Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2016

GoPro unveils its new Karma quadcopter, though restrictions on drones loom large

GoPro unveils its new Karma quadcopter, though restrictions on drones loom large
GoPro Inc., known for its rugged camcorder for outdoor adventurers, has unveiled a compact drone designed to record people’s treks from above.
The Karma enters the burgeoning market for consumer drones as one of the first models to be more than a toy, but the quadcopter is coming out a time when several cities and businesses are restricting such aircraft from their skies.
Where it is allowed, the $799 Karma, carrying a separately sold GoPro, is sure to produce majestic images, with dramatic shots lending interest to even the dullest of objects. The drone comes with a grip and backpack, both of which serve as mounts.
“It’s so much more than a drone — it’s Hollywood-caliber stabilization in a backpack you can wear during any activity,” Chief Executive Nick Woodman said Monday during a media event inside an opaque tent assembled on the Squaw Valley Ski Resort’s parking lot.
Financial analysts expect GoPro to sell about 100,000 drones this year and generate more than $50 million from the sales. That might be small for a company that generates $1.5 billion in annual revenue from its virtual monopoly of the action camera industry. But it could restore the company to profitability after bungled product rollouts over the last year.
A strong reception from critics and analysts could go a long way in repairing the company's image with consumers and investors. Shares of GoPro rose about 4.5% after the unveiling Monday to $15.62.
The San Mateo company also announced the Hero5, the newest version of its signature line of cameras, and the more compact, one-button Hero5 Session.
The Hero5, now waterproof without a separate case, includes GPS and voice control. The Session now comes with the ability to shoot video in 4K resolution.
Both will work with GoPro Plus, a new $5-a-month subscription service for storing videos online and editing them across several devices. Updates will be coming to GoPro’s suite of editing software too, in an attempt to address long-standing concerns about the cumbersome process of offloading files from the camera.
“GoPro is finally easy,” Woodman said.
But it is the drone package, which Woodman first teased almost a year and half ago, that is sure to draw the most fascination. Along with virtual headsets, drones are expected to be some of the hottest gifts during the upcoming holiday season.
Drone start-up Yuneec recently released the $500 Breeze, with an integrated camera and companion smartphone app that enables amateurs with zero flying experience to get aerial shots. It’s capable of automatically orbiting an object or following a person as he or she move about. Rival DJI is set to release a similar product this month.
GoPro’s Karma comes with a gaming-console-style controller and the ability for one person to shoot photos and video using a smartphone while another person flies the drone using the controller.
As the first drone from a well-recognized brand with large, loyal following, it’s practically sure to find an audience.
“Most drones are recreational and fun,” Wedbush Securities analyst Michael Pachter said before the event. “This is the first time you’re going to do something other than race the drone or play with it. It takes it beyond a toy.”
On Monday, he praised the Karma’s price, including a $100 discount for buying it with one of the Hero5 models. But he expressed disappointment that the company didn’t include the capability at launch for Karma to pair with a tracking device.
People in the drone industry say a product like the Karma just reinforces that the gadgets are becoming a part of everyday life, seen at the beach, on mountains and even weddings.
But drone accidents have resulted in a few highly publicized injuries, including two years ago when a quadcopter plowed into the head of triathlete Raija Ogden, who hasn’t competed since.
“When I watch my husband racing triathlons and see a drone hovering over the swimmers, I tend to get slightly anxious,” she said by email.
There are concerns that as more people fly drones and take them to more daring situations, injuries will mount. Already, some cities, parks and resorts, including Mammoth Mountain Ski Area, have banned drone use without special approval.
In addition to safety concerns, worries include potential invasion of privacy and noise.
“In the current media age of live ‘snapping and sharing,’ we are more aware than ever of the constantly changing landscape of content capture and creation,” Mammoth Mountain spokeswoman Lauren Burke said in a statement. “That being said, providing our guests with a safe experience on the mountain is our No. 1 priority.”
Ogden suggested event organizers get participants’ written consent before allowing drones to hover overhead.
“Personally, I don’t know if I would ever sign such a consent,” she said.
Brian Blau, a technology analyst at Gartner, predicted that as time passes, safe uses of drones will expand.
“I’m certain that over time drone technology and airspace management will advance to a point that will allow for fun and safe personal drone operation in many cases where they can’t today,” he said.
Source:
http://www.latimes.com/business/technology/la-fi-tn-gopro-drone-20160919-snap-story.html

Sabtu, 16 Juli 2016

Dukung Pemerintahan Erdogan dan Tolak Kudeta Militer, Masjid Seluruh Turki Kumandangkan Azan | Pontianak Informasi



