Tampilkan postingan dengan label PERKAWINAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERKAWINAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Mei 2016

BAGAIMANA KEDUDUKAN ANAK HASIL ZIN4? inilah pertanyaan umum di kalangan masyarakat - PI

 
Anak hasil zina tidak dinasabkan kepada lelaki yang menzinai ibu anak tersebut meskipun kita mengetahui bahwa secara hukum kauni qadari anak zina tersebut adalah anaknya. 
 
Dalam arti, Allah Subhanahu wa Ta�ala menakdirkan terciptanya anak zina tersebut sebagai hasil percampuran air mani laki-laki itu dengan wanita yang dizinainya. Akan tetapi secara hukum syar�i, anak itu bukan anaknya karena tercipta dengan sebab yang tidak dibenarkan oleh syariat, yaitu perzinaan. Permasalahan ini masuk dalam keumuman sabda Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam:


 ????????? ??????????? ????????????? ?????????

�Anak yang lahir untuk pemilik kasur (artinya, anak yang dilahirkan oleh istri seseorang atau budak wanitanya adalah miliknya), dan seorang pezina tidak punya hak pada anak hasil perzinaannya.� (Muttafaq �alaih dari Abu Hurairah dan �Aisyah radhiyallahu �anha)

Dengan demikian, jika seorang lelaki menghamili seorang wanita dengan perzinaan kemudian dia bermaksud menikahinya dengan alasan untuk menutup aib dan menyelamatkan nasab anak tersebut, maka hal itu haram atasnya dan pernikahannya tidak sah. Karena anak tersebut bukan anaknya menurut hukum syar�i. Ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama sebagaimana dalam Al-Mughni (6/184-185) dan Syarah Bulughul Maram karya Asy-Syaikh Ibnu �Utsaimin rahimahullahu pada Bab �Iddah wal ihdad wal istibra`. Dan ini yang difatwakan oleh Al-Lajnah Ad-Da`imah dalam Fatawa mereka (20/387-389).

Berdasarkan hal ini, seluruh hukum nasab antara keduanya pun tidak berlaku. Di antaranya:

a. Keduanya tidak saling mewarisi.

b. Lelaki tersebut tidak wajib memberi nafkah kepadanya.

c. Lelaki tersebut bukan mahram bagi anak itu (jika dia wanita) kecuali apabila lelaki tersebut menikah dengan ibu anak itu dan telah melakukan hubungan (sah) suami-istri, yang tentunya hal ini setelah keduanya bertaubat dan setelah anak itu lahir, maka anak ini menjadi rabibah-nya (anak tiri) dlm syariat sehingga menjadi mahram.

d. Lelaki tersebut tidak bisa menjadi wali anak itu dalam pernikahan (jika dia wanita). Namun bukan berarti laki-laki tersebut boleh menikahi putri zinanya. Yang benar dalam masalah ini, dia tidak boleh menikahinya, sebagaimana pendapat jumhur yang dipilih oleh Syaikhul Islam dan Asy-Syaikh Ibnu �Utsaimin. Karena anak itu adalah putrinya secara hukum kauni qadari berasal dari air maninya, sehingga merupakan darah dagingnya sendiri. Dalil yang paling kuat dalam hal ini adalah bahwasanya seorang laki-laki tidak boleh menikahi anak susuannya yang disusui oleh istrinya dengan air susu yang diproduksi dengan sebab digauli olehnya sehingga hamil dan melahirkan. Kalau anak susuan seseorang saja haram atasnya, tentu seorang anak zina yang berasal dari air maninya dan merupakan darah dagingnya sendiri lebih pantas untuk dinyatakan haram atasnya. (Lihat Majmu� Fatawa, 32/134-137, 138-140, Asy-Syarhul Mumti�, 5/170)

Para ulama menyatakan bahwa seorang anak zina dinasabkan kepada ibu yang melahirkannya, dan keduanya saling mewarisi. Jadi nasab anak tersebut dari jalur ayah tidak ada. Yang ada hanyalah nasab dari jalur ibunya. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah bahwasanya suami istri yang melakukan li�an3 di hadapan hakim karena suaminya menuduh bahwa anak yang dikandung istrinya adalah hasil perzinaan sedangkan istrinya tidak mengaku lalu keduanya dipisahkan oleh hakim, maka anak yang dikandung wanita itu dinasabkan kepada ibunya dan terputus nasabnya dari jalur ayah. Sebagaimana dalam hadits Sahl bin Sa�d As-Sa�idi radhiyallahu �anhu yang muttafaq �alaih.

