Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Maret 2017

Bakso Malang Memang Mendunia, Marc Marquez pun Kepincut Ingin Membelinya

Juara MotoGP 2016 Marc Marquez menyempatkan diri jajan bakso khas Malang, usai menghadiri peluncuran All New CBR250RR Repsol Edition di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017).
Pantauan Tribunnews.com, saat Marquez membeli bakso bakwan Malang di kawasan JiExpo tersebut, ratusan penggemar yang sudah menunggunya ikut mengabadikan momen yang jarang terlihat itu.
Pengawalan ketat pun dilakukan oleh petugas keamanan khusus, agar Marquez bisa leluasa membeli bakso. Sambil memesan, ia tak beranjak dari motor yang ditungganginya.
Pembalap yang meraih lima gelar juara MotoGP tersebut memang memiliki kenangan khusus terkait bakso. Meski mengaku tak memiliki makanan favorit saat berkunjung ke Indonesia, Marquez sempat mencicipi bakso Malang saat berkunjung ke Indonesia tahun lalu.
"Saya tidak punya makanan yang menjadi favorit secara khusus di Indonesia," kata Marquez kepada Tribunnews.com di Kemayoran, Jumat (3/2/2017).
Saat ditanya apakah memiliki pantangan atau tidak terhadap makanan tertentu, mengingat profesinya yang harus tetap menjaga berat badan, ia pun mengaku tak memiliki pantangan apapun.
"Saya tak punya pantangan terhadap makanan tertentu. Saya orang yang suka makan apa saja," akunya.
Sumber:
http://suryamalang.tribunnews.com/2017/02/04/bakso-malang-memang-mendunia-marc-marquez-pun-kepincut-ingin-membelinya

Selasa, 27 Desember 2016

Siapa Pelatih Timnas Indonesia, Guus Hiddink atau Frank Rijkaard

Nama-nama pelatih top dunia pun mulai diapungkan untuk melatih Timnas Indonesia. Selain nama mantan pelatih Timnas Belanda Guus Hiddink, kali ini mengapung juga mantan striker Timnas Jerman Jurgen Klinsmann. Lantas, siapa yang bakal menukangi Timnas Indonesia yang baru saja gagal memboyong Piala AFF itu?
Timnas Indonesia sepertinya belum akan lepas dari racikan pelatih asing. Setelah Menpora Imam Nahrawi melempar wacana mendatangkan Guus Hiddink, PSSI pun juga ikut menyebut nama asing, bukan pelatih lokal.
Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi ingin mendatangkan Hiddink sebagai pelatih timnas Indonesia. PSSI pun mengaku akan menampung saran dari Imam. "Ini kewenangan federasi. Kami menerima saran dari siapa pun termasuk Pak Menpora," kata Waketum PSSI, Joko Driyono.
Pria yang karib disapa Jokdri ini sendiri malah bilang kalau Indonesia bisa saja dilatih pelatih lainnya yang kelas dunia. "Ada Jurgen Klinsmann yang tanpa melatih timnasnya pun akhirnya bisa sukses melatih timnas Amerika Serikat. Lalu ada juga Frank Rijkaard," lanjut dia.
Di tubuh Timnas Indonesia sendiri saat ini kontrak head coach Alfred Riedl akan berakhir per Desember 2016 ini. Menurut lelaki asal Ngawi tersebut, beberapa nama memang sudah disebut-sebut sebagai calon kuat. Tapi, pengumumannya dan kepastiannya, baru akan dirapatkan sehari sebelum kongres PSSI pada Januari mendatang.
"Nama sudah ada pertimbangan-pertimbangan, tapi kepastiannya tunggu diumumkan di Kongres PSSI pada 8 Januari 2017 mendatang," ungkapnya, Kamis (22/12).
Sebelumnya, nama-nama calon pelatih lokal maupun asing sudah beredar. Di antaranya pelatih Persipura Angel Afredo Vera, eks pelatih Arema Cronus Milomir Seslija, sampai pelatih lokal seperti Indra Sjafri, Nilmaizar, dan Rahmad Darmawan. 
Nama terakhir, sudah memastikan menolak karena terikat kontrak dengan klub Malaysia, T-Team FC yang dibawanya promosi ke kompetisi kasta tertinggi Malaysia Super League, musim lalu. "Jadi, nanti H-1 Kongres akan ada Exco Meeting. Di situ akan dibahas mengenai nama-nama, dipilih ‎kemudian diumumkan saat Kongres tahunan 8 Januari 2017," tandasnya.