NKRI NEWS � Upaya aksi kudeta yang dilancarkan sebagian kecil anggota Militer Turki mendapatkan penolakan keras dari masyrakat Turki. Sebaliknya dukungan terhadap pemerintahan sah Erdogan terus berdatangan.
Salah satu bentuk dukungan terhadap pemerintah dan perlawanan atas kudeta militer adalah kumandang azan menggema diseluruh dari masjid-masjid seluruh Turki.
Masjid-masjid Turki kumandangkan azan di luar waktu Sholat sebagai bentuk dukungan terhadap Erdogan� seperti dilansir ahram.org, sabtu(16/7/2016).
Selain itu sekitar 78 juta warga Turki juga turun ke jalan untuk mengecam aksi kudeta yang dilakukan oleh sebagian oknum militer Turki.[islamedia/az]

BACA JUGA : 

MENCEKAM !!! Presiden Erdogan Dikudeta, Militer Rebut Kekuasaan


KUDETA MILITER DI TURKI GAGAL


Kudeta Militer di Turki Gagal | Pontianak Informasi



Ankara - Kudeta yang dilakukan salah satu faksi militer di Turki gagal. Pasukan militer yang pro pemerintah sudah menguasai kembali beberapa lokasi penting. Mulai dari gedung parlemen sampai stasiun TV.

Kudeta ini seperti dikutip reuters, Sabtu (16/7/2016) tidak direstui petinggi militer Turki. Bahkan, pasukan khusus militer Turki langsung mengambil tindakan. Mereka menyerbu stasiun TV yang sempat dikuasai faksi militer pelaku kudeta. TV sudah kembali dikuasai. 

Tak hanya sampai di situ di jalanan di Kota Istanbul dan Ankara, seperti dilihat dalam tayangan Aljazeera, beberapa pasukan tentara pelaku kudeta ditangkap dan dibawa pria bersenjata.

Situs berita AFP juga melansir penyataan pemerintah Turki. Ibu Kota Ankara dan juga Kota Istanbul sudah kembali dikuasai pemerintah Erdogan. Presiden Turki itu juga sudah mengerahkan pendukungnya untuk turun ke jalan dan menentang kudeta. Seruan Erdogan disambut dengan menyemutnya ribuan massa di beberapa lokasi seperti di Taksim Square di Istanbul.

Kudeta ini memang hanya terjadi beberapa jam saja. Kudeta tidak didukung militer sepenuhnya. Angkatan Darat dan Angkatan Laut Turki yang merupakan kekuatan penting, tidak sepenuhnya berada di faksi militer yang melakukan kudeta.

Seperti pernyataan dari Komandan pasukan khusus Militer Turki, Jenderal Zekai Aksakalli yang menegaskan tidak merestui kudeta terhadap pemerintah. Dalam pernyatan General Zekai di dalam siaran radio NTV, ia menambahkan kudeta tidak akan berhasil dan pasukan khususnya bersama masyarakat. Situasi Turki kini perlahan normal pasca kudeta. 
(Detik.com)


MENCEKAM !!! Presiden Erdogan Dikudeta, Militer Rebut Kekuasan | Pontianak Informasi




NKRI NEWS, ISTAMBUL - Militer Turki mengatakan pada Jumat bahwa mereka telah mengambil alih kekuasan, tetapi Presiden Tayyip Erdogan berjanji bahwa kudeta akan digagalkan.
Jika berhasil, penggulingan Erdogan, yang telah memerintah Turkisejak tahun 2003, akan menjadi salah satu perubahan terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun, mengubah salah satu sekutu AS paling penting di wilayah tersebut sementara perang berkecamuk di perbatasan.
"Kami akan mengatasi hal ini," kata Erdogan, yang berbicara pada panggilan video via ponsel di depan kamera penyiar CNN diTurki.
Dia meminta para pengikutnya untuk turun ke jalan untuk membela pemerintahnya dan mengatakan komplotan kudetaakan membayar harga yang berat.
Seorang pejabat mengatakan Erdogan berbicara dari Marmaris di pantai Turki, di mana ia sedang berlibur. Erdogan mengatakan ia dengan cepat akan kembali ke Ankara.
Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan pemerintah terpilih tetap di kantor. Namun, ternyata mereka berada di balik kudeta.


Bandara ditutup, akses ke situs media sosial internet terputus, dan pasukan menutup dua jembatan di atas Bosphorus di Istanbul, salah satu yang masih menyala merah, putih dan biru dalam solidaritas dengan korban serangan truk Bastille Day di Prancis sehari sebelumnya.

