Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 April 2017

Banyak Orang Mati Mendadak, Pertanda Apa Sebenarnya ?

Di zaman sekarang, sering kita temui banyak kasus orang mati secara mendadak. Pagi harinya kita kita sempat ngobrol hangat dengan almarhum, eh sore harinya tiba-tiba datang berita kematiannya dengan tiba-tiba atau secara mendadak.

Ilustrasi Mati Mendadak

Seseorang yang baru saja tersenyum di depan mata kita, tiba-tiba memegang dada karena kesakitan kemudian tergeletak dan tidak bangun lagi untuk selamanya. Atau jika kita lihat di video Youtube, seorang pemain bola yang sangat handal, berlari dengan kencang, tiba-tiba terduduk diam kemudian ia tidak akan berdiri lagi untuk selamanya.

Penyebab mati mendadak dan secara tiba-tiba sering kita ditemui di zaman ini. Diantaranya adalah wabah atau virus yang sangat mematikan, penyakit serangan jantung koroner, stroke akut dan lain-lain.

Sebenarnya kasus banyak orang mati mendadak ini sudah diceritakan oleh Rasulullah SAW, dan ini merupakan salah satu tanda-tanda sekamin dekatnya kiamat.

Hadits mengenai hal ini adalah sebagai berikut,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَمَارَاتِ السَّاعَةِ …أَنْ يَظْهَرَ مَوْتُ الْفَجْأَةِ

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah…munculnya kematian mendadak.” (HR. Thabrani)

Bahkan kematian mendadak juga menimpa hewan.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اُعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِيْ، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيْكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ، ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِيْنَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا، ثُمَّ فِتْنَةٌ لاَ يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلاَّ دَخَلَتْهُ، ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُوْنُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي اْلأَصْفَرِ، فَيَغْدِرُوْنَ فَيَأْتُوْنَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِيْنَ غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اِثْنَا عَشَرَ أَلْفًا
“Perhatikanlah enam tanda-tanda hari Kiamat: (1) wafatku, (2) penaklukan Baitul Maqdis, (3) wabah kematian (penyakit yang menyerang hewan sehingga mati mendadak) yang menyerang kalian bagaikan wabah penyakit qu’ash yang menyerang kambing, (4) melimpahnya harta hingga seseorang yang diberikan kepadanya 100 dinar, ia tidak rela menerimanya, (5) timbulnya fitnah yang tidak meninggalkan satu rumah orang Arab pun melainkan pasti memasukinya, dan (6) terjadinya perdamaian antara kalian dengan bani Asfar (bangsa Romawi), namun mereka melanggarnya dan mendatangi kalian dengan 80 kelompok besar pasukan. Setiap kelompok itu terdiri dari 12 ribu orang.” (HR. Al-Bukhari)

Apakah tanda husnul khatimah atau su’ul khatimah?

Kematian secara mendadak bukan tanda husnul khatimah atau su’ul khatimah, karena kematian mendadak bisa menimpa seorang muslim ataupun kafir. Akan tetapi kematian mendadak bisa jadi bentuk nikmat dari Allah kepada seorang mukmin.

Dari ‘Aisyah bahwasanya Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

موت الفجأة راحة للمؤمن وأخذة أسف للكافر

“Kematian mendadak adalah istirahat bagi mukmin dan penyesalan bagi orang kafir” (HR. Ahmad dan Ibnu Syaibah)

Terkait fenomena Banyak Orang Mati Mendadak sekarang ini, Syaikh Abdul Aziz bin Baz pernah berkata,

جاء في بعض الأحاديث ما يدل على أن موت الفجأة يكثر في آخر الزمان، وهو أخذة غضب للفاجر، وراحة للمؤمن، فقد يصاب المؤمن بموت الفجأة بسكتة أو غيرها ويكون راحة له ونعمة من الله عليه؛ لكونه قد استعد واستقام وتهيأ للموت واجتهد في الخير فيؤخذ فجأة وهو على حال طيبة على خير وعمل صالح، فيستريح من كرب الموت وتعب الموت ومشاق الموت، وقد يكون بالنسبة إلى الفاجر قد يقع هذا بالنسبة إلى الفجار وتكون تلك الأخذة أخذة غضب عليهم، فوجؤوا على شر حال

“Pada sebagian hadits terdapat dalil mengenai kematian medadak yang akan banyak pada akhir zaman. Yaitu penyesalan bagi orang fajir dan istirahat bagi orang mukmin. Terkadang seorang mukmin tertimpa dengan kematian mendadak seketika, ini adalah bentuk istirahat dan kenikmatan dari Allah. Akan tetapi tentu saja ia sudah menyiapkan (amal shalih), istiqamah dan bersiap-siap menghadapi kematian dan bersungguh-sungguh dalam kebaikan, kemudian ia meninggal dalam keadaan baik dan melakukan amal shalih. Maka ia istirahat dari beban dunia, kelelahan dan penderitaan sakratul maut. Terkadang juga menimpa orang fajir, maka ini menjadi penyesalan baginya, meninggal mendadak dalam keadaan buruk.”

Semoga kita semua istiqomah di jalan Allah dalam menjalani kehidupan yang singkat ini dan dimatikan dalam keadaan khusnul khotimah, Aamiin

Sumber:
http://www.kabarmakkah.com/2016/04/banyak-orang-mati-mendadak-pertanda-apa.html

Rabu, 22 Maret 2017

Subhanallah, Dajjal Muncul pada 2022?

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya ini, banyak ulama yang meyakini bahwa saat ini Dajjal sudah ada. Tinggal menunggu ketentuan Allah untuk keluar dari “penjara” yang mengurungnya.

