Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Mei 2017

Kisah cinta sejati seorang suami rela kelaparan bertahun-tahun demi rawat sang istri

Saat cinta diuji dalam berbagai kesusahan barulah ia akan terlihat ketulusannya. Dalam keadaan baikpun kadang cinta sering sekali mendapat kerikil-kerikil tajam, pertengkaran-pertengkaran kecil acap kali terjadi hingga lupa mensyukuri cinta mereka. Pertanyaannya bagaimana kalau cinta dihadapkan dalam keadaan yang kurang menyenangkan? Akankah ia setia bertahan?
Sepasang suami istri yang telah usur ini bisa memberikan kita pelajaran tentang apa arti cinta yang sebenarnya. Meskipun cinta sering didefenisikan dengan artian yang beragam.
Kisah pasangan yang kembali menyentuh hati jagat media sosial ini datang dari pasangan yang berasal dari Provinsi Sa Kaeo, Thailand. Kisah cinta mereka menuai perhatian dari para netizen. Pasalnya, sang pria rela melakukan apa saja termasuk kelaparan bertahun-tahun demi merawat istrinya yang terbaring sakit.
Istri pria tersebut mengalami kelumpuhan akibat digigit ular tahun lalu. Hal ini membuat istrinya tidak bisa melakukan berbagai aktivitas. Bahkan untuk bergerak saja pun tidak bisa. Tapi beruntung, di saat ia mengalami kesusahan seperti itu ada sosok pendamping yang setia menemaninya.
Bukan hanya itu saja, pendampingnya itu juga rela melakukan apa saja demi dirinya. Termasuk rela tidak makan sebelum dia makan terlebih dahulu.
“Kami sebelumnya bersumpah untuk menjalani kehidupan ini bersama-sama. Istri saya adalah orang yang paling penting dalam hidup saya, dan saya tidak akan pernah meninggalkan dia, “kata pria yang tak diketahui identitasnya itu.
“Saya mungkin tidak memiliki sebuah rumah yang indah atau mobil, tapi saya mendedikasikan hati dan jiwa saya untuk istri saya. Saya tak pernah mengingkari kata-kata saya ini,” lanjutnya.
Pasangan ini membuat banyak orang di sekitarnya merasa kasihan. Terlebih pria itu tak bisa bekerja dan pergi jauh dari rumah karena harus mengurus istrinya. Namun mereka beruntung karena setiap bulannya mendapatkan subsidi dari para tetangga sebesar 700 Baht atau sekitar Rp 260 ribu. Meski begitu, jumlah tersebut pun masih belum bisa memenuhi kebutuhan mereka berdua.
Tapi sepertinya Tuhan memiliki rencana indah di balik penderitaan mereka. Untungnya kisah cinta pasangan ini tengah viral sehingga beberapa netizen di Thailand tergerak untuk berdonasi untuk mereka. Netizen banyak yang memberi makanan, perlengkapan sehari-hari, dan uang dari netizen yang tak bisa mengunjungi mereka.
Selain menunjukkan bukti cintanya kepada sang istri, pria itu juga percaya bahwa kondisi istrinya akan pulih. "Dalam kehidupan, kamu harus selalu memiliki harapan," ungkapnya.
Sejumlah makanan, perlengkapan sehari-hari dan uang diberikan pada pasangan suami istri ini.
Setiap pasangan yang sudah menikah tentu akan berjanji untuk sehidup semati dan rela menjalani masa susah maupun senang secara bersama-sama. Sayangnya, banyak pasangan saat ini yang memilih perceraian dan berpisah karena beragam alasan. Mulai dari ketidakcocokan sampai alasan tak kunjung dikaruniai momongan.
Semoga kisah ini bisa memberi kita hikmah tentang apa itu cinta sebenarnya.

Sumber:
http://www.cerminan.com/berita/kisah-cinta-sejati-seorang-suami-rela-kelaparan-bertahun-tahun-demi-rawat-sang-istri.html

