Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2016

Ahok akan Bangkitkan Jurus Ali Sadikin yang terlupakan ini | Pontianak Informasi


NKRI NEWS � Pemprov DKI Jakarta memang selalu saja direpotkandengan banyaknya pendatang baru setelah Lebaran. Bahkan diketahui untuk kondisi seperti ini sudah terjadi sejak Jakarta dipimpin oleh Ali Sadikin di tahun 1960an silam.
Bahkan, Ali sempat mengeluarkan kebijakan untuk setiap pendatang wajib memberikan uang jaminan kepada Pemprov DKI Jakarta. Pada saat pendatang tersebut terlantar karena tak punya pekerjaan dan tempat tinggal, uang itu bakal dipergunakan untuk mengembalikan warga pendatang itu ke tempat asalnya.
Tetapi, kebijakan tersebut hanya seperti angin lalu saja karena sekarang kebijakan tersebut sudah seperti dilupakan begitu saja.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta, Edison Sianturimengatakan kalau sebenarnya wacana untuk membangkitkan kebijakan uang jaminan tersebut kembali akan diberlakukan guna mengantisipasi lonjakan arus urbanisasi pada era Ahok tahun ini.
�Kebijakan penerapan uang jaminan itu baru wacana saja,� jelasnya.
Edison juga menjelaskan kalau salah satu dari penyebab belum diterapkannya kembali kebijakan pembatasan kedatangan urbanisasi karena memang belum memiliki dasar hukum yang tepat untuk dapat menerapkan kebijakan itu.
Sumber : Hatree.me


Merasa Tudingan Jonan Yang Sebut �Tolol� Ditujukan Kepadanya, Fahri Hamzah Marah! | Pontianak Informasi



Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tidak tahu kalau dalam kosakata Bahasa Indonesia ada kata �maaf�. Kata �maaf� tersebut menurut Fahri adalah ucapan yang paling pas ketika ada di antara kebijakan atau tindakan pejabat yang mengakibatkan rakyat sengsara.
�Mungkin dia tidak tahu di dalam Bahasa Indonesia itu ada kosakata �maaf� dan itu yang paling tepat diucapkan ketika ada tindakan atau kebijakan pejabat yang berakibat menyengsarakan rakyat,� kata Fahri, di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Jumat (15/7).
Selain itu, anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu juga mengkritisi pernyataan Menteri Jonan yang menuding para pengkritiknya sebagai orang tolol lantaran meminta dia mundur karena pintu keluar tol Brebes Timur macet total menjelang Idul Fitri.
�Enak saja dia bilang yang kritik tolol. Itu tidak boleh ditolerir. Ini kan era keterbukaan. Siapa pun tidak ada lagi yang untouchables,� tegasnya.
Tapi Fahri tidak tegas menjawab ketika wartawan menanyakan Jonan layak di reshuffle? �Pak Jokowi mau tarok siapa yang jadi Menteri Perhubungan, silakan. Yang penting rakyat tambah sejahtera dan tahun depan tidak ada lagi orang yang megap-megap di pintu tol Brexit,� pintanya. (jpnn.com)

Senin, 13 Juni 2016

Pengakuan Fahrurrozi Ishaq: Jadi Gubernur Tandingan Ahok, Karena Dipaksa | Pontianak Informasi



NKRI NEWS, JAKARTA -- Fahrurrozi Ishaq, Gubernur tandingan Ahok yang dilantik oleh Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ), Senin (1/12) lalu, mengatakan dirinya tak pernah berniat menjadi seorang gubernur. Bang Ozi -begitu ia akrab disapa- mengaku dipaksa oleh umat untuk menjadi pemimpin Jakarta versinya.

�Suara itu keluar ketika kami sedang berkumpul di Bundaran HI. Saya sudah menolak dicalonkan tapi dikejar terus,� katanya kepada CNN Indonesia usai jumpa pers di kantor Gubernur Tandingan, di bilangan Jakarta Timur, Rabu (3/12). 

Setelah disuarakan, kata Bang Rozi, Presidium Penyelamat Jakarta (PPJ) kemudian bersidang. �Semua memilih saya, sulit untuk mengelak,� katanya. �Akhirnya saya terima juga menjadi Gubernur Jakarta.� 

Ide pencalonannya menutut Rozi datang dari mulut Imam Besar FPI, Rizieq Shihab. Menurut banyak orang, katanya, dirinya merupakan sosok perekat umat. �Pilihannya waktu itu cuma saya doang," katanya.

Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ), Senin (1/12) lalu, melantik Fahrurrozi Ishaq sebagai Gubernur Masyarakat Jakarta. Hal ini mereka lakukan sebagai simbol penolakan mereka terhadap Basuki Tjahaja Purnama. Basuki sebelumnya telah dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta, 19 November 2014.

Dalam waktu dekat ini Fahrurrozi akan membuka posko di seluruh titik rawan banjir di Jakarta.

Rozi menambahkan, pelantikan Ahok yang berlangsung di Istana Negara beberapa waktu lalu adalah pelanggaran hukum, atau inkonstitusional. Sebaliknya, dia mengklaim pelantikannya gubernur tandingan di depan Gedung DPRD konstitusional karena dipilih dan ditunjuk oleh rakyat.
(CNN Indonesia)



Jumat, 10 Juni 2016

Inilah Berita Dari Koran The New York Times Yang Buat Pembenci Ahok Kelabakan | Pontianak Informasi



NKRI NEWS ~ Harian The New York Times edisi 5 Juni 2016 mengulas sosok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Harian dengan oplah nomor dua terbesar di Amerika Serikat (AS) itu menyebut Ahok sebagai sosok yang mengguncang sistem perpolitikan Indonesia yang dikendalikan oleh kaum elite partai.

Sistem perpolitikan yang terguncang itu, kata harian tersebut, adalah sistem yang dikuasai keluarga dinasti politik, para mantan jenderal, atau para pebisnis kaya.

Dikatakan bahwa politisi di daerah "disandera" oleh kepentingan politisi nasional. Dalam sistem semacam itu, walau unggul dalam survei, para calon kepala daerah kadang-kadang tidak dapat berbuat banyak. Partai politik umumnya meminta "mahar" untuk pencalonan dan mensyaratkan untuk membiayai sendiri kampanye politik.

New York Times menyebut Ahok sebagai sosok political outsider karena latar belakangnya sebagai minoritas dari sisi etnis dan keyakinan agamanya. Status outsider itu semakin kuat dengan keputusannya berpolitik melalui jalur independen.

Sejak menjabat November 2014, Ahok disebut tidak menunggu lama untuk "menyikat" birokrat yang tidak kompeten dan memberantas korupsi yang merajalela. Harian itu menulis, target baru mantan Bupati Belitung Timur itu adalah mengguncang sistem politik nasional yang dikuasai kelompok oligarki.

New York Times kemudian mengutip Charlotte Setijadi, periset di program Ilmu Indonesia di Institut Studi Asia Tenggara-Yusof Ishak yang berbasis di Singapura. Charlotte mengatakan, "Basuki (Ahok) menampilkan dirinya sebagai sosok alternatif melawan sistem politik yang memuakkan banyak rakyat Indonesia."

"Keberaniannya itu akan menolong dia meraup suara pada Pilkada  DKI," lanjut Charlotte.

Laporan itu menyatakan, Ahok memilihjalur independen demi menghindari bernasib sama seperti Presiden Joko Widodo yang terkadang mendapatkan kesulitan dari partai politik pendukungnya sendiri, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Ahok disebut menolak tawaran dukungan dari PDI-P untuk maju sebagai calon gubernur Jakarta.

Laporan itu juga mengutip bakal calon gubernur DKI dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno, yang mengatakan keputusan Ahok maju melalui jalur independen seharusnya membangunkan elite politik.

"Jika parpol tidak mendapatkan kandidat yang tepat yang didukung rakyat, parpol akan menghadapi calon independen yang didukung rakyat. Parpol perlu mempersiapkan strategi untuk menarik calon dengan kemampuan terbaik," tutur Sandiaga dalam laporan itu.

Fenomena "Teman Ahok" juga tak luput dari laporan New York Times. Gerakan itu dinilai telah sangat banyak membantu Ahok untuk memerangi sistem politik yang telah berakar urat.

Teman Ahok dilaporkan menjual t-shirt, merchandise, dan stiker untuk menjalankan biaya operasionalnya. The New York Times menambahkan, baik Ahok maupun Teman Ahok telah menyatakan secara terpisah bahwa mereka tidak berkolaborasi dan baru bertemu secara pribadi sebanyak tiga kali.

Harian itu melanjutkan, walau tidak sedikit yang menentang, gaya kepemimpinan Ahok yang sangat blakblakan memenangkan hati banyak warga Jakarta, terutama para pemilih muda dan kaum kelas menengah ke bawah.

Golongan masyarakat ini terpikat dengan sejumlah kebijakan-kebijakan Ahok, seperti percepatan pembangunan infrastruktur seperti MRT dan program Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat yang menolong banyak masyarakat miskin.

