Tampilkan postingan dengan label kebakaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebakaran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Mei 2017

BREAKING NEWS: Rumah Terbakar, Tak Ada yang Bisa Diselamatkan, Aliadi Shock Berat

Muhammad Aliadi (39) yang merupakan pemilik rumah yang terbakar di Dusun Pesayangan, Desa Raja, Kecamatan Ngabang pada Selasa (16/5/2017) sekitar pukul 22.00 WIB, terlihat shock atas bencana yang menimpanya.
Rumah milik Muhammad Aliadi (39) yang berada di RT 08/RW 04, Dusun Pesayangan, Desa Raja, Kecamatan Ngabang dilahap sijago merah,  Selasa (16/5/2017) sekitar pukul 20.00 WIB.
Belum diketahui pasti apa penyebab dari kebakaran tersebut. Hanya keterangan yang didapat, api muncul dari kamar belakang yang terdapat kabel listrik terbakar.
Saat kejadian, rumah tersebut hanya ada mertua dari pemilik rumah yang sudah berusia 85 Tahun. Kemudian anak pemilik rumah kelas enam SD dan sepupunya yang duduk di kelas 1 SMP.
Oleh pihak keluarga yang mengetahui kejadian tersebut, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 01.30 WIB dengan cara manual. Karena untuk ke lokasi, mobil pemadam tidak bisa masuk.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun barang-barang hanya sedikit yang dapat diselamatkan. Kerugian materi juga belum bisa ditaksir, namun untuk bangunan diperkirakan hangus sekitar 70 persen
Ditemui di rumah keluarganya, wajah Aliadi terlihat sedih dan sesekali menundukkan kepalanya.
"Saya baru tadi siang pulang dari Singkawang, karena baru tadi pagi di kasi tau sama abang saya," ujarnya kepada Tribun dengan nada sedih.
Diceritakan Aliadi, awalnya tidak ada firasat akan terjadi kebakaran tersebut. Hanya pada malam itu dirinya sudah mulai gelisah.
Karena anak paling tua bernama Susi (12) sendiri di rumah, hanya ditemani mertua dan anak abangnya.
"Saya baru berangkat ke Singkawang, istri saya ke Pontianak dengan dua anak saya. Jadi malam itu sekitar jam 8 saya telepon anak saya, tapi hp nya ndak aktif. Lalu saya telepon abang saya, minta dia cek rumah dan memastikan apakah anak saya sudah tidur," ceritanya.
Dijelaskannnya lagi, anak paling besar memang ditinggal di rumah. Karena masih kelas enam SD dan lagi ujian.
"Hp anak saya tidak aktif katanya ngedrop, karena mati lampu. Itu jak informasi yang saya dapat setelah telfon abang saya," terangnya.
Atas kejadian itu Aliadi merasa terpukul, dan belum tau langkah apa yang akan diambil.
"Kain habis semua, tidak ada yang bisa diselamatkan. Ndak tau saya mau ngapain masih binggung. Tidur jak masih ndak tau juga mau tidur di mana," ucapnya lirih.

Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2017/05/17/breaking-news-rumah-aliadi-hangus-terbakar