolah. Apalagi hingga perguruan tinggi. Tapi Anwar memberanikan diri, mengungkapkan keinginan bersekolah setinggi mungkin kepada sang ibu. Kepada emak. 

Anwar menyiapkan diri. Sudah siap apabila sang emak menyatakan tidak sanggup. Tapi jawaban yang dia dengar di luar dugaan. Bu Patmi malah mendorongnya untuk bersekolah setinggi mungkin.
�Nak, kamu tidak usah ke sawah lagi. Kamu saya sekolahkan setinggi-tingginya sampai tidak ada lagi sekolah yang tinggi di dunia ini,� ucap Anwar terbata, karena tak kuasa menahan haru saat mengingat perkataan emaknya itu. Perkataan itu menjadi bekal Anwar untuk melanjutkan langkah meraih mimpi. Lulus SD, dia diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Kunjang. Kemudian dia meneruskan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Kediri. Salah satu sekolah favorit di Kota Tahu itu. Saat SMA itulah dia memilih meninggalkan rumah. Dia tinggal di rumah kost, tidak jauh dari sekolah. Jarak rumah dengan sekolah memang lumayan jauh. Dia sadar pilihan ini akan menjadi beban sang ibu. Masalah itu membuat Anwar harus memutar otak. Dia lalu memutuskan untuk tidak sarapan demi menghemat pengeluaran. Tetapi, itu bukan pilihan tepat. Prestasi Anwar turun lantaran jarang sarapan. �Karena tidak sarapan, setiap jam sembilan pagi kepala saya pusing,� kata dia. Kondisi Anwar sempat terdengar oleh ibu salah satu temannya. Merasa prihatin dengan kondisi Anwar, ibu temannya itu menawari dia tinggal menumpang secara gratis. Anwar tidak perlu lagi merasakan pusing saat sekolah. Sarapan sudah terjamin dan prestasi Anwar kembali meninggi.

Lulus dari SMA 2 Kediri, Anwar lalu melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia diterima sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan ditetapkan sebagai lulusan terbaik pada 2000. Dia kemudian mengincar beasiswa dari Panasonic dan ingin melanjutkan ke jenjang magister di sebuah universitas di Tokyo. Sayangnya, Anwar tidak lolos seleksi universitas tersebut. Dia merasa malu dan tidak ingin dipulangkan. Alhasil, dia memutuskan beralih ke Nara Institute of Science and Technology NAIST dan diterima. Di universitas tersebut, Anwar mengembangkan tesis mengenai teknologi transmitter dan menggarap disertasi bertema sama dalam program doktoral di universitas yang sama pula. Dan Anwar, kini telah menelurkan karya besar. Temuan yang ditertawakan itu dinikmati banyak orang. Termasuk para ilmuwan yang mengolok-olok dulu...

Selasa, 22 Maret 2016

SUBHANALLAH,,,,,,,,,, SEMOGA MENJADI INSPIRASI BAGI KITA " KISAH YANG MENAKJUBKAN SULAIMAN AL - RAJHI, MILYARDER DARI SAUDI - PI


Jika kebanyakan orang bekerja keras mencari uang agar menjadi kaya raya, salah satu miliarder terkaya di dunia ini justru susah payah mengumpulkan harta untuk hidup miskin. Adalah Sulaiman Al Rajhi, salah satu orang terkaya di dunia yang memilih menyumbangkan seluruh hartanya termasuk uang tunai, saham dan propertinya.

Sulaiman Al Rajhi adalah orang terkaya nomor 4 di Arab Saudi, dia adalah pendiri dari Al Rajhi Bank. Al Rajhi Bank adalah bank islam terbesar di dunia. Pada tahun 2012 lalu, Sulaiman terkenal ketika memutuskan untuk melepaskan semua kekayaannya kepada anak-anaknya. Dan sekarang Sulaiman Al Rajhi hidup miskin, dan hanya mempunyai pakaian saja

Sulaiman Al-Rajhi (?????? ???????), milyarder Saudi Berkisah:

Dahulu, hidup saya sangat susah alias faqir, sampai-sampai saya tidak bisa ikutan rihlah atau tamasya yang dilaksanakan oleh sekolah saya yang waktu itu biaya pendaftarannya hanya 1riyal saudi saja, walaupun saya sudah menangis-nangis memohon kepada keluarga agar saya dapat ikutan rihlah, tapi tetap saja kelurga saya tidak punya uang 1 riyal untuk mendaftarkan saya ikutan rihlah.

Sehari sebelum rihlah, saya berhasil menjawab sebuah pertanyaan yang dilontarkan guru di kelas, lalu guru itupun memberi saya uang satu riyal sebagai hadiah, diiringi tepuk tangan para murid-murid yang lain.