Pada Pilkada DKI 2012, etnisitas dan agama Ahok menjadi salah satu isu yang digunakan lawan politiknya. Kali ini dengan mengutip sebuah survei, The New York Times menulis bahwa hampir dua pertiga warga Jakarta tidak merasa isu SARA akan diangkat pada Pilkada 15 Februari 2017
Sumber : Rakyat.win




Kamis, 09 Juni 2016

Rencana Besar Ahok yang bikin Dunia Tercengang soal Jakarta | Pontianak Informasi



NKRI NEWS - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memiliki konsep pembayaran serba cashless atau mengurangi transaksi tunai, yang ingin dia terapkan di Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan sebuah kartu bernama JakartaOne yang nantinya menjadi kartu wajib warga Jakarta.

"Saya kepengin pokoknya yang enggak punya kartu ini bakal susah saja hidup di Jakarta," ujar Ahok, sapaan Basuki, beberapa waktu lalu.

Kartu JakartaOne yang masih disiapkan ini nantinya akan menjadi model pembayaran segala transaksi di Jakarta, misalnya untuk naik bus transjakarta.
Ahok memiliki tujuan dengan menerapkan sistem ini untuk perjalanan bus transjakarta meski kini sudah diterapkan.

Menurut Ahok, dengan menggunakan kartu, Pemprov DKI bisa memantau perjalanan warga Jakarta. Pemprov DKI bisa mengetahui dari halte mana seorang warga naik dan halte mana warga itu keluar setiap harinya.

Jika rute yang dilewati warga tersebut juga banyak dilalui oleh orang lain, PT Transportasi Jakarta bisa saja membuat trayek baru sehingga orang tidak perlu transit lagi.

"Kalau kamu bantu menempelkan itu ke pintu, saya bisa bikin jurusan baru enggak? Berapa orang yang lewat, jam berapa, balik lagi jam berapa, sehingga saya bisa siapkan satu bus baru yang langsung saja, enggak usah turun orangnya biar tidak capek," ujar Ahok.

Hal yang sama juga berlaku untuk pembelian beras. Saat ada operasi pasar yang menjual beras murah, bukan tidak mungkin beras tersebut diborong oleh oknum pedagang untuk dijual kembali.

Akhirnya, rakyat miskin tetap membeli beras dengan harga mahal.

Jika nanti pembayaran bisa dilakukan dengan JakartaOne, Pemprov DKI bisa mengetahui siapa pembelinya.

"Coba kalau dengan kartu, kamu beli saya tahu siapa. Saya sekarang kenapa enggak bisa lakukan operasi pasar setiap hari, saya takut yang belinya pedagang nanti," ujar Ahok.

Hal ini sudah mulai diterapkan Ahok dengan menggunakan Kartu Jakarta Pintar. Pemilik KJP berhak membeli daging seharga Rp 35.000 untuk satu kilogram.

Daging tersebut bisa dibeli setiap bulan agar pelajar di Jakarta dapat memenuhi kebutuhan gizinya.

Dengan menggunakan KJP, daging subsidi itu akan tepat sasaran karena dibeli langsung oleh warga yang membutuhkan.

Ahok mengatakan, pembayaran cahsless akan membuat Pemprov DKI bisa melayani warga Jakarta dengan lebih baik. Selain itu, anggaran yang digunakan akan lebih tepat sasaran.

Ahok sendiri berharap kartu tersebut sudah bisa diluncurkan bulan depan.

"Supaya saya bisa berikan servis lebih baik, pelayanan lebih baik, itu sih konsepnya," ujar Ahok. (Kompas)


Ramai Soal Jilbab Amalia, ini Penjelasan Teman Ahok dan Suami Amelia | Pontianak Informasi



NKRI NEWS, Jakarta - Panasnya suasana menuju Pilgub DKI 2017 sudah terasa di media sosial. Pendiri Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, ramai dibicarakan soal hijabnya.

Di sejumlah postingan di media sosial, baik Twitter maupun Facebook, Amalia ramai dibahas terkait jilbab yang dikenakannya. Amalia disebut mengenakan jilbab hanya untuk kampanye Ahok di Pilgub DKI 2017.

Postingan itu diiringi unggahan foto seorang wanita berkacamata yang mirip Amalia, tak mengenakan hijab di Singapura. Wanita itu disebut sebagai Amalia sebelum mendirikan Teman Ahok.

Teman Ahok memberi penjelasan soal tudingan terhadap Amalia di situsnya. Di situs itu, Amalia juga memberi pernyataan bahwa tudingan soal hijab itu fitnah. Berikut penggalan penjelasan situs Teman Ahok:

Informasi fitnah tersebut disebarkan pertama kali oleh akun Facebook milik "Zeng Wei Jian" dan dengan cepat menyebar di kalangan tertentu. Akun tersebut memakai wacana 'Silent Attack on Islamic Akidah'. Bahkan belakangan, akun yang sama juga mengarahkan isu bahwa Amalia merupakan putri dari politisi PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning, meski disebutkan bahwa hal tersebut dalam konfirmasi. 