Dari Fatimah bintu Qais radhiyallahu anha, ia berkata,

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكُنْتُ فِي صَفِّ النِّسَاءِ الَّتِي تَلِي ظُهُورَ الْقَوْمِ فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ جَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقَالَ لِيَلْزَمْ كُلُّ إِنْسَانٍ مُصَلَّاهُ ثُمَّ قَالَ أَتَدْرُونَ لِمَ جَمَعْتُكُمْ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ إِنِّي وَاللَّهِ مَا جَمَعْتُكُمْ لِرَغْبَةٍ وَلَا لِرَهْبَةٍ وَلَكِنْ جَمَعْتُكُمْ لِأَنَّ تَمِيمًا الدَّارِيَّ كَانَ رَجُلًا نَصْرَانِيًّا فَجَاءَ فَبَايَعَ وَأَسْلَمَ وَحَدَّثَنِي حَدِيثًا وَافَقَ الَّذِي كُنْتُ أُحَدِّثُكُمْ عَنْ مَسِيحِ الدَّجَّالِ حَدَّثَنِي أَنَّهُ رَكِبَ فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ مَعَ ثَلَاثِينَ رَجُلًا مِنْ لَخْمٍ وَجُذَامَ فَلَعِبَ بِهِمْ الْمَوْجُ شَهْرًا فِي الْبَحْرِ ثُمَّ أَرْفَئُوا إِلَى جَزِيرَةٍ فِي الْبَحْرِ حَتَّى مَغْرِبِ الشَّمْسِ فَجَلَسُوا فِي أَقْرُبْ السَّفِينَةِ فَدَخَلُوا الْجَزِيرَةَ فَلَقِيَتْهُمْ دَابَّةٌ أَهْلَبُ كَثِيرُ الشَّعَرِ لَا يَدْرُونَ مَا قُبُلُهُ مِنْ دُبُرِهِ مِنْ كَثْرَةِ الشَّعَرِ فَقَالُوا وَيْلَكِ مَا أَنْتِ فَقَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ قَالُوا وَمَا الْجَسَّاسَةُ قَالَتْ أَيُّهَا الْقَوْمُ انْطَلِقُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ فِي الدَّيْرِ فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ بِالْأَشْوَاقِ قَالَ لَمَّا سَمَّتْ لَنَا رَجُلًا فَرِقْنَا مِنْهَا أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً قَالَ فَانْطَلَقْنَا سِرَاعًا حَتَّى دَخَلْنَا الدَّيْرَ فَإِذَا فِيهِ أَعْظَمُ إِنْسَانٍ رَأَيْنَاهُ قَطُّ خَلْقًا وَأَشَدُّهُ وِثَاقًا مَجْمُوعَةٌ يَدَاهُ إِلَى عُنُقِهِ مَا بَيْنَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى كَعْبَيْهِ بِالْحَدِيدِ قُلْنَا وَيْلَكَ مَا أَنْتَ قَالَ قَدْ قَدَرْتُمْ عَلَى خَبَرِي فَأَخْبِرُونِي مَا أَنْتُمْ قَالُوا نَحْنُ أُنَاسٌ مِنْ الْعَرَبِ رَكِبْنَا فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ فَصَادَفْنَا الْبَحْرَ حِينَ اغْتَلَمَ فَلَعِبَ بِنَا الْمَوْجُ شَهْرًا ثُمَّ أَرْفَأْنَا إِلَى جَزِيرَتِكَ هَذِهِ فَجَلَسْنَا فِي أَقْرُبِهَا فَدَخَلْنَا الْجَزِيرَةَ فَلَقِيَتْنَا دَابَّةٌ أَهْلَبُ كَثِيرُ الشَّعَرِ لَا يُدْرَى مَا قُبُلُهُ مِنْ دُبُرِهِ مِنْ كَثْرَةِ الشَّعَرِ فَقُلْنَا وَيْلَكِ مَا أَنْتِ فَقَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ قُلْنَا وَمَا الْجَسَّاسَةُ قَالَتْ اعْمِدُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ فِي الدَّيْرِ فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ بِالْأَشْوَاقِ فَأَقْبَلْنَا إِلَيْكَ سِرَاعًا وَفَزِعْنَا مِنْهَا وَلَمْ نَأْمَنْ أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً فَقَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ نَخْلِ بَيْسَانَ قُلْنَا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ أَسْأَلُكُمْ عَنْ نَخْلِهَا هَلْ يُثْمِرُ قُلْنَا لَهُ نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّهُ يُوشِكُ أَنْ لَا تُثْمِرَ قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ بُحَيْرَةِ الطَّبَرِيَّةِ قُلْنَا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ هَلْ فِيهَا مَاءٌ قَالُوا هِيَ كَثِيرَةُ الْمَاءِ قَالَ أَمَا إِنَّ مَاءَهَا يُوشِكُ أَنْ يَذْهَبَ قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ عَيْنِ زُغَرَ قَالُوا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ هَلْ فِي الْعَيْنِ مَاءٌ وَهَلْ يَزْرَعُ أَهْلُهَا بِمَاءِ الْعَيْنِ قُلْنَا لَهُ نَعَمْ هِيَ كَثِيرَةُ الْمَاءِ وَأَهْلُهَا يَزْرَعُونَ مِنْ مَائِهَا قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ نَبِيِّ الْأُمِّيِّينَ مَا فَعَلَ قَالُوا قَدْ خَرَجَ مِنْ مَكَّةَ وَنَزَلَ يَثْرِبَ قَالَ أَقَاتَلَهُ الْعَرَبُ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ كَيْفَ صَنَعَ بِهِمْ فَأَخْبَرْنَاهُ أَنَّهُ قَدْ ظَهَرَ عَلَى مَنْ يَلِيهِ مِنْ الْعَرَبِ وَأَطَاعُوهُ قَالَ لَهُمْ قَدْ كَانَ ذَلِكَ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّ ذَاكَ خَيْرٌ لَهُمْ أَنْ يُطِيعُوهُ وَإِنِّي مُخْبِرُكُمْ عَنِّي إِنِّي أَنَا الْمَسِيحُ وَإِنِّي أُوشِكُ أَنْ يُؤْذَنَ لِي فِي الْخُرُوجِ فَأَخْرُجَ فَأَسِيرَ فِي الْأَرْضِ فَلَا أَدَعَ قَرْيَةً إِلَّا هَبَطْتُهَا فِي أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ عَلَيَّ كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اسْتَقْبَلَنِي مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِي عَنْهَا وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَائِكَةً يَحْرُسُونَهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَطَعَنَ بِمِخْصَرَتِهِ فِي الْمِنْبَرِ هَذِهِ طَيْبَةُ هَذِهِ طَيْبَةُ هَذِهِ طَيْبَةُ يَعْنِي الْمَدِينَةَ أَلَا هَلْ كُنْتُ حَدَّثْتُكُمْ ذَلِكَ فَقَالَ النَّاسُ نَعَمْ

