Tampilkan postingan dengan label BERITA NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA NASIONAL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 April 2017

Seorang Siswa SMA Taruna Nusantara Ditemukan Tewas dengan Leher Terluka

Seorang siswa SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang ditemukan meninggal dalam keadaaan berdarah, Jumat (31/3/2017).
Dudung Abdurrahman, kerabat korban kepada Tribunjogja.com mengungkapkan, korban atas nama Krisna Wahyu asal Jakarta. "Kejadian  tidak tahu, cuma tadi pagi kelihatan meninggal dengan kondisi berdarah," kata pria yang memajang foto profilnya mengenakan baju Mabes TNI berpangkat bintang satu ini, Jumat (31/3/2017).
Menurut Dudung, Krisna adalah siswa kelas 10 di SMA Taruna Nusantara yang lokasinya tak jauh dari Akmil Magelang.
"Keluarga belum ke sana, saya rencana jam satu ke sana, tapi anggota saya ada di sana," kata Dudung Abdurrahman.
Pantauan Tribunjogja.com, gerbang pintu masuk ke SMA dijaga sejumlah petugas dan ada beberapa tamu yang masuk ke wilayah sekolah.
Ada informasi setelah Jumat kepolisian akan merilis informasi soal temuan siswa yang meninggal di barak dengan luka tusukan benda tajam di leher.
Info awal menyebutkan, kejadian itu diketahui pukul 04.00 WIB TKP di barak G 17 komplek SMA Taruna Nusantara (TN) Mertoyudan, MagelangJawa Tengah.
Krisna Wahyu Nurachmad ditemukan meninggal oleh saksi saat akan dibangunkan menjalankan ibadah shalat Subuh.
Sumber:
http://lampung.tribunnews.com/2017/03/31/seorang-siswa-sma-taruna-nusantara-ditemukan-tewas-dengan-leher-terluka

Rabu, 29 Maret 2017

Sinchan Ditembak Polisi Karena Curi Sepeda Motor

MEMPAWAH - Aparat kepolisian Polsek Sungai Pinyuh akhirnya berhasil mengamankan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atas nama Sinchan alias GN, Selasa (28/3/2017).
Sinchan di amankan lantaran terbukti melakukan pencurian kendaraan bermotor yang dilakukannya, Senin (27/3) sekitar pukul 14.00 Wib bertempat di Depan Rumah Aliung di RT 004 RW 005 Kecamatan Sungai Pinyuh.
"Adapun korban yang mengalami kecurian adalah Hiu Kon Nyi (57) warga Gang Usaha I No.15 RT 004 / RW 005 Kecamatan Sungai Pinyuh,"ujar Kapolsek Sungai Pinyuh Kompol Agus Dwi Cahyono, Selasa (28/3/2017).
Kapolsek menceritakan untuk kronologis awalnya korban memarkirkan Sepeda motornya di depan rumah Aliung yang berada disebelah rumah korban.
Saat itu, korban hendak masuk ke rumahnya, selang beberapa saat kemudian sekira pukul 14.00 WIB korban hendak keluar mengambil motornya, namun tak disangka motor tersebut sudah raib.
"Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 6.000.000,- dan melaporkan ke Polsek Sungai Pinyuh,"ujarnya.
Setelah mendapatkan laporan, anggota kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi dan diketahui bahwa yang mencurinya adalah Sinchan.
Kemudian Selasa (28/3) sekira pukul 14.00 dilakukan penindakan terhadap Sinchan alias GN di kecamatan Anjungan dan ditemukan barang bukti motor yang hilang.
Dikarenakan saat akan diamankan, tersangka melakukan perlawanan akhirnya dilakukan penindakan dengan menembak kaki tersangka sebelah kanan satu kali.
Door... Sinchan akhirnya roboh dan tak berdaya melakukan perlawanan lagi. Hinga ia kemudian dibawa ke puskesmas dan kemudian ke RSUD dr rubini untuk dilakukan penanganan.
"Baru setelah itu tersangka kita bawa kembali ke tahanan Polsek sungai pinyuh,"jelasnya.
Selain tersangka, sejumlah barang bukti yang diamankan yakni 1 unit Sepeda motor merk Yamaha Vega R No.pol : KB 2949 BO dengan Noka MH25D9204BJ263046 dan Nosin : 5D9-1263022.
Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2017/03/28/sinchan-ditembak-polisi-karena-curi-sepeda-motor

Hujan Es Disertai Petir dan Angin Kencang Landa Jabotabek

JAKARTA - Selasa (28/3/2017) sore, Wilayah Jabotabek diguyur hujan es. Butiran-butiran hujan es yang jatuh seperti diabadikan warga, ukurannya cukup besar. Fenomena apakah ini?
Menanggapi itu, Kepala Sub-Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, hujan es merupakan fenomena cuaca yang alami dan biasa terjadi.
"Kejadian hujan lebat dan es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya," kata Hary melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa sore.
Hary menjelaskan, ada sejumlah indikasi yang menandakan akan terjadinya hujan es. Pertama, sehari sebelumnya udara pada malam hingga esok paginya terasa panas dan gerah.
Tanda lainnya, sekitar pukul 10.00 WIB, akan nampak tumpukkan awan putih. Awan putih tersebut akan berubah secara cepat menjadi awan abu-abu atau hitam yang dikenal sebagai awan Cb (Cumulonimbus).
"Dampaknya, pepohonan di sekitar tempat kita berdiri akan ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Juga akan terasa sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri," tutur Hary.
Untuk karakter hujannya, menurut Hary, yang pertama kali turun adalah hujan deras yang berlangsung secara tiba-tiba. Namun, jika hujan yang turun hanya gerimis, maka kejadian angin kencang diperkirakan jauh dari tempat tersebut.
Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2017/03/28/hujan-es-disertai-petir-dan-angin-kencang-landa-jabotabek