Jika kedua orang yang berzina tersebut menikah dalam keadaan wanitanya hamil maka pernikahan itu tidak sah 

Hanya saja, kalau pernikahan itu dilangsungkan dengan anggapan bahwa hal itu boleh dan sah sebagaimana mazhab sebagian ulama yang berpendapat: �Boleh bagi seorang lelaki yang menghamili seorang wanita dengan perzinaan untuk menyelamatkan nasab anak itu dengan cara menikahinya dalam keadaan hamil, dengan syarat keduanya telah bertaubat dari perzinaan dan diketahui dengan pasti/yakin bahwa yang menghamilinya adalah laki-laki itu�, maka pernikahan itu dikategorikan sebagai nikah syubhat.

Artinya, pernikahan itu berlangsung dengan anggapan bahwa hal itu boleh menurut syariat, padahal sebenarnya tidak boleh. Berarti pernikahan itu tidak mengubah status anak hasil perzinaan tersebut sebagai anak zina, dia tetap dinasabkan kepada ibunya dan tidak sah dinasabkan kepada lelaki tersebut.

Adapun anak-anak yang dihasilkan setelah nikah syubhat, status mereka sah sebagai anak-anak keduanya. Akan tetapi wajib atas keduanya untuk berpisah ketika mengetahui hakikat sebenarnya bahwa pernikahan itu tidak sah, sampai keduanya menikah kembali dengan akad nikah yang benar dan sah, tanpa harus melakukan istibra` ar-rahim. Ini adalah jawaban Syaikhuna Al-Faqih Abdurrahman Al-�Adni hafizhahullah wa syafahu.

Dengan demikian, diketahuilah bahwa hubungan antara anak zina tersebut dengan anak-anak yang lahir dengan nikah syubhat tersebut adalah saudara seibu tidak seayah, yang berarti mereka adalah mahramnya. Namun tidak bisa menjadi wali pernikahannya menurut pendapat jumhur, yang menyatakan bahwa wali pernikahan seorang wanita adalah setiap lelaki yang merupakan �ashabah wanita itu, seperti ayahnya, kakeknya dari jalur ayah, putranya, anak laki-laki putranya, saudara laki-lakinya yang sekandung atau seayah, pamannya dari jalur ayah dan �ashabah lainnya.

Sumber:www.solusiislam.com

Jumat, 13 Mei 2016

TAUKAN ANDA! Mengapa Wanita Yang Hamil Diluar Nikah Lebih Mudah Melahirkan? Ini Jawabannya - PI

 
Banyak pemberitaan media elektronik yang mengabarkan bahwa ada wanita-wanita yang melahirkan dengan begitu mudahnya tanpa bantuan bidan atau siapa pun. Sayangnya, para wanita tersebut adalah wanita-wanita yang belum menikah. Artinya mereka adalah wanita yang hamil di luar nikah. Mereka bisa melahirkan dimana saja, misalnya di jalan, di toilet dan di tempat-tempat lainnya yang minim peralatan dan bantuan medis.

Bahkan dalam fase kehamilan pun mereka melaluinya dengan begitu mudah. Besarnya kandungan tidak terlalu terlihat sehingga bisa mereka sembunyikan. Mereka pun masih bisa mengikuti kegiatan sehari-hari seperti biasa misalnya pergi sekolah, praktek lapangan, atau pulang pergi untuk bekerja.

Sedangkan di sisi lain, wanita-wanita yang mengandung secara halal melalui jalan pernikahan kebanyakan mengalami kesulitan dan kepayahan saat mengandung dan melahirkan anaknya. Kadang mereka mengalami kesulitan sejak awal kandungan. Banyak dari calon ibu ini yang untuk makan saja mengalami kesulitan karena rasa mual yang mendesak. Begitu memasuki usia kandungan yang lebih tua, maka ia akan berada dalam kondisi payah dimana untuk bergerak saja susah.