Pada saat itu, saya tidak lagi mikir apa-apa, selain berlari kencang untuk mendaftarkan diri ikutan rihlah. Duka nestapa saya terasa terbang seketika dan berubah total menjadi bahagia berkepanjangan selama berbulan-bulan.

Hari-hari sekolahpun berlalu, sayapun dewasa untuk melanjutkan kehidupan. Setelah melewati berbagai rintangan hidup, setelah bekerja keras selama bertahun-tahun dan berkat anugerah dari Allah sayapun sukses dan selanjutnya saya membuat yayasan sosial.
(Al Rajhi Bank Tower)

Setelah saya memulai bergerak di bidang amal sosial, saya kembali teringat kisah kecil saya, teringat kembali guru kecil saya orang Palestina itu, yang pernah memberi saya uang 1 riyal. Saya mulai mengingat-ingat, apakah beliau dahulu memberi saya uang 1 riyal itu sebagai sedakah atau kah hadiah karena saya sudah berhasil menjawab pertanyaannya. Yang jelas saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Saya berkata di dalam hati, apapun motif dan niat sang guru, beliau sudah menyelesaikan problem besar saya saat itu tanpa membebankan siapa-siapa.

Oleh karenanya, saya mengunjungi kembali sekolah saya itu, lalu saya mendatangi kantor sekolah dan mencari tau keberadaan guru saya orang Palestina itu, sampai akhirnya saya mendapatkan jalan untuk menemuinya. Saya pun akhirnya merencanakan untuk menemuinya untuk mengetahui kondisinya saat saat ini.

Singkat kata, sayapun akhirnya dipertemukan Allah kembali dengan guru baik itu, dan kondisinya sangat susah, tidak lagi bekerja dan siap-siap pulang kampung.

Selanjutnya, setelah saya memperkenalkan diri, saya katakan padanya bahwa saya punya hutang besar padanya pada beberapa tahun yang lalu.

Guru saya ini kaget bukan kepalang, apa benar ada orang yang punya hutang pada saya, katanya.

Saya pun menjelaskan, apakah bapak masih ingat dengan murid bapak yang pernah bapak beri uang satu riyal karena murid bapak itu berhasil menjawab soal yang bapak lontarkan di kelas bapak saat itu?

Setelah berusaha mengingat-ingat, guru saya ini akhirnya tertawa, dan berkata: "ya..ya...saya ingat. Jadi kami mencari saya untuk mengembalikan uang 1 riyal itu". "Ia pak" jawab saya. Setelah sedikit berbincang, saya bawa beliau naik mobil dan kamipun beranjak.

Selanjutnya, kami sampai ke tujuan, dan kenderaan kami berhenti tepat di depan sebuah Villa Indah. Kami keluar dari mobil dan memasuki Villa tersebut. Setelah berada di dalam Villa, saya menyampaikan niat saya kepada guru saya ini, "Pak, villa ini saya berikan kepada bapak untuk melunasi hutang saya dahulu plus mobil yang tadi kita naiki, dan gaji per bulan seumur hidup serta pekerjaan buat putra bapak di perusahaan saya".

Guru saya ini kaget bukan kepalang, dan berujar, "Tetapi ini terlalu banyak, nak?"

"Percayalah pak, kegembiraan saya dengan 1 riyal yang bapak berikan pada saya saat itu lebih besar nilainya dibandingkan dengan 10 villa seperti ini, saya tidak akan dapat melupakan kebahagiaan itu sampai sekarang," jawab saya.

***

Inilah buah dari didikan agama yang baik, tebarkan bahagia, ungkai duka nestapa sesama, dan tunggulah balasan terbaik dari-Nya.

Senin, 14 Maret 2016

TERLALU JENIUS BOCAH 8 TAHUN INI TERANCANG TIDAK BISA IKUT UN - PI


Seorang bocah jenius yang duduk di kelas VI Sekolah Dasar Multilingual Anak Saleh, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur sampai-sampai terancam tak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN). Kecerdasan bocah bernama Pato Sayyaf ini membuatnya menempuh SD hanya dalam waktu 4,5 tahun. 

Saat ini, bocah dengan IQ 136 tersebut baru berusia 8 tahun, sementara persyaratan untuk mengikuti Ujian Nasional adalah 12 tahun. Selain itu, sekolah Pato masih belum memiliki izin untuk melakukan Ujian Nasional sendiri. Orang tua Pato, Joko Trianto dan Wahyu Nurandari menilai anaknya telah menjadi korban tidak bertanggung jawahnya pihak sekolah maupun Dinas pendidikan Sidoarjo yang tak mampu memberikan solusi. 