“Aku pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Aku berada di shaff wanita yang berada dekat dengan punggung kaum lelaki. Tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menyelesaikan shalatnya, beliau duduk di atas mimbar sambil tertawa. Kemudian beliau bersabda, “Hendaknya setiap orang tetap berada di tempatnya”, lalu bersabda lagi, “Tahukah kalian kenapa aku kumpulkan kalian?”

“Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”, jawab mereka.

Beliau bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku tidaklah mengumpulkan kalian karena hal yang menyenangkan atau menakutkan. Akan tetapi aku kumpulkan kalian, karena Tamim Ad-Dariy dahulu seorang yang beragama Nasrani datang berbai’at dan masuk Islam. Dia telah menceritakan kepadaku sebuah kisah yang sesuai dengan kisah yang pernah aku ceritakan kepada kalian tentang Al-Masih Ad-Dajjal.

Dia telah menceritakan kepadaku bahwa ia berlayar dalam sebuah kapal bersama 30 orang lelaki dari Suku Lakhm dan Judzam. Mereka dipermainkan oleh ombak selama sebulan di lautan. Kemudian mereka berlabuh pada sebuah pulau di tengah lautan ketika terbenamnya matahari. Mereka duduk-duduk di sekoci, lalu memasuki pulau itu.

Mereka terkejut dengan datangnya binatang yang lebat bulunya; mereka tak tahu mana depan dan belakangnya karena banyak bulunya.
Mereka berkata, “Celaka engkau, siapakah engkau?”
“Aku adalah Jassasah”.
“Apa itu Jassasah?”
“Wahai kaum, pergilah engkau kepada laki-laki di dalam istana itu. Karena ia sangat ingin mendengar berita dari kalian”.

Dia (Tamim) berkata, “Tatkala ia (si binatang) menyebutkan seorang lelaki kepada kami, maka kami khawatir jangan sampai binatang itu adalah setan perempuan”. Tamim berkata, “Kami pun pergi dengan cepat sampai kami memasuki istana tersebut. Tiba-tiba di dalamnya terdapat orang yang paling besar kami lihat dan paling kuat ikatannya dalam keadaan kedua tangannya terbelenggu ke lehernya antara kedua lututnya sampai kedua mata kakinya dengan besi”.

“Celaka anda, siapakah anda?”
Orang itu menjawab, “Sungguh kalian telah tahu beritaku. Kabarkanlah kepadaku siapakah kalian?” “Kami adalah orang-orang Arab. Kami telah berlayar dalam sebuah perahu besar. Kami pun mengarungi lautan saat berombak besar. Akhirnya, ombak mempermainkan kami selama sebulan. Kemudian kami berlabuh di pulau anda ini. Kami pun duduk-duduk di sekoci, lalu masuk pulau. Tiba-tiba kami dijumpai oleh binatang yang lebat bulunya; mereka tak tahu mana depan dan belakangnya karena banyak bulunya. Lalu kami dihadapkan kepadamu, kami takut kepadanya dan tak merasa aman jika ia adalah setan perempuan”.

“Kabarilah aku tentang pohon-pohon korma Baisan”.
“Engkau tanya tentang apanya?”
“Aku tanyakan kepada kalian tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?”
“Ya”
“Ingatlah bahwa hampir-hampir ia tak akan berbuah lagi. Kabarilah aku tentang Danau Thabariyyah!!”
“Apanya yang kau tanyakan?”
“Apakah di dalamnya masih ada air?”
“Danau itu masih banyak airnya”
“Ingatlah, sesungguhnya airnya hampir-hampir akan habis. Kabarilah aku tentang mata air Zughar”
“Apanya yang kau tanyakan?”
“Apakah di dalam mata air itu masih ada air? Apakah penduduknya masih menanam dengan memakai air dari mata air itu?”
“Ya, mata air itu masih banyak airnya dan penduduknya masih bercocok tanam dari airnya”
“Kabarilah aku tentang Nabinya orang-orang Ummi, apa yang ia lakukan?”
“Dia telah keluar dari Kota Makah dan bertempat tinggal di Yatsrib (Madinah)”
“Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab?”
“Ya”
“Apa yang ia lakukan pada mereka?”
Lalu mereka memberitahu Dajjal bahwa sungguh Nabi Muhammad telah berkuasa atas orang-orang yang ada di sekitarnya dari kalangan Arab dan mereka menaatinya”
“Apakah hal itu sudah terjadi?”
“Ya”
“Ingatlah bahwa hal itu lebih baik bagi mereka untuk menaatinya. Sekarang aku kabari kalian bahwa aku adalah Al-Masih (yakni, Al-Masih Ad-Dajjal). Sungguh aku hampir diberi izin untuk keluar. Aku akan keluar, lalu berjalan di bumi. Aku tak akan membiarkan suatu negeri, kecuali aku injak dalam waktu 40 malam, selain Makkah dan Thaibah. Kedua kota ini diharamkan bagiku. Setiap kali aku hendak memasuki salah satunya diantaranya, maka aku dihadang oleh seorang malaikat, di tangannya terdapat pedang terhunus yang akan menghalangiku darinya. Sesungguhnya pada setiap jalan-jalan masuk padanya ada malaikat-malaikat yang menjaganya”