Sabtu, 16 Juli 2016

Kopiah Bung Karno Adalah Simbol Kerakyatan | Pontianak Informasi


Peci atau kopiah khas Bung Karno merupakan salah satu simbol kerakyatan. Pemilihan kopiah sebagai simbol itu merupakan salah satu implementasi tentang kebudayaan nasional yang berkepribadian.
Menurut Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, kopiah sudah sangat melekat dengan sosok Bung Karno. Selain itu, kopiah juga dipakai oleh wong cilik, kalangan yang sangat diperjuangnkan oleh Bung Karno.
�Karena itulah seluruh watak pemerintahan yang dijalankan oleh PDIP adalah watak pembebasan bagi wong cilik yang Masih hidup dalam kemiskinan,� katanya sebagaimana dikutip dari siaran pers DPP PDIP.
Tentu saja pemilihan peci itu bukannya tanpa dasar. Menurut Hasto, sebuah survei yang dilakukan di internal PDIP pada akhir 2015 lalu menunjukkan 96,4 persen kadernya mengenal sosok Bung Karno. Sedangkan 87 persen menyukai cara Sang Proklamator itu memimpin Indonesia.
Yang tidak kalah menarik, kata Hasto, 23,4 persen responden menyukai cara berpidato BK. Dari survei itu pula terungkap tingkat kesukaan kader PDIP terhadap peci yang biasa dikenakan Bung Karno.
�Ada 16,5 persen menyukai peci Bung Karno,� tuturnya.
Atas dasar temuan itu, Wakil Sekjen PDIP, Ahmad Basarah menggagas perlunya menetapkan kopiah sebagai simbol kepribadian Indonesia.
�Kepribadian Indonesia yang disimbolisasikan dengan kopiah tersebut untuk digelorakan kembali,� ucap Hasto yang mengaku sudah memesan kopiah model Bung Karno.
Sumber: JPNN
Sumber foto: internet (hak cipta ada pada pemilik foto dan/atau first uploader)


MENTERI SUSI: BAYAR TUNGGAKAN ATAU 700 KAPAL ITU SAYA LEDAKKAN | Pontianak Informasi

MENTERI SUSI: BAYAR TUNGGAKAN ATAU 700 KAPAL ITU SAYA LEDAKKAN | Pontianak Informasi

Menteri Susi: Bayar Tunggakan atau 700 Kapal itu Saya Ledakkan
Menteri Susi: Bayar Tunggakan atau 700 Kapal itu Saya Ledakkan
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti mengaku ada 700 kapal nelayan eks asing berbendera Indonesia yang bertahan di perairan Indonesia. Kapal-kapal tersebut tidak bisa menangkap ikan karena dilarang beroperasi.
KKP mengizinkan kapal eks asing balik ke negara asalnya namun dengan syarat tertentu.
� Silahkan tanggalkan kewarganegaraan benderanya keluar dari Indonesia, setelah selesai membayar bebrapa kewajiban tertunggaknya, � kata Susi di KKP, Jakarta, Selasa (5/4/16).
Tetapi, pilihan melepaskan kapal eks asing tersebut tidak berlaku apabila pemilik kapal melakukan beragam tindakan provokasi. Terlebih ratusan kapal tersebut selama bertahun-tahun mencuri ikan dari perairan Indonesia dengan alat tangkap tidak ramah lingkungan, tidak melakukan pelaporan jumlah tangkapan hingga tidak membayar pajak.
� Saya akan perintahkan tim Anef untuk membawa ke ranah hukum dan mempidanakan dengan konsekuensi kapal-kapal tadi yang 700 bisa kita tenggelamkan, � jelasnya.
Sumber : jejakmalam.com