Joko mengatakan, "Anak saya di sekolahnya dimasukkan ke kelas percepatan karena tergolong siswa yang pintar dan mampu menyelesaikan pendidikan dari kelas I sampai kelas VI hanya 4,5 tahun, nilainya juga sangat memuaskan. Namun pihak Dinas Pendidikan tidak mengizinkannya untuk mengikuti UN, pihak sekolah sendiri tidak bisa apa-apa." Agar anaknya bisa mengikuti UN bulan Mei 2016 nanti, Joko bahkan sampai membawa anaknya ke salah satu lembaga psikotes milik TNI AL. "Dari hasil psikotest tersebut diketahui kalau IQ anak saya itu 136. 

Meski demikian, lagi-lagi pihak Dinas Pendidikan tetap tidak mengizinkan anak saya mengikuti UN karena usianya yang masih 8 tahun," ujarnya lagi. Sementara itu Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim, Sri Untari mengatakan jika sekolah Pato seharusnya sudah bisa melakukan Ujian Nasional sendiri karena sudah meluluskan banyak angkatan. Sri mengatakan, "Sekolah Pato itu seharusnya sudah bisa menyelenggarakan UN sendiri, tidak bergabung dengan sekolahlain. Apalagi SD Multilingual Anak Saleh ini mampu meluluskan tujuh angkatan." 

Hal yang sama  juga diungkapkan oleh anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, Agatha Retnosari, "Jangan sampai siswa seperti Pato menjadi korban pendidikan. Anak-anak jenius adalah harapan masa depan bangsa bukan karena aturan yang kaku dan ego."

sumber : http://worldst.net

Selasa, 09 Februari 2016

SUBHANALLAH................JIKA ALLAH MENGHENDAKINYA TIDAK ADA YANG BISA MENGHALANGINYA - PI


Kisah seorang anak ini bisa jadi inspirasi untuk kita. Suatu ketika, ketika si anak masih dalam kandungan ibunya, si anak diperiksakan kondisinya ke dokter. Ternyata, di otak kecil si anak, terdapat tumor. Si anak yang masih belum keluar dari rahim ibunya ini, sudah divonis ini-itu oleh dokter. Kurang lebih, dokter mengatakan bahwa si anak akan menjadi bocah idiot, yang tidak berguna, malah justru menyusahkan orang tuanya sepanjang hayatnya. Bahkan, parahnya lagi, dokter menawarkan satu jalan pintas: aborsi, Namun, di saat-saat seperti itu, apakah si ibu menerima saja opsi yang ditawarkan dokter itu; mengingat kondisi si anak � menurut dokter � tidak baik bila sampai lahir? Ternyata, orang tua si jabang bayi mengambil keputusan yang cukup mencengangkan, yaitu tetap melanjutkan kehamilan hingga lahirnya. 

Alhamdulillah, si anak lahir, dan sejak itu, orang tuanya merawat dengan penuh kesabaran. Bahkan, sang ibu sampai harus pensiun dini dari kerjanya demi mengasuh anaknya itu. Orang tuanya telah mendidik, merawat, dan mengajarkan banyak hal. Mulai dari berbicara, membaca cerita, hingga membaca Al-Qur�an. Singkat cerita, di ulang tahun si anak yang ke-13, ia menyelesaikan hafalan Al-Qurannya. Apa yang menjadi motif si anak menyelesaikan hafalan Al-Qurannya? �Aku ingin memberi sebuah kebahagiaan besar untuk orang tuaku�, ujarnya.

Si anak yang dulu divonis ini-itu oleh dokter, kini sudah meraih banyak prestasi di bidang Al-Qur�an, baik nasional maupun internasional. Bermula dari keyakinan kuat orangtua si anak, bahwa dibalik ujian tersimpan berjuta karunia. Dan akhirnya, Allah lah yang menentukan nasib hamba-Nya, tergantung seberapa besar usaha hamba-Nya untuk mengubah nasibnya, dari yang nelangsa jadi bahagia. Dari yang sengsara jadi gembira. Dari pecundang menjadi pemenang. Dari tak bernilai menjadi tak ternilai. Benarlah firman Allah:
?? ???? ? ???? ?? ???? ??? ?????? ?? ???????
�Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada dalam suatu kaum, sampai mereka mengubah apa yang ada dalam diri mereka sendiri� (QS 13: 11).
Apa hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari kisah nyata di atas? Banyak, di antaranya ketabahan dan kesabaran seorang ibu yang luar biasa, meski jabang bayinya sudah divonis idiot oleh dokter, ia tidak putus asa untuk tetap merawat dan mendidiknya hingga dewasa, hingga akhirnya berbuah manis, akhirnya bocah idiot tadi tumbuh menjadi anak yang cerdas bahkan telah menghafalkan Al-Qur�an secara sempurna di umur 13 tahun (umurnya kini 17 tahun). Hebatnya lagi ia telah memenangkan kejuaraan menghafal Al-Qur�an beserta tafsirnya dalam bahasa Arab di tingkat nasional dan internasional.