Maka timbullah pertanyaan, mengapa wanita yang hamil di luar nikah lebih
mudah mengandung dan melahirkan dibandingkan mereka yang hamil melalui jalan pernikahan?
Sebenarnya segala
kemudahan yang dialami wanita yang hamil di luar nikah adalah bentuk dari dicabutnya pahala dari mereka. Mereka tidak mengalami kepayahan sebagaimana wanita-wanita lain yang hamil melalui jalur yang sah. Nikmat bersusah payah dalam mengandung dan nikmat sakitnya dalam melahirkan telah dicabut darinya dan diganti dengan perasaan takut dan rasa bersalah yang menghantui.

Maka dengan mudahnya mereka melahirkan walau tanpa bantuan orang lain. Dengan tidak adanya orang lain ini, membuka jalan dua pilihan bagi mereka yakni apakah mereka hendak bertobat dan mengurus anaknya dengan baik ataukah mereka hendak menambah dosa dengan melakukan perbuatan keji membunuh darah daging sendiri.

Banyak yang terjerumus memilih jalan kedua. Dengan tega mereka mengakhiri hidup bayi yang tidak berdosa itu, entah dikubur atau dihanyutkan ke sungai. Kemudian mereka berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan bersikap biasa-biasa saja di masyarakat. Namun demikian, perasaan bersalah itu akan semakin besar dan merenggut ketenangan hidup darinya. Makan tak enak, tidur tak nyenyak dan tak ada lagi senyum bahagia yang akan menghiasi hari-harinya.

Sedangkan nun jauh di sana, laki-laki yang harusnya bertanggungjawab dengan semua itu mungkin sedang bersenang-senang dengan wanita lain tanpa memperdulikan semua yang terjadi. Maka merugilah wanita-wanita yang menyerahkan kehormatannya sebelum halal pada laki-laki tidak bertanggung-jawab dengan mengatasnamakan cinta. Bagi yang sudah terlanjur, lebih baik segera bertobat dan memperbaiki diri. Sedangkan bagi yang belum terjerumus lebih baik cepat-cepat berusaha untuk menjadikan hubungan yang dijalani kearah halal.
Wallahu a�lam.