Pesawat-pesawat tempur dan helikopter meraung di atas ibu kota Ankara. Sebuah ledakan terdengar di Ankara, di mana helikopter menembaki.
Tentara mengambil alih televisi negara TRT, yang mengumumkan jam malam di seluruh negeri dan darurat militer.
Seorang penyiar membacakan sebuah pernyataan atas perintahmiliter yang menuduh pemerintah mengikis aturan demokratis dan hukum sekuler.
Negara ini akan dijalankan oleh "dewan perdamaian" yang akan menjamin keamanan penduduk, kata pernyataan itu.
TRT kemudian turun dari udara.
Kantor berita yang dikelola negara Anadolu mengatakan kepala staf militer Turki di antara orang-orang yang ditangkap sebagai "sandera" di ibukota Ankara, Reuters melaporkan.
CNN Turki juga melaporkan bahwa sandera ditahan di markasmiliter. (Antara)


Jumat, 15 Juli 2016

Teror Kembali Terjadi di Perancis Dan Tewaskan Puluhan Orang | Pontianak Informasi



Setelah beberapa bulan yang lalu Perancis di teror, kini negara ini kembali di teror kembali oleh sejumlah orang. Jika sebelumnya dilakukan oleh sejumlah orang tetapi kini pelakunya berbeda. Parahnya, korban yang berjatuhan pun sangat banyak yaitu puluhan orang
Serangan ini tepatnya terjadi di kota paris, perancis. Pada saat itu tanpa disangka ada sebuah truk besar. Di dalam truk tersebut memiliki muatan berbagai senjata. Lalu, dengan mudahnya truk tersebut menabrakkan diri ke kerumunan orang di kota tersebut. Truk ini menabrakkan diri saat orang-orang sedang merayakan Bastille di kota French Riveria, Paris. Hal ini terjadi pada kamis malam waktu Paris
Dengan adanya tabrakan itu maka banyak orang yang mengalami hal-hal yang tak diinginkan. Walhasil, sekitar 75 orang meninggal dalam insiden itu. Selain itu juga, banyak orang yang juga mengalami luka-luka di bagian tubuh mereka.
Kronologi dari kejadian itu bermula ketika ada truk tak dikenal itu tiba-tiba saja datang. Kendaraan itu lalu menabrakkan ke kerumunan orang di daerah sana. Selain menabrakkan, orang di dalam truk ini juga menembaki para pengunjung perayaan Bastille Day itu
sebagaimana dilansir oleh The Guardian, pada hari Jum�at, beberapa saksi mata mengatakan bahwa sang pengemudi memang menabrakkan diri ke kerumunan orang-orang. Disana pengemudi itu melakukan aksi Zig Zag. Tidak tinggal diam, orang yang ada di dalam truk itu pun langsung menembakkan senjata dan membunuh banyak orang disana. Namun, pengemudi dan yang lainnya juga sudah berhasil ditembak oleh polisi setempat
aksi ini memang telah direncakan dan dilakukan dengan jarak sekitar 2 kilometer. Selain itu, menurut keamaan yang ada disana truk tersebut berisikan senjata seperti senapan dan juga berbagai granat di dalamnya.
�Truk besar itu telah berisi muatan senjata, seperti senapan dan granat,� begitulah penyampaian yang dilakukan oleh salah satu otoritas keamanan Nice.
Setelah kejadian naas itu, para polisi Nice memerintahkan kepada para warga untuk langsung kembali ke rumah mereka masing-masing. Hal ini dilakukan agar mereka bisa lebih aman dan terhindari dari hal-hal yang tidak diinginkan
dengan adanya insiden itu akhirnya, presiden Perancis, Francois Hollande langsung turun tangan dan menuju kota Paris. Kali itu ia langsung menjadi ketua dalam pertemuan keamanan darurat dan juga pertahanan di kota itu. Semantara itu, perdana menteri Prancis, Bernand Cazeveuve juga langsung menunu Nice untuk melihat kejadian tersebut
sementara itu, Presiden Barack Obama juga telah mengutuk pelaku tersebut karena merugikan negara lain. Semantara itu, Donald Trump juga bakal menunda kepergiannya ke negara tersebut lantaran insiden yang dilakukan oleh truk maut tersebut. Sehingga hingga kini, para warga juga sedang mendapatkan keamanan penuh dari para polisi disana. Hal itu ditakutkan terjadi teror susulan
Sumber : www.lihat.co.id

Kamis, 02 Juni 2016

Mufti Wahabi Keluarkan Fatwa Haram Bunuh Orang Zionis Israel | Pontianak Informasi

Mufti Wahabi Keluarkan Fatwa Haram Bunuh Orang Zionis Israel | Pontianak Informasi