Sumber:
http://www.posmetro.co/read/2016/12/23/4198/Siapa-Pelatih-Timnas-Indonesia-Guus-Hiddink-atau-Frank-Rijkaard

Di turnamen ada pemain Timnas, wasit dihajar hingga babak belur


Turnamen Piala Wali Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) dinodai dengan penganiayaan terhadap wasit Ishak Ibrahim yang memimpin pertandingan antara PS Banteng melawan PS Puma. Akibat kejadian itu kepala dan pelipis Ishak mengalami luka robek.

Ketua Panitia Piala Wali Kota Ternate, Amin Subuh menyatakan, insiden penganiayaan yang dilakukan pemain PS Banteng terhadap wasit terjadi setelah penyerang PS Puma mencetak gol melalui Rahmat Rivai di babak kedua menit 69 dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk PS Puma.

Gol yang dicetak mantan pemain Timnas Indonesia itu dinilai berbau offside, akibatnya ratusan pendukung PS Banteng masuk ke lapangan dan melakukan pelemparan terhadap perangkat pertandingan.

Bahkan, wasit Ishak akan melanjutkan pertandingan mendapat perlawanan dari official PS Banteng, bahkan mereka mengejar dan melakukan penyerangan.

Saat itu, sejumlah pemain PS Banteng yang berdekatan dengan wasit langsung menganiaya hingga mengalami luka sobek di kepala dan pelipis, bahkan mendapatkan pukulan dan tendangan mulai dari pemain cadangan hingga pendukung tim tersebut.

Polisi yang berjaga di pertandingan tersebut langsung mengamankan wasit dan membawanya ke RSU Chasan Boesoerie untuk mendapatkan pelayanan medis.

Amin mengatakan, tindakan anarkis pendukung PS Banteng ini membuktikan suporter belum menunjukkan sikap dewasa dalam menerima hasil pertandingan. "Oleh karena itu, kami meminta kasus ini diproses hukum dan komisi disiplin dapat mengambil keputusan dengan mengacu pada aturan PSSI," katanya. Demikian dilansir dari Antara, Minggu (25/12).

Turnamen Piala Wali Kota Ternate ini masuk babak empat besar, masing-masing tim yang lolos yakni PS Persisam Sangaji, PS Olimpic, PS Sinar Selatan dan PS Puma.

Turnamen ini diikuti tiga pemain tim nasional (Timnas) Indonesia Piala AFF 2016 asal Ternate. Mereka memanfaatkan libur kompetisi untuk kembali ke kampung halaman sekaligus mengikuti kompetisi lokal Piala Walikota Ternate.

Ketiga pemain timnas asal Ternate yang kembali ke kampung halamannya untuk ikut piala wali kota yakni Rizki Pora, Zulham Zamrun, Abduh Lestaluhu.

Sumber:
https://www.merdeka.com/peristiwa/di-turnamen-diikuti-pemain-timnas-wasit-dihajar-hingga-babak-belur.html

Sabtu, 17 Desember 2016

Kata Kawin Soal Gawangnya Selalu Dijebol Timnas Indonesia

Selama Piala AFF 2016, gawang Thailand hanya mampu dibobol Timnas Indonesia. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi kiper Thailand, Kawin Thamsatchanan. Empat gol sudah dilesakkan pasukan Alfred Riedl ke gawang Thailand di Piala AFF 2016. Empat gol lahir dari dua pertandingan yang berbeda. 

Yang pertama ketika Indonesia takluk 2-4 dari Thailand di babak penyisihan Grup A. Kala itu dua gol Timnas Indonesia disarangkan Boaz Solossa dan Lerby Eliandri.  Kemudian, pada pertandingan final leg pertama Piala AFF 2016, gawang Kawin lagi-lagi dua kali dibobol Tim Garuda. Kali ini, Rizki Pora dan Hansamu Yama Pranata yang mencatatkan namanya di papan skor, sekaligus membawa Timnas Indonesia menang 2-1. Besok (17/12/2016), Thailand menjamu Garuda di Stadion Rajamangala dalam pertandingan final leg kedua Piala AFF 2016. Terkait fakta Indonesia selalu mampu menjebol gawangnya selama Piala AFF kali ini, Kawin angkat bicara. 

"Saya telah bekerja keras untuk laga leg kedua agar tidak kembali kebobolan. Kita lihat bagaimana besok. Mentalitas tim saat ini dalam kondisi cukup bagus," kata Kawin dan Goal seusai latihan di Stadion Rajamangala, Bangkok, Jumat (16/12/2016). 