Sumber  : http://dakwah-surga.blogspot.co.id
 

Rabu, 11 Mei 2016

9 ALASAN UNTUK TIDAK MENUNDA PERNIKAHAN DI USIA MUDA - PI

Menikah adalah hal yang indah bagi pasangan yang saling mencintai dan sebenarnya tidak ada patokan berapa usia yang tepat untuk menikah. Asalkan memiliki kemampuan dan kematangan, menikah sangat dianjurkan untuk dilakukan. Banyak yg mengatakan bahwa usia-usia muda merupakan usia terbaik untuk menikah. Baik dari sisi kesehatan dan psikologis, usia muda bisa dikatakan usia yang paling ideal. Berikut beberapa alasan mengapa sebaiknya menikah di usia muda.
1. Lebih terjaga dari dosa
Dalam ajaran agama, menikah di usia muda adalah hal yang di anjurkan karena dapat mencegah terjadinya pergaulan bebas dan penyebaran penyakit kelamin yang berbahaya. Selain itu, menikah di usia muda juga memastikan konteks garis keturunan yang jelas.
2. Lebih bahagia
Hasil riset National Marriage Project�s 2013 di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, persentase tertinggi orang yang merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah mereka yang menikah di usia 20-28 tahun. Sebab mereka umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi.
Pasangan muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya. Bahkan, ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan akibatnya hidup �pas-pasan�, mereka tetap bisa enjoy dengan kondisi tersebut.
3. Mudah beradaptasi
Pengantin berusia muda memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan, lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, keluarga pasangan, dan kebiasaan buruk pasangan.
Hal yang demikian tidak terjadi pada pasangan penganting yang telah berusia matang.
4. Lebih puas untuk urusan int1m
Pasangan yang menikah di usia 20-an cenderung melakukan hubungan 1ntim lebih sering daripada mereka yang menikah lebih lambat. Hasil studi Dana Rotz dari Harvard University pada 2011 menunjukkan, menunda usia menikah empat tahun terkait dengan penurunan satu kali hubungan int1m dalam sebulan.
Sedangkan dalam tingkat kepuasan, menikah di usia muda � diantaranya dengan dukungan fisik yang masih prima- membuat suami istri lebih menikmati keadaan 1ntim.
5. Belajar kedewasaan
Belajar menjadi lebih dewasa dengan orang yang kita cintai adalah fase hidup yang menyenangkan. Bisa menjadi lebih bertanggung jawab. Daripada sebelumnya saat belum menikah, seseorang akan bisa lebih bertanggung jawab karena tuntutan atau keadaan yang memaksa harus seperti itu.
6. Emosi lebih terkontrol
Menikah di usia muda terbukti lebih cepat mendewasakan pasangan tersebut. Dalam arti, menikah dan berumah tangga membuat seseorang lebih terkontrol emosinya. Ini dipengaruhi oleh ketenangan yang hadir sejalan dengan adanya pendamping dan tersalurkannya �kebutuhan batin.�
Hasil studi sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker pada tahun 2010 mendukung hal ini. Menurut hasil studi tersebut, menikah pada usia muda akan lebih bermanfaat dari sisi kesehatan dan mengontrol emosi.
6 Bersama-sama mengejar mimpi
Masa muda adalah masa mengejar impian. Di sinilah letak serunya menikah muda, Anda dan pasangan masih memiliki semangat yang tinggi dalam mengejar cita-cita. Tak sebatas itu saja, dukungan yang diberikan pun lebih konkrit dan nyata.
7. Lebih mudah meraih kesuksesan
Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu. Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih tenang, merasakan sakinah.
Dengan ketenangan dan stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir dan beraktifitas apa pun. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang menikah di usia 20-an.
8. Faktor reproduksi
Peluang memperoleh anak lebih tinggi, dibandingkan pengantin wanita berusia lebih dari 35 tahun. Ini adalah keuntungan menikah muda.
9. Lebih baik bagi masa depan anak-anak
Lebih baik bagi masa depan anak-anak di sini bukan berarti menikah di usia muda memungkinkan anak sudah dewasa saat Anda pensiun. Meskipun, hal itu juga bisa menjadi salah satu pertimbangan.
Namun yang lebih penting dari itu, menikah di usia muda dan memiliki buah hati di usia muda, saat Anda belum mapan secara ekonomi berarti kamu dapat mendidik anak-anak secara langsung merasakan pahit getirnya kehidupan. Artinya mereka telah mencicipi perjuangan Anda. Dan jangan sampai anak-anak hanya tahu fasilitas dan hidup enak tanpa merasakan hidup adalah perjuangan.
Kesimpulannya
Nah, buat kamu yang sudah benar-benar matang dan siap untuk berumah tangga, tidak salah untuk meneruskan hubungan dengan seorang ke jenjang yang lebih tinggi. "BISMILLAH" DENGAN SEGALA KEMAMPUAN YANG ADA INSYAALLAH ALLAH AKAN MUDAHKAN SEGALA URUSAN MU NANTI.

 SUMBER : http://www.tips-cewek.com/
  

KETAHUILAH 5 KERUGIAN BESAR PACARAN, nomor 5 paling sering terjadi dan yang paling fatal - PI


Setiap hal pasti memiliki sisi yang buruk dan baik, begitu pula dengan hubungan dekat antara kamu dengan orang lain (terutama dalam konteks pacaran). Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini, kita akan melihat 5 kerugian besar pacaran yang harus kamu ketahui ! 