Fatimah binti Qais berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda seraya menusuk-nusukkan tongkatnya pada mimbar, “Inilah Thaibah, Inilah Thaibah, Inilah Thaibah, yakni kota Madinah. Ingatlah, apakah aku telah menceritakan hal itu kepada kalian?”

Orang-orang pun berkata, “Ya”. (HR. Muslim)

***
Danau Thabariyyah yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah danau Tiberias. Salah satu tanda menjelang munculnya Dajjal adalah mengeringnya danau Tiberias.

Mantan Mufti Mesir Syaikh Dr Ali Goma mengatakan, Danau Tiberias mulai surut. Danau yang menjadi sumber utama air bersih bagi Israel itu mulai mengering pada 2012 lalu. Pemerintah Israel sempat panik karena danau Tiberias diperkirakan hanya akan bertahan sepuluh tahun. Pada 2022, danau itu diprediksi akan benar-benar kering dan tidak dapat diambil airnya. Karenanya sekarang Israel mencari sumber air di wilayah Lebanon.

Sedangkan mata air Zughar menurut Syaikh Dr Ali Goma juga sudah mulai surut. Ia terletak di sebuah desa di dekat Laut Mati di Jordania. (Baca: Ini 3 Tanda Kiamat Kubra yang Sudah ‘Dilihat’ Ulama Mesir)
http://bersamadakwah.net/ini-3-tanda-kiamat-kubra-yang-sudah-dilihat-ulama-mesir/

Situs discoveringislam.org yang berbahasa Inggris bahkan menyimpulkan, Dajjal akan keluar pada 2022. “Berdasarkan analisis dari Qur’an dan hadits,” kata situs itu yang agaknya juga merujuk pada tahun keringnya Danau Tiberias.

Benarkah Dajjal akan muncul pada tahun 2022? Wallahu a’lam bish shawab. Tidak ada yang bisa memastikannya. Apalagi analisa keringnya Danau Tiberias pada tahun 2022 itu berasal dari Israel. Namun jika benar Danau Tiberias kering pada tahun 2022, mungkin tak lama setelah itu Dajjal akan muncul. Wallahu a’lam bish shawab. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Sumber:
http://www.tarbiyah.net/2015/12/dajjal-muncul-pada-2022.html

Subhanallah! Janji Allah Itu Pasti, Inilah KEDAHSYATAN AYAT KURSI Yang Mampu Melebihi Keagungan Langit Dan Bumi.. Tolong Sebarkan!


Lengkap, Apa itu ayat kursi ? ayat kursi atau ayatul kursi bahasa arab آية الكرسي ialah ayat yangpaling agung. Sebab mengisahkan tentang keagungan Allah Swt serta tentang Kekuasaan-Nya yang tidak akan terbatas. Ayat kursi merupakan ayat ke 255 di dalam surat Al Baqarah. Ayat kursi di yakini dibaca untuk memperoleh kerendahaan serta pelingdungan dari Allah Swt.
 
 
Ayat kursi memiliki rahasia, kehebatan serta kedahsyatan yang luarbiasa sekali. untuk pembahasan sekarang akan lebih jauh untuk mengetahui tentang rahasia-rahasia ayat kursi mengenai keistimewaan, keutamaan, manfaat dan khasiat membaca ayat kursi dan sangat lengkap. Sunggguh sangat luar biasa untuk dijadikan doa wirid dan amalan sehari hari. Adapun bacaan Ayat kursi sebagai berikut.

اَللهُ لآَإِلهَ إِلاَّهُوَالْحَىُّ الْقَيُّوْمُ ج لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ ط لَهُ مَافِى السَّموَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ قلى مَنْ ذَالَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه اِلاَّبِاِذْنِه ط يَعْلَمُ مَابَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ ج وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِه اِلاَّبِمَاشَآءَ ج وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَاْلاَرْضَ ج وَلاَيَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَالْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ 
ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUMU. LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI. MAN DZAL LADZII YASFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIHI. YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN ‘ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL AZHIIM
Artinya :
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS : Al-Baqarah : 255)
Itulah bacaan ayat kursi yang dapat diamalkan untuk tiap hari sebagai wirid amalan yang maha dahsyat dari kehebatan ayat kursi tersebut.
Turunnya Ayat Kursi
Mukjizat ayat kursi ialah pada saat surat diturunkan suatu malam saat Rasulullah Saw hijrah ke kota Makkah ke Madinah. Adapun menurut riwayat, saat ketika ayat kursi diturunkan yang telah diantrakan oleh ribuan malaikat, Iblis serta syaitan langsung menjadi gempar di karenakanya. Rasulullah Saw segera memerintah kepada Zaid bin Thabit supaya cepat menulisnya serta menyebarkanya.
Menurut Bin Al Hanafiya : Setelah ayat kursi diturunkanya semua berhala didunia berjatuhan, semua malaikat bersujud, syaitan belarian bertabrakan karena kebingungan, dan takut kepanasan. Itulah kehebatan saat diturunkannya Ayat kursi.
Terdapat 95 buah hadits yang menjelaskan mengenai fadhilah ayat kursi tersebut, lalu mengapa ayat kursi diantarkan dengan ribuan malaikat ? sebab ayat kursi ialah ayat paling mulia dalam Al Qur’an, sehingga ribuan malaikat ikut mengantarkan turunnya ayat kursi tersebut atas perintah Allah SWT.
 