Rabu, 25 Mei 2016

BELAJAR MEMAHAMI NIAT BAIK SEORANG JOKOWI | Pontianak Informasi



Tuduhan keji itu dikemas dalam berbagai macam diksi. Kita semua ingat dan tentu susah melupakan. Pembohong, pencitraan, kodok, kafir, keturunan China, keturunan PKI, dan banyak lagi kata buruk yang tak sudah-sudah dialamatkan kepada sosok Jokowi selama putaran Pilpres 2014 lalu. 
Akan tetapi apa yang terjadi kemudian? Jokowi terpilih sebagai Presiden. Seorang tukang kayu yang direndahkan terpilih untuk memimpin 200 juta lebih rakyat Indonesia. 
Lalu, apakah usai sudah hujatan terhadap Presiden Jokowi? Tidak. Hujatan semakin keras. Bahkan ada anak muda yang begitu berani meng-upload meme Jokowi dan Megawati sedang melakukan perbuatan tak patut.  Ini benar benar puncak penghinaan lewat dunia maya. Tetapi apa yang kemudian terjadi? Anak muda itu dibebaskan dari hukuman penjara dan bahkan mendapatkan santunan dari Ibu negara untuk modal usaha. Di dunia maya begitu keras menghujat dan menyudutkan Jokowi terus berlangsung.
Jatuhkah Jokowi? Tidak! Sama sekali tidak.
Hujatan dihadapinya tidak dengan hujatan atau curhat di depan publik tetapi dengan kerja keras. Lemahnya dukungan dari partai pendukung dihadapinya dengan sikap konsisten atas agendanya dan tak gentar mengahadapi risiko ketika harus berhadapan dengan mafia yang sebagian besar didukung elit politik. Jokowi melaju tak terbendung. Mengapa dia bisa melewati itu semua ? Dari kesederhanaan sikap dan perbuatannya , tidak sulit baginya untuk mengajarkan hal yang konstruktif kepada siapa saja agar emosi tetap terjaga secara positip, mengundang orang untuk mengambil langkah keyakinan melalui sepatah kata tentang apa yang mungkin , menciptakan sebuah inspirasi kolektif. 
Analis Investasi
Semua itu tercermin dari caranya berpikir (way of thinking), merasakan (feeling) dan kemampuannya memfungsikan semua potensi positip (functioning), sebuah cara hidup (the way of life) dan cara menjadi (way of being) yang transformatif. Hal tersebut melebur dalam hati dan jiwa seiring keteladanannya untuk cinta dan kasih sayang.
Seorang teman analis investasi  dalam suatu pertemuan mengatakan bahwa apapun yang diungkap di sosmed tidak akan membuat seorang pria jatuh reputasinya kecuali dua hal. Pertama, dia melakukan tindak kriminal atau korup; dan kedua, skandal percintaan yang merugikan dan merendahkan wanita. Siapapun dia bahkan walau dia ustadz atau pendeta, rahib yang sering tampil di mimbar dan dikenal santun, namun bila dia terkena tindak kriminal atau korup maka hancurlah reputasinya. Walau dia berjuang sekeras membela dirinya maka dia tetap pecundang.
Begitu pula bila dia melakukan skandal percintaan yang sehigga merugikan dan merendahkan wanita atau istrinya maka hancurlah reputasinya. Sehebat apapun masalalunya orang akan melupakannya dan menjadikannya alas kaki. Dunia sosmed sangat kejam menghukum seseorang. Hanya dua kesalahan itu saja hukum sosmed bekerja efektif membuat seorang pria hancur berkeping keping. Padahal bukan tidak mungkin Tuhan telah mengampuninya, namun sosmed tidak peduli itu.
Akan tetapi selagi pria tidak melakukan dua hal itu maka apapun celoteh tak senonoh terhadapnya tidak akan merusak reputasinya. Bahkan dia semakin terkenal dan semakin mendapat simpati. Semakin di-bully semakin orang ramai tahu bahwa yang mem-bully itu bukanlah siapa-siapa dan mengomentarinya hanya menjatuhkan kelas dan merendahkan intelektualitas. 
Aura Positif
Itu sebabnya Jokowi tidak mau menuntut orang yang menghina dan bergunjing serta berceloteh tak santun terhadapnya. Dia hadapi dengan senyuman sambil berkata "aku ra pa-pa". Karena Jokowi bukan Bill Clinton yang terlibat skandal sex dengan sekretarisnya dengan kisah blowjob. Karena Jokowi bukan tokoh yang terlibat korup bersama istri keduanya. Jokowi hanyalah pria sederhana yang setia kepada istrinya dan menjaga kehormatan keluarganya dengan melarang mereka kaya dengan kekuasaannya.
Berlalunya waktu, tanpa disadari aura positifnya mampu mempengaruhi sebagian besar elit politik. Orang orang baik dari partai maupun tokoh masyarakat, tokoh agama semakin banyak merapat ke Jokowi. Kelompok partai yang memilih berseberangan politik mulai memilih untuk bergabung dengan kubu Jokowi. Ibu Megawati pun tampil di depan publik ketika pelantikan menteri usai reshuffle. Ibu Megawati  kembali berada di samping Jokowi setelah sekian bulan bersedia dan berjarak. Kini parlemen berada di bawah kendalinya untuk memastikan dia terus melaju dengan agenda niat baiknya, untuk negeri yang dia cintai. Tidak ada dendam.Tidak ada kebanggaan atas semua itu. Semua dirangkul dan diajak untuk melangkah bersama demi perjuangan membela NKRI.
Nah, apa yang dapat kamu pelajari dari sosok Jokowi? Ingatla lah, ketika Anda berjuang untuk kebaikan, maka akan terjadi proses benturan antara dirimu dengan orang orang sekitarmu. Walau kadang menyakitkan, terluka, teruslah melangkah. Jangan pernah surut langkahmu hanya karena orang-orang menghujatmu, memfitnahmu, merendahkanmu. Yakinlah lukamu tak akan lama sampai orang buruk laku tersingkir dengan sendirinya dan tergantikan oleh orang-orang yang tulus mencintaimu , untuk setia di belakangmu dengan obsesimu.
Mengapa? Karena, ketahuilah, niat baik yang ikhlas karena Tuhan tak lain Tuhan sendirilah yang akan menjagamu dari niat buruk orang lain. Anda akan selalu baik-baik saja. (beritametro.co.id)
Oleh: Erizeli Jely Bandaro
(Pemerhati sosial, Praktisi dan Konsultan Bisnis)