#1. Berkurangnya �me time� yang berkualitas
Kerugian pacaran yang pertama adalah berkurangnya jumlah dan kualitas �me time� yang kamu miliki. Me time adalah waktu yang dapat kamu pergunakan sendirian untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan, misalnya bermain, hangout dengan sahabat, membaca buku, mendengarkan musik, menonton film, dan hal-hal lainnya yang bisa kamu lakukan tanpa bantuan orang lain.
Para ahli psikologi setuju bahwa sangat penting bagi kita untuk memiliki me time yang cukup, karena me time dapat membantu kamu untuk menjadi lebih produktif, berkonsentrasi lebih baik, memecahkan masalah dengan lebih efisien dan sebagainya.
Jika kamu berkomitmen dengan orang lain secara serius (pacaran), maka me time kamu akan berkurang secara signifikan, karena kamu memiliki orang lain yang harus di perhatikan. Selain itu, banyak waktu kamu akan tersita untuk kegiatan yang kurang produktif, misalnya chatting terus-terusan di messenger atau teleponan selama berjam-jam.
#2. Kamu selalu memiliki opini kedua
Kerugian pacaran yang kedua adalah kamu akan selalu memiliki second opinion alias opini kedua. Opini kedua akan selalu di berikan oleh orang-orang terdekat, terutama gebetan kamu.
Contoh sederhana second opinion adalah saat kamu berusaha tampil cantik, namun tiba-tiba pasangan kamu nyeletuk �kamu kok kurang sip ya kalo dandan kayak gitu?�. :)
Terlalu banyak second opinion yang kamu terima akan menyebabkan kamu kehilangan jati diri dan self confident yang seharusnya bisa muncul dari dalam diri kamu sendiri.
#3. Lawan Jenis adalah makhluk yang sulit di mengerti
Mungkin segalanya akan terasa lebih mudah di jalani jika kamu punya pacar cowok yang mengerti dengan kondisi dan kemauan kamu. Akan tetapi, segalanya akan menjadi sulit jika kamu punya pacar yang posesif dan tidak mau mengerti apa yang kamu mau.
Kamu harus tahu bahwa hampir semua cowok/cewek yang ada di dunia ini adalah makhluk yang kompleks. Tidak semua hal bisa menjadi mix and match buat mereka. Dengan kondisi yang seperti ini, kamu harus siap menerima segala konsekuensi dari hubungan yang kamu jalani.
#4. Pacaran terkadang bisa melelahkan
Kerugian pacaran yang ke empat adalah kamu mungkin akan merasakan rasa lelah dan bosan dalam segi emosional. Kelelahan atau rasa bosan secara emosional ini di sebabkan oleh perbedaan prinsip mendasar yang ada di setiap individu.
Selain karena perbedaan prinsip atau persepsi, kelelahan emosi juga bisa muncul dari konflik yang mungkin terjadi selama kamu menjalani masa pacaran.
#5. Bahaya s3ks bebas
Pacaran identik dengan berdua-duaan dalam melakukan sesuatu. Oleh karenanya, pacaran rentan mengarah pada perbuatan yang tidak di perkenankan dalam norma sosial dan keagamaan : s3ks bebas.
S3ks bebas merupakan kerugian pacaran yang paling besar, karena secara umum yang paling mendapatkan dampak negatif dari s3ks bebas adalah pihak cewek itu sendiri.
Dari riset yang dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2005, terungkap fakta bahwa besaran angka abors1 kehamilan yang terjadi di negara tersebut adalah 3.315 kali abors1 terjadi setiap hari. Dari angka tersebut, 66% di antaranya abors1 di lakukan oleh wanita yang hamil di luar pernikahan.
Di level internasional, statistik menunjukkan bahwa angka abors1 terjadi di negara-negara yang sedang berkembang (termasuk Indonesia) dengan kisaran 83% dari keseluruhan angka aborsi di dunia.


Selasa, 12 April 2016

6 KEBIASAAN SEPELE YANG BISA MEMICU PERCERAIAN - PI


Semua orang tidak menginginkan perceraian saat membina rumah tangga dengan orang yang dicintainya. Namun, kebiasaan-kebiasaan kecil yang terkesan sepele ternyata dapa memicu perceraian. Penelitian menunjukkan, tidak semua orang sadar hal yang dilakukannya memicu perceraian. Seperti terlalu banyak melihat media sosial saat tengah di ranjang bersama pasangan. Nah, tahukah Anda itu memicu perceraian? Ketahuilah selengkapnya seperti dikutip dari Elle, Jumat (8/4/2016) berikut.

 1. Berbicara keburukan pasangan di belakang

Keburukan pasangan tidak seharusnya diketahui orang lain. Apalagi Anda berbicara di belakang dia. Jika Anda melakukan ini, artinya Anda tidak menghargai pasangan. Jika Anda ingin ia mengubah kebiasaan buruknya, cobalah untuk membicarakannya berdua dengan pasangan.

2. Membandingkan ia dengan mantan

Meskipun Anda masih sangat mengingat kebaikan mantan, jangan sekali-sekali membandingkan pasangan Anda yang sekarang dengan dia. Sekalipun hanya berada di pikiran Anda, hal ini berpotensi merusak sebuah hubungan pernikahan.

3. Tak Pernah Mengerti Pasangan

Mungkin terdengar klise, tetapi saling pengertian merupakan kunci langgengnya sebuah pernikahan. Terkadang orang merasa apa yang dikatakan pasangannya tidak masuk akal, tetapi saat ia mencoba untuk mengubah perspektifnya, maka ia akan lebih mengerti.