Makna dan Kedudukan Ayat Kursi
Dari sebagaian para ulama yang memberikan mengenai makna dari kata “KURSI” dapat disimpulkan berbeda-beda pula. Akan tetapi sesungguhnya satu sama yang lain saling mengokohkan, terdapat 4 penafsiran dari mengenai makna kata “kursi” yakni :
1. Kursi ialah pemerintahan, kerajaan serta kekuasaan Allah Swt.
2. Kursi yakni ruangan besar yang memiliki kapasitas melebihi  bumi serta langit.
3. Kursi ialah symbol dari keagunan serta kebersaran Allah Swt.
4. Kursi ialah ilmu sebab ilmu yakni bagian dari sifatullah. Yang dimaksud dengan ilmu Allah Swt dapat mengatur makhluk yang telah diciptakan-Nya.
Dari 4 penafsiran diatas, maka dapat disimpulan oleh ulama bahwa : Kursi ialah pondasi kebijakan serta hukum Allah, simbol dari kekuasaan Allah, serta surat ayat kursi ialah ayat yang dapat memberikan suatu petunjuk atas ketuhanan Allah dengan cara mutlak.
 
Keistimewaan Ayat Kursi
1. Rasullah Saw bersabda pada Ali bin Abi Thalib :
Jangan pernah kamu tinggalkan membaca Ayat kursi, sebab dalam setiap huruf terdapat 1000 berkah, serta 100 rahmat. 
2. Rasulullah Saw bersabda :
Bagi siapa membaca Ayat kursi saat ingin tidur, maka Allah Swt akan mengutus malikat untuk menjaga dia hingga pagi, maka syaitan tidak akan berani mendekati serta mengganggu hingga pagi (HR Bukhari).
3. Rasulullah Saw juga bersabda pada Abu Hurairah : 
Perbanyaklah membaca Ayat kursi, sebab setiap harufnya maka kamu ditulis mendapatkan 40000 kebaikan.
4. Rasulullah Saw bersabda :
Bagi siapa membaca Ayat kursi sesudah sholat wajib. Maka tidak ada yang bisa menghalangi dia masuk surga kecuali maut (kematian) (HR Thabarani, Nasa’i).
5. Rasulullah Saw juga menyatankan juga :
Sekiranya penjabat mengetahui apa yang terkandung rahasia di dalam ayat kursi, sungguh ia akan meninggalkan jabatanya, sekiranya pedagang mengetahui apa terkandung dalam ayat kursi, sungguh ia akan meninggalkan daganganya. jika sekiranya pahala ayat kursi dibagikan dimuka bumi, sungguh setiap orang tersebut akan mendapat bagian 10x lipat didunia serta isinya.
6. Dari Ma’qal bin Yasir berkata, Rasulullah bersabda : 
Utamanya Al Qur’an ialah Al Baqarah, serta utamanya Al Baqarah ialah Ayat kursi. Dalam suatu ayat itu, turun bersamanya 80000 malaikat, serta ayat kursi itu dikeluarga dari gudang kekayaan Allah Swt yaitu terdapat dibawah Arasy. Kemudian digabungkan dengan surah Al Baqarah.
Dalam ayat kursi telah disebutkan tentang nama-nama Allah sebanyak tujuh belas kali dalam bentuk isi dhamir (kata ganti) ataupun isim zhahir (nama jelas). Semua nama terdapat didalamnya mepersentasikan mengenai sifat-sifat Allah, Dzat Allah, Qudrat Allah, Af’al Allah, serta paling utama ialah Tauihidullah.
Surat ayat kursi mengandung keistimewaan, di dalam terdapat ismul a’zam, serta tersusun dalam 50 kata-kata, dan terdapat 17 nama Tuhan dhahir serta dhamir, serta terdapat 17 huruf min serta 17 huruf wawu. Surat ayat kursi tersebut yang membahas mengenai ke Esaan dzat Allah Swt serta kesempurnaan dari sifar-sifaat-Nya. (Abdullah Al Qurtubi).
Itulah mengenai keistimewaan ayat kursi. Perlu diketahui bahwa, ayat kursi memiliki mukjizat maha dahsyat sekali, mempunyai manfaat serta khasiat yang sangat hebat, memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa. Serta memiliki fadhilah yang menajubkan. 
Ayat kursi yakni satu-satunya ayat di dalam Al Qur’an di awali dengan lafzul jalalah (Allah) serta diakhiri dengan nama maha Agung (Al Azhim). Dalam susunan kalimat tersebut tentu mengandung rahasia besar dari Ayat kursi.
 
Keutamaan Ayat Kursi
1. Sebagai Jalan Masuk Surga
Rasulullah Saw bersabda :
Bagi siapa membaca Ayat kursi sesudah sholat wajib. Maka tidak ada yang bisa menghalangi dia masuk surga kecuali maut (kematian) (HR Thabarani, Nasa’i).
2. Ayat Paling Agung Dalam Al Qur’an
Rasulullah Saw bertanya kepada Abu Mundzir : Ayat mana paling agung dalam kitabullah ? kemudian Abu Mundzir menjawab pertanyaan Rasulullah : Ayat Kursi, lalu beliau Rasulullah Saw kemudian menepuk bahunya. Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang engkau punyai (HR Muslim).
3. Keagungan Melebihi Langit serta Bumi
Rasulullah Saw bersabda : 
Tidaklah Allah menciptakan langit serta bumi melebihi agungnya Ayat Kursi itu, sebab dalam ayat itu sudah mencakup Nama serta sifat Allah). sebab ayat kursi ialah salah satu kalamullah ( perkataan Allah). sebab kalamullah lebih agung dari ciptaan Allah yaitu langit serta bumi (HR Tirmidzi).
4. Sebagai Amalan Wirid Doa Sebelum Tidur
Rasulullah Saw bersabda :
Jika engkau ingin tidur dimalam hari, maka bacalah Ayat kursi Niscaya Allah akan mengirimkan malaikat untuk menjagamu serta syaitan tidak akan berani untuk mendekati sampai pagi (HR Bukhari).