Sumber:
http://bola.liputan6.com/read/2680531/kata-kawin-soal-gawangnya-selalu-dijebol-timnas-indonesia
 

Jumat, 16 Desember 2016

Pengamat Sepakbola: Matikan Serangan Thailand, Bola Jangan Sampai Jatuh ke Teerasil Dangda!

Laga final leg kedua AFF Suzuki Cup mempertemukan Timnas Indonesia melawan Thailand pada Sabtu (17/12/2016) di Stadion Rajamangala, Thailand. Hal ini adalah kesempatan bagi Indonesia mencetak sejarah untuk pertama kalinya menjadi juara di kejuaraan sepak bola internasional antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara tersebut. 
Tercatat raihan terbaik Indonesia di kejuaraan ini adalah empat kali memperoleh peringkat kedua, yaitu pada AFF Suzuki Cup 2000, 2002, 2004, dan 2010.  Hasil tersebut seakan memperkuat mitos Indonesia selalu gagal menjadi juara setelah menembus final. Pada laga final leg pertama yang diselenggarakan pada 14 Desember 2016 di Stadion Pakansari, Bogor. Skuat Garuda berhasil membuktikan diri dengan menundukan Skuat Gajah Putih dengan skor 2-1.
Saat itu Skuat Garuda mendapatkan dukungan yang luar biasa dari suporternya. Berbeda dengan pertandingan final leg kedua ini, suporter Thailand kali ini yang akan memberikan dukungan yang luar biasa pada tim kebanggaannya. Hal ini tentu berdampak kepada kepercayaan diri pemain Thailand yang harus membuktikan diri kepada suporter setianya. Namun hal ini seharusnya dapat diantisipasi oleh pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl yang sudah mempunyai pengalaman melatih Timnas Indonesia pada kejuaan AFF Suzuki Cup tahun 2010.
Strategi pertahanan terbaik tentu akan digunakan untuk menahan gempuran pemain Thailand, terutama ancaman dari striker andalan Thailand, Teerasil Dangda. Namun juga harus diimbangi dengan strategi menyerang, terutama dengan mengandalkan counter attack dari striker andalan Indonesia, Boaz Solossa. Belajar dari pertandingan final leg pertama, kelemahan Timnas Indonesia berada di bek kiri Fachrudin yang tidak maksimal mengcover serangan-serangan pemain depan Thailand.
Disiplin bertahan tentu menjadi kunci utama dalam menahan gempuran dan ancaman yang diberikan Thailand. Jantung pertahanan Indonesia yaitu kiper andalan Timnas Indonesia, Kurnia Mega diharapkan dapat memberikan permainan terbaiknya, karena Kurnia Mega memang terkadang tidak konsisten dalam hal permainan. Namun, pada pertandingan final penentuan ini Kurnia Mega diharapkan akan menjadi pahlawan dengan permainan terbaiknya.
Permainan terbaik juga diharapkan datang dari Manahati Lestusen yang diperkirakan akan mengisi posisi gelandang pada laga nanti. Karena permainan terbaik yang ditunjukan Lestusen pada laga-laga sebelumnya juga menjadi satu di antara kunci kesuksesan Timnas Indonesia.  Untuk absennya gelandang serang Timnas Indonesia, Andik Vermansah kemungkinan besar akan digantikan oleh Zulham Zamrun yang mempunyai teknik permainan tinggi dan dianggap mampu memberikan support terhadap Boaz Solossa dan Stefano Lilipaly. 
Untuk mematikan serangan-serangan Thailand adalah dengan mematikan distribusi bola dari gelandang tengah Thailand. Agar bola tidak sampai jatuh kepada striker andalan Thailand, Teerasil Dangda. Karena ancaman besar akan diberikan Thailand jika Teerasil Dangda berhasil menembus pertahanan Indonesia.  Jika hal tersebut dapat dilakukan oleh pertahanan Timnas Indonesia, kemungkinan besar hasil akhir permainan adalah berakhir dengan seri, baik dengan skor 0-0 atau pun 1-1.
Dan yang paling utama untuk memotivasi pemain Timnas Indonesia adalah dengan bonus-bonus bagi para pemain jika mampu menahan imbang Thailand untuk menjadi juara AFF Suzuki Cup 2016.
Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2016/12/16/pengamat-sepakbola-matikan-serangan-thailand-bola-jangan-sampai-jatuh-ke-teerasil-dangda

Champions League: Hasil undian babak 16 besar Liga Champions 2016/2017



Indonesia — Turnamen antar klub terbaik Eropa, Liga Champions, segera memasuki babak 16 besar.
Sebanyak 32 klub telah bertarung dalam fase penyisihan grup dan kini 16 yang terbaik melaju ke babak selanjutnya.
Musim ini terdapat empat klub Spanyol, tiga klub Inggris, tiga klub Jerman, dua klub Italia, dua klub Perancis, dan dua klub Portugal. Mereka akan bertarung di babak 16 besar.
Arsenal, Napoli, Barcelona, Atletico, Monaco, Dortmund, Leicester, dan Juventus melaju sebagai juara grup. Sedangkan Paris St. Germain, Benfica, Manchester City, Bayern Munchen, Bayern Leverkusen, Real Madrid, Porto, dan Sevilla melaju sebagai Runner-up.
Siapakah yang akan menjadi lawan jagoanmu di babak 16 besar ini?