4. Memulai pertengkaran karena emosi sesaat

Jika emosi Anda tiba-tiba melonjak saat Anda sedang berbicara dengan pasangan, maka itu bukanlah pertanda yang baik. Biasanya wanita lebih emosional dari pria, tetapi berbicara dengan nada tinggi itu bisa memicu pertengkaran. Padahal sebenarnya Anda bisa menghindarinya.

5. Berpura-pura tenang

Terlihat terlalu emosional memang buruk untuk keharmonisan sebuah hubungan. Namun berpura-pura tenang juga tidak akan membantu. Tubuh Anda terkadang tidak bisa dikontrol saat berpura-pura tenang, misalnya suara Anda akan meninggi, pupil Anda membesar, dan wajah sedikit pucat. Maka ada baiknya Anda membicarakan hal yang Anda tidak sukai kepada pasangan, meskipun dilakukan dengan cara yang tenang.

6. Tidak bertengkar sama sekali

Terlalu sering bertengkar dengan pasangan memang buruk, tetapi tidak bertengkar sama sekali juga bisa memicu retaknya sebuah hubungan pernikahan. Karena tidak ada orang yang selalu sepakat sepanjang waktu. Dengan bertengkar, Anda menunjukkan bahwa Anda peduli dengan hubungan tersebut.

Senin, 11 April 2016

4 CARA MEMBUAT ISTRI MERASA DI HARGAI - PI

Menghormati dan menghargai istri merupakan elemen penting dalam sebuah pernikahan. Yang mana dua hal ini akan senantiasa mampu menciptakan hubungan suami dan istri yang berjalan lebih baik dan akan mampu berjalan lebih lama. Pernikahan adalah sebuah proses panjang yang terjadi dalam siklus hidup seseorang, untuk itulah diharapkan para insan yang menjalani pernikahan ini sebisa mungkin dituntut untuk dapat menciptakan pernikahan yang bahagia. Agar senantiasa tercipta sebuah lingkungan keluarga yang harmonis dan indah. Keegoisan dan kerasnya sifat dan karakter masing-masing dalam invidu yang menikah merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat kecuali jika segera dilakukan pengobatan.
Dalam kasus ini "pengobatan" yang tepat untuk dapat mengatasi penyakit dari keegoisan dan kerasanya sifat pada masing-masing invidu adalah dengan saling memberikan penghormatan atau saling menghormati satu dengan yang lainnya. Meskipun penting bagi suami dan istri untuk bisa saling menghargai, namun semua wanita dalam kehidupan kita layak untuk dihargai. Menjunjung tinggi rasa penghormatan terhadap wanita adalah hal yang harus senantiasa dimiliki oleh kaum lelaki. Termasuk dalam hal ini para suami yang harus senantiasa menghargai sang istri. Sebab merekalah yang akan menjadi ibu dari calon anak-anak kita sekaligus pendidik yang akan menunjang bagaimana pertumbuhan dan moral anak-anak kita kelak.

Sementara waktu dapat memberikan kebijaksanaan serta memungkinkan kita untuk meningkatkan cinta dengan pasangan, waktu juga akan berdampak pada buruk pada kesehatan kita. Nah, jika kasih dan cinta serta perasaan saling menghargai tumbuh antara suami dan istri, maka rasa saling mengasihi dan saling menjaga akan senantiasa terus tumbuh bahkan hingga usia mereka senja. Sebuah sikap penghargaan dan penghormatan kepada pasangan tidak melulu harus diwujudkan dalam sebuah hadiah mewah dan diberikan pada waktu tertentu. Tindakan kasih dan pelayanan yang tanpa pamrih terbukti lebih berharga dibandingkan segala hal didunia ini. Lantas, bagaimana tips bagi para suami untuk bisa menghargai istri mereka dengan lebih baik? Yuk, kita simak berikut ini.