kasiat dan Manfaat Ayat Kursi
Khasiat dan manfaat ayat kursi atau Fadhilah Ayat kursi – sebagai berikut.
1. Rasulullah Saw bersabda :
Bagi siapa pulang rumahnya dan dia membaca bacaan ayat kursi. Maka Allah akan hilangkan segala kefakiran didepan matanya.
2. Rasulullah Saw bersabda :
Wahai umatku. Bacalah bacan ayat kursi 12 kali saat jum’at pagi, lalu berwundhu serta sunnat 2 rakaat. InsyaAllah akan terhindar dari kejahatan syaitan serta kejahatan pembesar.
3. Bagi siapa membaca bacaan ayat kursi secara khusyuk sesudah sholat wajib, ketika pagi serta petang, dan tiap kali keluar masuk rumah, maka InsyaAllah terpeliharalah dari godaan syaitan, binatang buas, diselamatkan dari kejahatan manusia yang akan memudarakan. Terpeliharalah dia serta keluaga, anak-anaknya, serta harta benda dari kecurian, kebakaran, kekaraman. Didapatkannya juga dari kesehatan jasmani serta keselamatan dengan izin Allah Swt. (dalam kitab Khawasul Qur’an karya Imam Ghazali).
4. Syeikh Abu Abbas menerangkan : 
Bagi siapa membaca bacaan ayat kursi sebanyak hitungan kata-katanya yakni 50 x kemudian dihembuskan pada air hujan lalu diminum. InsyaAllah dapat mencerdaskan akal fikirnya seta dapat memudahkan dia menerima ilmu tentang pengetahuan.(dalam kitab khazinatul asrar).
5. Keterangan dari kitab Asraaul Mufidah :
Bagi siapa membaca bacaan ayat kursi 18 x, Niscaya akan hidup berjiwa hauhid, dinaikan drajatnya, dibukakan berbagai hikmah, dimurahkan rezeki, serta diberikan perngaruh sehingga orang akan menghormati serta segan kepadanya serta dia terpelihara dari segala bencana atas izin Allah Swt.
6. Bagi siapa orang selalu membaca bacaan ayat kursi, dia akan dicintai serta dipelihara Allah sebagaimana Dia memelihara Rasulullah Saw.
7. Dengan rajin membaca atau rajin mengamalkan Ayat kursi, Atas izin Allah, dapat terhidarnya dari kecerobohan serta pencuri, sebab ayat kursi akan menjadi benteng.
8. Bagi siapa mengamalkan membaca bacaan ayat kursi, dia akan mendapatkan perlindungan serta pertolongan dari Allah, dari hasutan syaitan dan godaan syaitan.
9. Bagi pengamal ayat kursi akan memberikan keselamatan saat dalam perjalanan.
10. Bacaan ayat kursi dibaca secara khusyu’. Niscaya dapat menyebabkan jin serta syaitan terbakar.
11. Apabila berpindahan rumah baru, maka saat malam pertama kamu menduduki rumah baru itu, maka bacalah bacaan ayat kursi 100x. InsyaAllah keluarga terhindarnya dari gangguan lahir serta batin.
12. Bagi siapa membaca bacaan ayat kursi sesudah sholat wajib, Insya Allah dia akan di lindungi Allah hingga sholat yang lain.
13. Abi Qutadah berkata, Rasullullah bersabda :
Bagi siapa membaca bacaan ayat kursi, saat hendak tidur malam. Allah akan mengirimkan malaikat untuk memeliharanya hingga pagi.
14. Rasulullah Saw bersabda :
Bagi siapa membaca Ayat kursi sesudah sholat wajib. Maka tidak ada yang bisa menghalangi dia masuk surga kecuali maut (kematian) (HR Thabarani, Nasa’i).
15. Bagi siapa membaca bacaan ayat kursi sebelum keluar rumah. Maka Allah swt akan mengutus ribuan malikat kepadanya, serta mereka memohon ampunan serta mendoakan baginya.
16. Bagi siapa membaca bacaan ayat kursi diakhir sholat, Allah azza wajalla mengendalikan pengambilan rohnya serta dia yakni seperti orang yang berperang dangan Nabi sehingga mati syahid.
17. Bagi siapa membaca bacaan Ayat kursi di akhir setiap sholat wajib / fardhu. Allah akan menganugerahkan rahmat padanya.
18. Abdullah bin Amr ra berkata : 
Bagi siapa memaca bacaan ayat kursi saat ketika dalam kesempitar. nisyaAllah Allah berkenan untuk memberikan pertolongan-Nya.
19. Syekh Al Bunni berkata : 
Bagi siapa membaca bacaan ayat kursi sebanyak hitungan hurus tersebut yakni 170 x. maka InsyaAllah  Allah memberikan pertolongan, menunaikan segala hajat, di luaskan rezeki, melapangkan pikiran-pikiranya, dihilangkan dari kedukaan, serta diberikan apa yang telah dituntutnya. (dalam kitab tafsir Al Qudsi).
 
