Tampilkan postingan dengan label by ajis mutaqin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label by ajis mutaqin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Maret 2016

IniDalam Kotak.



Tidak kusadari kotak ini telah usang
waktu ini yang menyadarkan dengan pikir gersang
Terisi berbagai kisah yang aku jalani selama ini
dari yang dulu sampai saat ini

Terisi kisah itu

Aku isi kotak ini dengan hadirnya kamu
berbagai rasa tertumpah dalam kotak ini
kau mengisi penuh sampai aku tak bisa tampung
dengan indahnya kotak ini bagaikan harta karun
SENANGNYA! sampai aku tak berpikir dengan kotak lain.

Aku tak tahu bahwa kotak ini bisa usang
sampai terlahap oleh hakim penentu
kau terbuang dengan hadirnya kotak baru
kasih yang dulu indah sekarang tak merekah

kotak itu sampai terisi penuh
dan akhirnya meluap 
kau dan aku tak sekotak lagi
dengan kisah yang dulu pernah ada, sekarang entah kemana.

Aku tahu denganmu kotak baru bisa ditempati 
tapi kotak baru ini memulai kisah baru lagi

Terima kasih atas segala rasa yang dulu pernah ada
kotak ini hanyalah kotak biasa
yang membuat indah adalah adanya kau dan aku.




By Ajis Muaqin

Minggu, 20 Maret 2016

IniTempatmu Bukan Tempatku.



Hari itu kau hadir dikala aku tak tahu yang dicari bukan tempatku
Aku masih menggenggam dengan harap untukmu
aku lepas genggamku untuk mengisi genggammu
matamu yang indah membuat harapan untukku

Salahku, terlalu cepat mencintaimu

Padamu aku jatuh hati, bahkan sejak pertama bertemu
senyum yang tak tahu harapan semu
khawatir tentang tempatmu bukan tempatku
mengenalmu awal hadirnya suka menjadi cinta

Salahku, tetap berharap untukmu

Waktupun menjawabnya kau memiliki tempat lain
tak peduli dengan tempatmu aku tetap jatuh hati
bersamamu cinta itu terus bergeming
tak sadar diri bahwa kamu memiliki tempat

cintaku hanya dari dalam tak berani untuk menjadi keluar
tak etis jika dirusak dengan begitu saja
menunggu sampai tempat itu kosong
aku menempatkannya dengan harapan tinggi, tapi kau tak bergeming

mencoba keluar dengan tak berkata hanya tindak yang menentukan
kau tak sadar disini berjuang dengan sendiri
kau menjawab dengan prantara, tapi gagal
aku sudah tahu kau menutup tempatmu buat tempatku