1. Hormati Istri di Depan Orang Lain

Poin yang pertama dalam menunjukan penghormatan kepada istri adalah dengan belajar menghormatinya dari luar. Seorang istri yang memegang peranan sebagai teman hidup dan pengelola rumah tangga, tentunya ingin jika mereka bisa dihargai dan dihormati sekalipun oleh seorang kepala keluarga seperti suaminya sendiri. Seorang istri akan senang jika diperlakukan dengan baik dan lembut dimana pun mereka berada termasuk saat mereka berada ditempat umum. Akan lebih baik saat seorang istri berada dilingkungan teman-teman, keluarga, kerabat atau tetangga anda tidak mengkritik atau merendahkannya. Sayangnya, saat ini banyak suami yang meremehkan menghargai perasaan seorang istri. Seringkali sewaktu berada dilingkungan teman-temannya karena asik mengobrol dan berbagi hal lucu, seorang istri seringkali dijadikan objek untuk bercanda. Meskipun bernada gurauan, sekecil apapun itu, hal ini tidak dibenarkan. Saat istri bisa dibawa kompromi dan diajak bercanda mengenai hal ini, tentu tidak akan menjadi masalah. Namun percayalah, saat anda dihadapkan pertengkaran bersama dengan sang istri, hal tersebut bisa jadi berbekasi di hati sang istri dan membuat mereka kembali mengungkit hal tersebut. Untuk itulah, berikan pernghargaan dan penghormatan pada istri dengan baik, jangan pernah mencela atau mengkritik mereka sewaktu bersama dengan oranglain.

2. Libatkan Istri Sewaktu Mengambil Keputusan

Jangan menjadi seorang suami yang membuat keputusan penting seorang diri. Memang benar anda adalah seorang kepala keluarga yang memimpin jalannya sebuah keluarga. Namun pernikahan yang dijalani bukan hanya anda dan diri sendiri, ada peranan seorang istri didalamnya. Untuk itulah tidak ada salahnya melibatkan istri dalam mengambil beberapa keputusan penting dalam keluarga. Misalkan ketika anda hendak pindah bekerja atau hendak mencari pekerjaan lain, maka sebaiknya libatkan istri dan minta pendapatnya mengenai keputusan yang akan anda ambil. Selain akan terasa lebih ringan, sang istri juga akan dapat memberikan masukan dan pertimbangan lain pada anda. Dengan demikian anda akan mampu menemukan jalan atau alternatif yang lebih baik karena dipikirkan bersama-sama. Selain itu, keputusan ini tentunya adalah sebuah keputusan besar yang akan mempengaruhi kesehajteraan dalam keluarga karena menyangkut pendapatan dan nafkah yang anda berikan kepada istri dan anak anda. Ketika anda mengambil keputusan sendiri, istri tentu akan merasa terkejut dan kecewa karena dirinya merasa tidak dianggap sama sekali.

3. Berikan Dukungan Istri Dalam Menggapai Mimpi dan Keinginannya

Meskipun telah menikah dan terikat dalam jalinan pernikahan bersama, namun masing-masing individu tentu memiliki angan dan impiannya tersendiri. Ketika istri anda ingin melebarkan karirnya ke jenjang yang lebih tinggi atau mereka ingin berfokus pada hobi yang mereka miliki agar bisa berkembang menjadi sebuah profesi. Maka jangan pernah menghalangi mereka untuk menggapainya. Jangan jadikan pernikahan sebagai alasan anda untuk menahan dan menghalangi impiannya. Jika sang istri bisa membagi waktu dan menyeimbangkan tugas dirumah dengan karirnya, maka tidak ada salahnya membiarkan istri melakukan apa yang mereka inginkan. Selama mereka masih bisa mengurus anak-anak dan tugas dirumah terselesaikan serta anda masih bisa ia perhatikan. Biarkan mereka mengejar dan menggapai impiannya. Siapa tahu, hobi atau impian yang ingin mereka gapai dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian keluarga atau karena sang istri merasa bosan dan jenuh terus-terusan berada dirumah.

4. Jangan Pernah Merubah Istri

Dalam rumah tangga mungkin anda menginginkan istri anda bisa menjadi seperti yang anda inginkan. Hanya saja, daripada anda terus-terusan mengubah istri anda untuk bisa berdandan cantik seperti oranglain atau bersih keras menuntut istri menurunkan berat badannya, akan lebih baik jika anda berfokus pada kelebihan sang sitri yang jago masak dan pintar membagi waktu antara keluarga dan suami. Mulailah menerima istri anda apapun kondisinya dan apapun keadaannya. Terimalah semua kekurangannya sebagaimana anda bisa menerima semua kelebihannya.
Demikian beberapa hal dan cara untuk menghormati seorang istri dengan lebih baik. Sikap saling menghargai merupakan elemen penting dalam sebuah hubungan rumah tangga. Untuk itu, mengetahui cara apa saja yang bisa diwujudkan sebagai upaya mengahrgai istri adalah hal baik yang perlu diketahui.