20. Abdurrahman bin ‘Aur berkata :
Apabila masuk kerumah, lalu bacalah bacaan ayat kursi pada 4 penjuru rumah, InsyaAllah akan menjadi pengaja serta pendinding dari syaitan. (dalam afsir Al Qudsi).
21. Di antara surat surat di dalam Al Qur’an, salah satunya ialah surah Al  Baqarah, dan diantara ayat dalam surat Al Baqarah yang terbesar yakni ayat Kursi, maka sesungguhnya syaitan akan melarikan diri dari rumah itu, apabila didalam rumah dibaca surat Ayat kursi itu. (dalam kitab Durrulmantsur).
22. Syaikhul Kabir Muhyiddin Ibnu Arabi berkata :
Bagi siapa membaca bacaan ayat kursi 1000 x dalam sehari semalam selama 40 hari. Demi Allah, demi Rasulullah serta demi ayat Al Qur’an. Maka Allah akan membukakan untuknya pandangan rohani , yang dihasilkan yang dimaksud serta diberi pengaruh pada manusia (hormat serta segan). (dalam kibat Khawasul Qur’an).
Itulah mengenai fadhilah, khasiat dan manfaat membaca bacaan ayat kursi. Walaupun belum menemukan haditsnya, namun khasiat tersebut dapat diketahui bagi orang yang mengamalkan surat ayat kursi, tentu rahasia ayat kursi diketahui oleh beliau Rasulullah Saw. Maka sangat bagus sekali apabila kita selalu mengamalkan sebagai wirid doa sehari-hari. Adapun dahsyatnya membaca bacaan ayat kursi sebagai berikut.

Dahsyatnya Ayat Kursi
Surah ayat kursi yang dimulai dari lafadz Lafdzul Jalalah (Allah) serta di akhiri dengan Sifatullah (Al Azhiim). Hal tersebut menandakan bahwa dalam kehidupan harus bersama Allah saat hendak memulai serta mengakhiri dalam sesuatu.
Sungguh menakjubkan sekali, wahai Saudaraku !, betapa sangat dahsyat sekali ayat kursi itu, seandainya kita mampu untuk bersenyawa dengannya, maka terdapat jaminan dari Allah tidak ada kegelisahan, ketakutan, serta kesulitan. Berikut ialah kedahsyatan dari ayat kursi :
1. Kamu tidak akan takut dengan namanya miskin, sebab ayat kursi mampu menjadi sumber kekayaan.
2. Kamu tidak akan takut dengan namanya melarat, sebab ayat kursi akan menghadirkan kelimpahan.
3. Kamu tidak akan takut dengan namanya kekurangan, sebab ayat kursi akan menjadi suatu kecukupan.
4. Kamu tidak akan takut dengan namanya sendirian, sebab ayat kursi akan mampu untuk menjadi teman dimanapun.
5. Kamu tidak akan takut dengan namanya musuh, sebab ayat kursi akan dapat menghadirkan bantuan.
6. Kamu pasti akan mendapatkan apa yang di inginkanya.
Itulah kedahsyatan dari ayat kursi, maka marilah bangkitkan untuk meperbaiki hidup serta bersemangat untuk merubah nasib serta hidupkan harapan untuk dapat menjadi orang yang berhasil. Amin.
 
Ayat Kursi Gudang Kekayaan Allah Swt
Ibnu Abbas berkata bahwa : Rasulullah Saw jika membaca akhir surah Al Baqarah serta ayat kursi tersebut selalu tertawa. Dan beliau bersabda : Sesungguhnya kedua ayat itu ialah gudang kekayaan Allah yang ada dibawah Arsy.
Terdapat satu ayat dalam Al Qur;an yang tidak terlalu panjang, akan tetapi dapat mencakup dari seluruh Asma serta sifat-sifat-Nya yakni Ayat Kursi. Jika bertanya mengenai mukjizat dari ayat kursi, hal tersebut telah dibuktikan dari para nabi serta rasul, wali, shiddiqin serta juga abdush sholihin sudah membuktikan bermacam ragam mukzijat serta keajaiban dari Ayat Kursi.
 
Pahala Membaca Ayat Kursi
Pahala membaca ayat Kursi telah disebutkan dalam hadits bahwa :
Allah telah menciptakan kursi yang telah dikeliligi 7 langit serta 7 bumi, kursi tersebut bagaikan sebuah lingkarang terdapat di tengah padang luas, yaitu dikirinya terdapat 10.000 kursi serta dikanan terdapat 10,000 kursi. Serta diatas setiap kursi tersebut ada malaikat yang duduk membaca ayat kursi serta mencatat pahala bagi orang yang membaca ayat kursi tersebut. Dan Allah Swt telah memerintahkan pena untuk mencatat ayat kursi serta pahalanya. Bagi siapa yang membaca bacaan ayat kursi secara istiqomah. Maka Allah akan memberikan pahala sebesar ayat kursi tersebut di hari kiamat nanti. Amin.
Dibawah ialah video doa ayat kursi :

Sekian informasi saat ini mengenai keistimewaan, keutamaan, manfaat & khasiat ayat kursi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua...


sumber : doadzikirwirid.blogspot.co.id

Senin, 20 Maret 2017

Allahuakbar !! Inilah Isi Didalam Ka`bah, Yang Share Semoga Diberi Kesempatan Berkunjung Kesana, Amiin.

Bagian Luar

Bentuk Ka’bah kira-kira segi empat, dibangun dengan batu biru yang keras. Tingginya sampai 15 m. Panjang sisi tempat pancuran air mizab dan sisi depannya adalah 10,1 m. Panjang sisi tempat pintu Ka’bah dan belakangnya adalah 12 m. Pintu Ka’bah setinggi 2 m dari lantai, naik dengan menggunakan tangga seperti tangga mimbar. Saat ini, tangganya terbuat dari kayu berlapis perak yang dihadiahkan oleh salah seorang pengusaha India ke Ka’bah. Tangga tersebut tidak diletakkan di dekat Ka’bah kecuali jika pintu itu akan dibuka untuk kunjungan dalam momen-momen tertentu. Tidak lebih dari 15 kali setahun.