YORDANIA � Pemukim Zionis Israel di tanah pendudukan menyambut fatwa yang dikeluarkan oleh ulama wahabi asal Yordania.
Arabi21 News Network melaporkan sejumlah ulama Salafi Wahabi Yordania baru-baru ini mengeluarkan fatwa larangan memusuhi orang-orang Zionis Israel, bahkan mengharamkan darah mereka. Kontan fatwa ini mandapat sambutan baik dari pemukim Yahudi, dan penghinaan bagi rakyat Palestina yang melakukan perlawanan atas kejahatan dan penindasan yang dilakukan zionis.
Sumber itu juga menyebutkan Sheikh Ali al-Halabi seorang ulama, mufti dan tokoh terkemuka di Yordania menyerukan kepada rakyat Palestina untuk menghentikan pembunuhan terhadap pemukim Zionis Israel.
Dalam pernyataannya al-Halabi mengatakan, �Kalian (rakyat Palestina) mendapatkan air dan listrik dari Zionis, namun kalian membunuh mereka! bukankah ini perbuatan haram?�.
Situs berita Arabi21 juga melaporkan bahwa pemukim Yahudi bergembira dengan adanya fatwa ini, dan memberikan dukungan kepada ulama yang dianggap moderat oleh mereka.
Pemukim Yahudi juga berharap muslim Palestina menjalankan dan mengamalkan fatwa ini, Arabi21 melaporkan.
Sementara itu, ketua gerakan Islam Palestina menuding sebagian pihak di Palestina dan pemimpin negara-negara Arab berusaha menghentikan gerakan intifada.
???? ?????? ??????? ???? ????? ?????? ??? ???? ?????????????
Surat kabar al-Quds al-Araby (3/11) dalam laporannya yang mengutip wawancara Sheikh Raed Saleh, mengatakan bahwa sebagian pejabat Palestina dan negara-negara Arab menekan dirinya dan para pemimpin nasional serta gerakan nasional lainnya di wilayah pendudukan untuk menghentikan intifada al-Quds.
Menurut Sheikh Raed Saleh yang berbicara tanpa menyembunyikan identitas negara pendukung Israel, mengatakan bahwa Arab Saudi meminta dirinya untuk membiarkan para pemukim Zionis melakukan serangan ke Masjid al-Aqsha.
Ulama al-Azhar dalam menanggapi fatwa yang dikeluarkan mufti Salafy Wahabi Yordania, mengatakan bahwa fatwa itu telah mencederai kaum muslimin dan menistakan �jihad� yang sedang dilakukan rakyat Palestina dalam melawan kejahatan dan kekerasan tentara dan pemukim Zionis.
Hingga kini bentrokan telah memasuki hari ke-35, yang telah menewaskan lebih dari 70 warga sipil Palestina dan melukai ribuan lainnya.
Sementara itu, unit pasukan khusus Zionis terus melakukan penyerangan di beberapa bagian di Masjid al-Aqsha pada Selasa (3/11). [ARN/Arabi21/AM/Alquds]




Arab Saudi Bangun Kedutaan Raksasa di Israel | Pontianak Informasi

Arab Saudi Bangun Kedutaan Raksasa di Israel | Pontianak Informasi


Senin, 30 Mei 2016
RIYADH, NKRI NEWS � Kerajaan Arab Saudi telah memulai pembangunan kedutaan raksasa di Israel, mungkin akan menjadi yang paling penting di Tel-Aviv.
Secara resmi, kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik karena pengusiran mayoritas penduduk Palestina pada tahun 1948 (al-Nakba) oleh Israel.
Namun, fakta Quincy yang ditandatangani antara Presiden Roosevelt dan Raja Abdelaziz pada tahun 1945, dan diperpanjang oleh Presiden Bush dan Raja Fahd pada tahun 2005, antara lain menetapkan bahwa Kerajaan tidak akan menentang tanah air Yahudi di Palestina (negara masa depan Israel).
Raja Abdullah juga membiayai operasi Cast Lead Israel terhadap Jalur Gaza pada 2008. Pemulihan hubungan ini mengakhiri �doktrin Pinggiran� yang menurut Tel-Aviv berusaha untuk menyatukan non-Arab di wilayah (Iran, Turki, Ethiopia) terhadap negara-negara Arab.
Presiden Shimon Peres yang berbicara melalui teleconfrens sebelum Dewan Keamanan Teluk, pada bulan November 2013. Para anggota Dewan tidak dapat menanyakan pertanyaan mereka secara langsung, tetapi melalui perantara Terje R�d-Larsen.
Saat ini, kedua negara berperang bersama-sama di Yaman, dari pusat komando di negara Somaliland. Angkatan Pertahanan Arab Saudi telah mereproduksi konsep Pakta Baghdad, yang juga di bawah komando militer dari negara non-anggota (dalam hal ini, Amerika Serikat).
Mereka berencana bersama-sama melakukan beberapa operasi untuk eksploitasi cadangan minyak di Yaman dan Tanduk Afrika.
Raja Salman juga telah mempromosikan Pangeran Walid Ben Talal (pemilik Citigroup, M�venpick, Four Seasons) sebagai duta kerajaan berikutnya di Tel-Aviv. [ARN]