Tampilkan postingan dengan label berita asap kabut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita asap kabut. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Agustus 2016

PONTIANAK NEWS: Kualitas Udara di Pontianak Berkategori Tidak Sehat

PONTIANAK - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kimatologi Siantan, Pontianak merilis informasi kualitas udara yang dianalisis berdasarkan pantauan alat kualitas udara Particulate Matter (PM10) di Stasiun Klimatologi Siantan yang terpantau pada Minggu (21/8/2016).
"Sejak pukul 08.00 WIB hingga 23.00 secara umum berada dalam kategori Sedang sampai dengan Tidak Sehat. Konsentrasi PM10 tertinggi yakni sebesar 223.45 µg/m3 yang terjadi pada pukul 09.00 WIB dengan kategori Tidak Sehat," ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Siantan, Wandayantolis, Senin (22/8/2016).

Dijelaskannya, Particulate Matter10 (PM10) merupakan partikel debu yang banyak dihasilkan dari emisi, mudah terhirup dan memiliki tingkat kelolosan yang tinggi terhadap saringan pernafasan manusia, sehingga dapat mengganggu sistem pernafasan. "Pengukuran kadar PM10 dilakukan dengan peralatan otomatis (digital) menggunakan alat Beta Rays Attenuation Monitoring (BAM)," jelasnya.
Jangkauan alat pengukur parameter PM10 di Stasiun Klimatologi Siantan Pontianak mewakili radius sekitar 10km.

PM10 merupakan salah satu parameter untuk mengukur nilai ISPU. Penentuan kategori PM10 Stasiun Klimatologi Siantan Pontianak berdasarkan keputusan Kepala Bapedda No.107 Tahun 1997 tentang perhitungan dan pelaporan serta informasi ISPU. "Skala yang tertera dari grafik PM10 Stasiun Klimatologi Siantan Pontianak berdasarkan pada nilai konsentrasi debu. Konsentrasi 0-50 µg/m3 dalam kategori sehat, Konsentrasi 50-150 µg/m3 dalam kategori sedang, Konsentrasi 150-250 µg/m3 dalam kategori tidak sehat, Konsentrasi 250-350 µg/m3 dalam kategori sangat tidak sehat, Konsentrasi lebih dari 350 µg/m3 dalam kategori berbahaya," sambungnya.

Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2016/08/22/kualitas-udara-di-pontianak-berkategori-tidak-sehat

Kamis, 11 Agustus 2016

Ada 56 Titik Api di Kalimantan Barat Pantauan Satelit NOAA Penyebab Asap Kabut

Ada 56 Titik Api di Kalimantan Barat Pantauan Satelit NOAA Penyebab Asap Kabut

PONTIANAK - Dua hari terakhir polusi asap mulai terlihat di wilayah Kota Pontianak. Kondisi ini, dikhawatirkan akan semakin mengganggu aktivitas warga, terutama masalah kesehatan. Berdasarkan pantauan Satelit NOAA pada Kamis (10/8/2016), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mencatat terdapat 56 sebaran titik api (hot spot) di wilayah Kalimantan Barat. "Dari 56 sebaran hot spot tersebut, di wilayah Kabupaten Sanggau terpantau memiliki jumlah terbanyak titik api, yakni sebanyak 17 hotspot," ungkap Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Dasmian Sulviani, Kamis (10/8/2016).

Update 56 Sebaran Hot Spot di Kalbar, Kamis (10/8/2016):
Hot Spot Wilayah Kabupaten Bengkayang terdapat 1 hot spot, Kabupaten Kapuas Hulu 10 hot spot, Kabupaten Ketapang 4 hotspot, Kabupaten Landak 7 hot spot, Kabupaten Melawi 9 hot spot, serta 8 hot spot di Kabupaten Sintang. Terpantau dari Satelit NOAA, satu titik api di Kabupaten Bengkayang berada di Desa Sumber Karya, Kecamatan Bengkayang. Sementara hot spot di wilayah Kabupaten Melawi terpantau di Desa Upet, Nanga Keberak, Nanga Tikan, Nanga Raya di Kecamatan Belimbing. Kemudian Desa Nanga Kebebu di Kecamatan Nanga Pinoh. Desa Madya Raya dan Landau Sadak di Kecamatan Sayan, serta Desa Nanga Sokan di Kecamatan Sokan.

Untuk hotspot di Kabupaten Kapuas Hulu, terpantau berada di Desa Setulang Kecamatan Batang Lupar, Desa Kedamin Hulu dan Melapi di Kecamatan Kedamin, Desa Keliling Semulung di Kecamatan Embaloh Hilir, Desa Nanga Suruk di Kecamatan Bunut Hulu, Desa Suka Maju dan Kepala Gurung di Kecamatan Mentebah, Desa Bongkong di Kecamatan Silat Hilir, serta Desa Jelemuk di Kecamatan Manday.

Hot Spot
Hot Spot
Kemudian sebaran hot spot yang terpantau di wilayah Kabupaten Sanggau, yakni berada di Desa Raut Muara di Kecamatan Sekayan, Desa Pandan Sembuat dan Menyabo di Kecamatan Tayan Hulu.
Desa Maju Karya, Sebara dan Marita di Kecamatan Parindu. Desa Sejuah dan Mobui di Kecamatan Kembayan. Desa Tae dan Mak Kawing di Kecamatan Balai.

Selanjutnya di Desa Lalang dan Sejotang di Kecamatan Tayan Hilir, Desa Rambing di Kecamatan Sanggau Kapuas. Desa Ketori dan Terati di Kecamatan Jangkang serta Desa Kampuh di Kecamatan Bonti. Hot spot di wilayah Kabupaten Sintang terpantau di Desa Marga Hayu dan Kerta Sari di Kecamatan Ketungau Tengah. Desa Empura dan Sepiluk di Kecamatan Ketungau Hulu. Desa Buntut Pimpin dan Nanga Ambalau di Kecamatan Ambalau. Desa Lintang Tambuk di Kecamatan Kayan Hulu serta Desa Air Nyuruk di Kecamatan Ketungau Hilir. Kemudian sebaran hot spot di wilayah Kabupaten Landak, yakni terpantau di Desa Sumedang, Sehe Lusur, Kedama di Kecamatan Kuala Behe.

Desa Tembawang Bale dan Ladangan di Kecamatan Menyuke. Desa Paloan di Kecamatan Sengah Temila, serta Desa Sekais di Kecamatan Ngabang. Selanjutnya sebaran hot spot di Kabupaten Ketapang terpantau di Desa Sekucing Labai di Kecamatan Simpang Hulu, Desa Tanjung Beringin di Kecamatan Sungai Laur, Desa Ulak Medang di Kecamatan Matan Hilir Utara, serta Desa Air Hitam Besar di Kecamatan Kendawangan.

Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2016/08/10/data-lengkap-56-titik-api-di-kalbar-pantauan-satelit-noaa