Minggu, 03 April 2016

WANITA WAJIB BACA, INILAH KRITERIA ISTRI YANG SERING DI CERAI SUAMI MENURUT RASULLAH SAW - PI



Harta yang paling berharga bagi seorang suami adalah mendapatkan pasangan hidup yang shalihah, cantik, luar dan dalam, ia ibarat tungkat si buta dan istri yang shalihah ibarat konsultan gratis dan terapi gratis yang bisa digunakan kapanpun. Seperti dirawyatkan Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda, "Mahukah kalian kuberitahu sesuatu harta simpanan (perhiasan) yang amat baik? yakni perempuan solehah, yang apabila kalian melihatnya, dia amat menarik . Apabila kalian perintah, ia patuh. dan juga apabila ditinggal pergi, ia senantiasa melindungi diri serta harta suaminya." - (Riwayat Abu Dawud)

Wanita atau sang isteri jika dilihat ia menyenangkan, itu disebabkan budi yang luhur, baju bersih, dandanan yang serasi di hadapan suaminya dan juga berupaya yang terbaik untuk tampak menarik hanya di depan suami dan juga anak - anaknya. Jika diperintahkan, ia akan patuh, menampilkan ketaatan dan juga baktinya pada suaminya. ia pingin senantiasa membagikan kepuasan untuk suaminya.

Senantiasa memelihara diri dan juga harta suaminya, menggambarkan betapa besar kekokohan agama serta ketebalan imannya terhadap Allah SWT dan Rasul - Nya. Apabila suaminya tidak ada, ia senantiasa memelihara kehormatan diri dan harta suaminya. Bila seseorang perempuan tidak solehah serta memiliki watak atau kerutinan yang buruk, suka menyusahkan suaminya tentulah itu bukan perhiasan untuk seseorang suami. Bahkan, boleh jadi suami tidak suka bersamanya, kemudian menceritakannya.

Jika para isteri menginginkan rumah tangga yang senang di dunia dan juga akhirat, buanglah jauh - jauh 7 watak ini. bila tidak, maka celakalah di dunia serta akhirat .  Adapun 7 kategori perempuan yang kerap diceraikan suami seperti yang dilansir dari eberita.org, yakni:
  1. Tidak memiliki rasa malu . Istri yang tidak malu selalu melakukan perihal yang dilarang Allah SWT, ia jauh dari sifat taqwa dan juga banyak menerapkan perbuatan maksiat
  2. Ausyarah (kotor) ialah tidak pandai mengendalikan rumah, malas mengemas diri, dan juga malas melakukan apa - apa sehingga dirinya, anak - anak dan rumahnya kotor serta tidak menyenangkan.
  3. Asysyakasah (berani ) yaitu, suka membebankan suaminya di luar kemampuannya sampai - sampai mendesak suami melaksanakan perihal perihal yang dimurkai Allah SWT.
  4. Innah (menentang ) yang tidak mahu diperintah suaminya untuk melaksanakan perihal yang baik. Berani melanggar apa yang diperintahkan, terlebih lagi menentang si suami dengan senantiasa menggelar maksiat.
  5. Bitnah (mementingkan isi perut serta banyak menuntut) yang tidak suka berinfak dan enggan mengeluarkan zakat. Selalu mengumpulkan harta kekayaan serta mengenyangkan perut dengan makanan - makanan yang tiada habisnya. Tidak terlintas dibenaknya buat menyumbangkan kepada fakir miskin dan juga anak yatim. Untuk memenuhi seluruh kemauan nafsunya, ia mendesak suaminya untuk mengadakan hal - hal yang boleh mendatangkan kemurkaan Allah SWT. 
  6. Bahriyah (menyuruh suami untuk berbuat jahat) yaitu, senantiasa menghalangi suami untuk berbuat baik. 
  7. Tidak aktif yakni malas berbuat apa - apa. Tidak memiliki kemauan untuk menambahkan ilmu duniawi ataupun ukhrawi. 
Semoga kita semua dijauhkan Allah dari istri-istri yang memiliki sifat seperti diatas, bagi para istri hindarilah sifat- sifat ini agar keluarga berkekalan. amin............