Berikut hasil undian yang dilaksanakan pada Senin, 12 Desember, mulai pukul 18:00 WIB.
  • Manchester City vs AS Monaco
  • Real Madrid vs Napoli
  • Benfica vs Borussia Dortmund
  • Bayern Munich vs Arsenal
  • Porto vs Juventus
  • Bayern Leverkusen vs Atletico Madrid
  • Paris Saint Germain vs Barcelona
  • Sevilla vs Leicester City
—Rappler.com

Fakta Mengerikan Ini Bikin Kiper Timnas Thailand Tak Pantas Diolok-olok

Siapa yang jadikan Kawin Thamsatchanan bahan olok-olok pasti menyesal setelah mengetahui fakta-fakta ini. Nanti bisa saja ia jadi malapetaka untuk Timnas Indonesia dalam merebut Piala AFF 2016, Kamis (15/12/2016).
Pascakemenangan Indonesia di leg pertama Final Piala AFF 2016 di Stadion Pekansari Bogor, Kawin menjadi trending topic.
Kawin bikin heboh lantaran nama Kiper Timnas Thailand yang kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merujuk pada ikatan anatara dua orang berlawanan jenis membentuk ikatan keluarga atau disebut juga nikah.
Namun kata kawin identik dengan perbuatan intim antara dua lawan jenis. Hal inilah yang jadikan Kawin (Kiper Thailand) jadi bahan olok-olok. Sebagian besar netizen mengejek kemenangan Indonesia lantaran Kiper Thailand bernama Kawin makanya panstas kebobolan.
Kebobolan kalau diartikan dalam bahasa gaul di Indonesia bisa diartikan hamil setelah melakukan kawin atau hubungan intim lawan jenis. Dan makna dalam pertandingan sepakbola kebobolan artinya kemasukan bola atau kena gol.
Namun tahukah kalau di balik nama Kawin Thamsatchanan Kiper Timnas Thailand ada sejumlah fakta yang mengerikan. Kawin bahkan bisa jadi sumber malapetaka yang memupuskan impian Indonesia merengkuh Piala AFF 2016.
Beberapa fakta yang mengejutkan antara lain, Kawin merupakan kiper muda yang berprestasi. Berdasarkan catatan Wikipedia, ia lahir di Bangkok, 26 Januari 1990.
Ia merupakan pemain Thailand yang bermain untuk Muangthong United sebagai kiper. Ia telah mewakili negaranya di U-23 dan tingkat utama masing-masing.
Kawin memulai karier masa mudanya pada 2006 dengan Raj Pracha dan juga membuat debut dengan tim pada 2007. Pada 2008, mantan juara di Thailand divisi 2, Muangthong United FC menandatangani Kawin pada usia 18 tahun. Kemudian di musim pertamanya dengan Muangthong United FC, Kawin tegas dijamin statusnya tim pertama dan membantu klub memenangkan divisi 1 pada tahun yang sama.
Setelah klub dipromosikan ke Liga Utama Thailand di musim 2009-2010, kiper muda memimpin tim untuk memenangkan gelar divisi utama Thailand dua kali berturut-turut pada 2009 dan 2010. Ia juga memulai debut di Piala Aff 2014 pada umur 24 tahun dan menjadi kapten.
Debut pertamanya level senior di 2010 Piala Raja terhadap Singapore di provinsi Nakhon Ratchasima. Usia yang begitu muda dan dipercaya menjadi pemimpin tim. Di Thailand nanti bisa saja ia menjadi pemain yang lebih percaya diri sesperti prestasi yang dimiliki bahkan bisa mempersulit Timnas Indonesia menggapai impian.
Beberapa netizen menyarankan untuk berhenti mengolok-olok Kawin lantaran Indonesia masih akan berjuang keras merebut kemenangan di kandang lawan.
Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2016/12/15/fakta-mengerikan-ini-bikin-kiper-timnas-thailand-tak-pantas-diolok-olok