Inilah buah dari ketabahan, kesabaran dan usaha maksimal. Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana. Jadi, jangan menyerah dan jangan pernah putus asa, sebelum bergerak maju. Doa, usaha, tawakkal! Semangat!


Sumber: http://www.dakwatuna.com

SUBHANALLAH............TOKOH POLITIK YANG MAMPU MELAHIRKAN 10 PENGHAFAL AL-QURAN DARI RUMAHNYA - PI

�Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.�(QS. Al-Furqan: 74).

Orang tua mana yang tak senang hatinya jika memiliki anak penghafal Al Quran. Ini pun yang dirasakan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya satu orang anak yang menjadi hafiz, namun kesepuluh anak beliau mampu menjadi penghafal Al Quran.
 
�Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka). Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.� (QS. At Taghaabun: 14-15).

Menurut Wahbah az-Zuhaili, seorang fuqaha Suriah kenamaan, yang dimaksud musuh di sini adalah permusuhan dalam urusan akhirat, terkait sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kalian. Mereka menyibukkan seorang laki-laki dari kebaikan dan amal saleh yang berguna bagi kalian di akhirat.

Maka waspadalah agar cinta dan kasih sayang sebagai seorang suami dan ayah kepada mereka tidak mempengaruhi ketaatan kepada Allah SWT. Kemudian Allah menganjurkan untuk memberi maaf kepada mereka.

Beruntunglah Irwan Prayitno Gubernur Sumatra Barat ini memiliki seorang istri yang tangguh. Ini terbukti, istrinya mampu mendorongnya untuk sukses di bidang yang digelutinya.

Irwan menikah di usia muda dengan sesama aktivis dalam rangka mempercepat dakwah Islam. Kedewasaan, dinamika kehidupan dan kesamaan pemikiran membentuk pasangan muda ini menjadi keluarga yang harmonis dan bahagia.

Sang istri, Hj Nevi Zuairina yang lahir pada 20 September 1965. Irwan dan Nevi memiliki 10 orang anak. Irwan telah membiasakan menghafal Al Quran sejak dini kepada sepuluh anaknya. Tak hanya menjadi penghafal Al Quran, di bidang akademis pun kesepuluh anak Gubernur ini juga memiliki prestasi yang membanggakan yaitu Jundy Fadhlillah, Waviyatul Ahdi, Dhiya�u Syahidah, Anwar Jundi, Atika, Ibrahim, Shohwatul Ishlah, Farhana, Laili Tanzila dan si bungsu Taqiya Mafaza. Kesepuluh anaknya memiliki prestasi tersendiri. Di antaranya ada yang menjadi juara umum di sekolahnya. Anak-anak Irwan juga semua di didik untuk menghafal Al Quran sejak dini sehingga menjadi hafiz Quran.

Putra pertama mereka Jundy Fadhlillah telah menyelesaikan studi MBA di Boston Amerika, dan telah bekerja di perusahaan energi di Jakarta. Putri ke 2 Waviyatul Ahdi telah menyelesaikan studinya di Fakultas Kedokteran Gigi UI, putri ke 3 Dhiya�u Syahidah telah menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Bandung dan sekarang menyelesaikan S2 di Westminster University � UK. Putra ke empat mereka Anwar Jundi kuliah di Institut Pertanian Bogor, Atika, putri ke 5 kuliah di FE UI, Ibrahim kuliah di Jurusan Teknik Kimia UI, Shohwah dan Farhana di SMA 1 Padang. Dua orang lainnya masih sekolah di SMP dan SD.

�Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai All�h terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.�(QS. At Tahrim: 6).

Irwan Prayitno pernah menciptkan sebuah lagu �Anakku Penyejuk Hatiku.� Lagu ini menggambarkan betapa anak-anaknya merupakan obat pelepas lelah dalam menjalani kehidupan yang keras sebagai seorang politisi. Sebuah keluarga yang sempurna di bawah ridho Ilahi, rahmat dan kasih sayang Allah swt mereka dapati, alamat badan selamat menempuh kerasnya hidup ini.
�Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.�(QS. Al-Furqan: 74). 

Penulis: Zamri Yahya