"Hal ini juga fitnah. Saya anak dari keluarga sederhana yang tak berpolitik sama sekali," kata Amalia.

Teman Ahok menjelaskan bahwa wanita tak berhijab yang fotonya disebar bukanlah Amalia Ayuningtyas. Teman Ahok menegaskan Amalia sudah mengenakan jilbab sejak SMA.

"Itu bukan Amalia. Amalia itu belum pernah ke Singapura, pertama kali yang kemarin itu dan langsung dipulangkan oleh imigrasi sana. Tapi pengunggah foto itu, yang akun Zeng Wei Jian juga sudah meminta maaf. Dia mengakui itu bukan Amalia. Ada juga akun yang mengaku orang di foto itu, dia marah-marah karena dikaitkan dengan Amalia. Ya tahu sendiri kan kalau di media sosial jadi liar," kata Koordinator Teman Ahok Aditya Yogi Prabowo saat dihubungi detikcom, Rabu (8/6/2016).

Foto Amelia Ayuningthias di Singapura sekitar 3 tahun lalu (ist)

Muncul juga sosok Agung Gumilar, yang mengaku sebagai suami dari perempuan tak berhijab yang fotonya disebar di media sosial. Agung menjelaskan wanita itu adalah istrinya yang bernama Amelia Ayuningthias. Ejaan nama dan wajah antara Amalia dan Amelia memang mirip.

"Itu bukan sosok Amalia Ayuningtyas aktivis Teman Ahok. Itu foto istri saya," kata Agung saat dihubungi detikcom, Rabu (8/6/2016).

Foto pernikahan Agung Gumilar dan Amelia Ayuningthias (ist.)

Agung menjelaskan foto itu diambil sekitar 3 tahun lalu, saat Amelia berlibur ke Singapura, saat mereka belum menikah. Agung menunjukkan foto-foto Amelia lainnya dan foto pernikahannya, sebagai bukti dia suami Amelia. Dia mengatakan foto di Singapura yang ramai tersebar di media sosial memang disimpan di akun Facebook Amelia Ayuningthias.

"Tapi sebenarnya sudah diprivate, jadi orang tertentu aja yang bisa lihat foto itu. Saya juga nggak tahu gimana bisa tersebar," ujar Agung.

Agung berharap isu soal Amalia dan Amelia diluruskan. Dia berharap istrinya tak diikut-ikutkan urusan politik Pilkada DKI 2017.

"Mohon diluruskan. Jangan sampai nama baik istri saya tercemar," ujarnya. 
(Detik.com)


Sabtu, 04 Juni 2016

Beredar, Sampul Buku Tahlilan Kematian Habiburokhman yang Janji Terjun Dari Monas | Pontianak Informasi



Foto sampul buku tahlilan Politikus Partai Gerindra Habiburokhman beredar luar di media sosial.
Dalam foto tersebut, Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra itu dikabarkan meninggal sebelum Pilkada DKI.
Seperti yang diketahui, Habiburokhman didesak segera terjun dari Monas setelah relawan Teman Ahok, Senin (10/04/2016), mengklaim sudah memenuhi jumlah minimum Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang disyaratkan KPUD DKI bagi pasangan calon perseorangan untuk bisa berkompetisi pada Pilkada DKI 2017.
Sejak saat tersebut, tak henti-hentinya pendukung Ahok dan Habiburokhman melakukan �perang� komentar di media sosial, terutama Twitter.Terbaru, Habiburokhman menuding jika Teman Ahok berbohong soal jumlah KTP.
Pria yang berprofesi sebagai pengacara ini menegaskan hal tersebut menyusul sinyal dari Ahok bahwa dia bakal menerima jika ada partai yang meminang dirinya untuk maju sebagai calon gubernur Jakarta.

�Akhirnya yang benar ya Habiburokhman Si Tampan dan Cerdas, klaim KTP cuma gertak wkwkwkwk,� kicau Habiburokhman via akun Twitter, Rabu (01/05/2016).
Sebelumnya, melalui akun Twitter, politikus Gerindra itu bersumpah akan terjun dari atas Monas jika calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dapat mengumpulkan KTP untk maju dalam Pilkada secara independen.
�Benar saya menulis dengan sadar dan ikhlas,� tuturnya saat dikonfirmasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. kejoora.com