Di sudut sebelah kiri pintu Ka’bah, terdapat Hajar Aswad. Tingginya 1,5 m dari atas lantai thawaf. Orang Arab menyebut sudut (rukun) Ka’bah sesuai arah kemana rukun itu menghadap. Yang menghadap ke Utara dinamai rukun Irak. Yang menghadap ke Barat dinamai rukun Syam. Ke Selatan rukun Yamani. Dan yang ke Timur dinamai rukun Hajar Aswad karena Hajar Aswad berada di sudut tersebut.
Hajar Aswad adalah sebuah batu mengkilat berbentuk oval tidak beraturan. Warnanya hitam kemerah-merahan. Di batu itu terdapat warna merah dengan garis-garis kuning bekas penempelan potongan-potongan Hajar Aswad yang pecah. Diameternya kurang lebih 30 cm. dan dikelilingi dengan bingkai perak setebal 10 cm.
Pancuran yang muncul dari atas atap di bagian tengah dinding rukun utara dan rukun barat adalah mizab rahmah. Mizab ini dibuat oleh al-Hajjaj bin Yusuf dengan tujuan agar air tidak tergenang di atap Ka’bah. Pada tahun 959 H, Sultan Sulaiman al-Utsmani mengganti ujungnya dengan bahan perak. Kemudian pada tahun 1021 H, Sultan Ahmad al-Utsmani mengganti ujungnya dengan perak berukir yang ditulis dengan tinta biru berselang-seling emas. Pada tahun 1273 H, Sultan Abdul Majid al-Utsmani mengirim pancuran air yang seluruhnya terbuat dari emas. Mizab atau pancuran air itulah yang ada sampai sekarang ini.
Di depan mizab terdapat al-hatim. Yaitu bangunan melengkung setengah lingkaran yang kedua ujungnya berada di rukun utara dan barat dengan jarak 2,3 m. Tingginya 1 m dan tebalnya 1,5 m. Bagian ini dibeton dengan batu pualam berukir. Dan di sepanjang bagian atas terdapat tulisan yang dipahat. Jarak dari tengah dinding bagian dalam ke dinding Ka’bah 8,44 m. Ruang yang ada di antara keduanya disebut Hijir Ismail. Tiga meter dari ruang ini, pada masa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam termasuk bangunan Ka’bah. Ada yang menyatakan bahwa Hajar dan Ismail dimakamkan di tempat ini.

Bagian Dalam 


Gambar 1: Salah satu rukun atau sisi Ka’bah al-Musyarrfah. Tampak di bagian atas bagian kain kiswah dalam yang khusus untuk Ka’bah

 
Gambar 2: Lemari di dalam Ka’bah. Posisi lemari ini tepat berada di depan pintu Ka’bah –jika dilihat dari bagian dalam. Di atasnya biasa 
diletakkan alat pewangi dari asap kayu gaharu yang khusus untuk mengharumi ruangan Ka’bah. Biasanya hal ini dilakukan setelah prosesi pencucian Ka’bah. Di dalam lemari ini juga tersimpan semacam kapur pewangi yang beraroma mawar untuk membaluri dinding Ka’bah agar tetap wangi. Hal itu juga dilakukan setelah dinding-dinding Ka’bah dicuci dengan air zam-zam yang dicampuri dengan air mawar.
ADSENSE Link Ads 200 x 90
line-height: 20.8px; margin: 0px; overflow: hidden; padding: 0px; text-align: left; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; vertical-align: baseline; white-space: normal; word-spacing: 0px;">  

Gambar 3: Ini adalah tempat shalat Rasulullah ﷺ ketika beliau memasuki Ka’bah yang mulia. Raja-raja, gubernur-gubernur Mekah al-Mukaramah, atau tamu kerajaan selalu shalat di tempat ini sebelum memulai prosesi pencucian Ka’bah yang mulia. Mungkin setelahnya bisa jadi orang-orang yang turut serta dalam prosesi pencucian Ka’bah atau masyarakat biasa ikut shalat pula di tempat ini. Kita memohon kepada Allah termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan itu.


Gambar 4: Bagian kecil di dinging Ka’bah berupa batu tertentu. Posisinya menghadap tempat shalat Nabi ﷺ tadi. Pada batu tersebut tertulis kalimat “laa ilaaha illallaah, Muhammad rasulullah”
 
 
Gambar 5: Sebuah pintu yang terdapat di dalam Ka’bah. Pintu ini bukanlah pintu utama Ka’bah. Pintu ini dinamakan pintu taubat. Di dalam pintu tersebut terdapat tangga menuju kea tap Ka’bah.


 Gambar 6: Tiga buah tiang di dalam Ka’bah. Tiang ini terbuat dari kayu yang terbaik dan disepuh dengan emas murni. Bagian atasnya terlihat kain kiswah bagian dalam yang berwarna hijau. Tampak juga pada gambar ini lampu-lampu kecil, tempat pengasapan kayu gaharu, dan wadah-wadah. Benda-benda tersebut adalah hadiah pemberian dari para khalifah, para sultan, para amir, dan para raja sepanjang sejarah Islam untuk Ka’bah yang mulia.
 
 
Gambar 7: Terlihat 3 tiang lainnya yang berada di dalam Ka’bah. Tiga buah tiang yang terbuat dari kayu yang terbaik dan disepuh dengan emas murni. Tampak pada gambar pintu masuk Ka’bah atau dikenal dengan Pintu Ka’bah. Pada gambar ini juga terlihat lemari yang berada di depan Pintu Ka’bah dan di atasnya terdapat alat untuk pengasapan kayu gaharu. Yang digunakan untuk mengharumkan ruang dalam Ka’bah
 
 Sumber : kisahmuslim.com