Selasa, 28 Maret 2017

Warga Heboh, Anak Pukuli Ibu Kandungnya Dengan Gitar Hingga Tewas

Warga di Kecamatan Gantung, Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dihebohkan dengan kejadian miris, Senin (27/3/2017) siang.
Seorang warga yang diketahui berinisial Jm (37) yang diduga menderita gangguan jiwa memukuli ibu kandungnya sendiri, AS (64).
Informasi sementara yang dihimpun Pos Belitung (Bangkapos Group), Jm memukul kepala ibunya dengan menggunakan gitar hingga mengalami luka berat dan akhirnya tewas.
Kepala Desa Lenggang Kecamatan Gantung, Evo Lesmana membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Ya. Anaknya (diduga) ada gangguan jiwa. Informasi sementara, pakai gitar listrik pelaku melakukannya," ujar Evo dikonfirmasi Pos Belitung, Senin (27/3/2017).
Evo mengatakan, kejadian itu terjadi di kediaman korban sekaligus pelaku, Jalan Dewi Sartika, Dusun Jaya (Ujung Lintang), Desa Lenggang.
Kejadian miris itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
"Mereka memang warga kami," ujarnya.
Informasi yang dihimpun Pos Belitung, Jm telah diamankan polisi setelah sebelumnya sempat dikepung oleh warga usai melakukan aksi sadisnya.
Kepala Polsek Gantung Iptu Robbi Purba mewakili Kapolres Beltim AKBP Nono Wardoyo membenarkan adanya kejadian miris yakni anak Jm (37) yang memukuli ibu kandungnya As hingga tewas, Senin (27/3/2017).
Gitar dipukul ke wajah As
Adanya kejadian pemukulan yang dilakukan anak kandung terhadap ibunya hingga berujung mawut, pihak kepolisian yang memperoleh informasi langsung meninjau Tempat Kejadian Perkara.

Jm (37) yang diduga menderita gangguan jiwa tega memukul ibu kandungnya sendiri, As (65) menggunakan gitar listrik.
"KamI sudah turun ke TKP, melakukan visum et repertum, mengamankan pelaku dan barang bukti," ujar Robbi.
Robbi menyatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi di TKP, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
Awalnya, saksi, Normayati (60) mendengar suara teriakan seorang perempuan yang kemudian diketahui adalah As.
"saksi keluar rumah dan saksi melihat pelaku sedang menghujamkan gitar listrik ke wajah korban," ujar Robbi.
Normayati, kata Robbi, sudah berteriak agar pelaku menghentikan perbuatannya.
Teriakan itu juga didengar oleh masyarakat di sekitar TKP.
"Saksi tidak berani melerai karena takut pada pelaku. Tak lama kemudian datanglah saksi yakni Pak RT, Ilham yang mendapat laporan dari warga lainnya. Setibanya Pak RT di TKP, dia melihat pelaku sedang berdiri di halaman rumah. Lalu pelaku (Jm) mengatakan kepada Pak RT itu bahwa korban (ibu kandungnya) sudah meninggal dunia. Saat itu kondisi korban terbaring bersimbah darah di teras depan rumah," ujar Robi.
Robbi melanjutkan, warga kemudian berdatangan ke rumah As.
Oleh warga, korban juga sempat dibawa ke Puskesmas Gantung untuk mendapatkan pertolongan namun nyawanya tak berhasil diselamatkan.
Robby mengungkapkan bahwa Jm menderita gangguan jiwa.
"Pelaku merupakan pasien rawat jalan di UPTD Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat (BKJM) Kabupaten Beltim," kata Robbi kepada Pos Belitung.
Dia mengatajan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BKJM Beltim.
"Kami berkoordinasi deng UPTD Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat (BKJM) Kabupaten Beltim mengingat pelaku mengalami gangguan kejiwaan," ujar Robbi.
Lupa minum obat
Kepala Desa Lenggang, Evo Lesmana mengatakan pelaku Jm (37) adalah warganya yang mengidap gangguan jiwa.
"Jadi si pelaku ini anak As memang. Selama ini memang kalau lupa minum obat, memang sering brutal," ujar Evo kepada Pos Belitung, Senin (27/3/2017).
Evo mengatakan, Jm merupakan anak As yang masih menetap di rumah.
Anak-anak As lainnya dinyatakan telah berkeluarga dan telah menetap terpisah.
"Jadi pelaku ini tinggal dengan ibunya. Suami korban sudah meninggal dunia," ujar Evo. (*)
Sumber:
pontianak.tribunnews.com/2017/03/28/warga-heboh-ada-anak-pukuli-ibu-kandungnya-dengan-gitar-hingga-tewas

Ngeri!!! Petani Sawit Ini Tewas Ditelan Ular Piton, Lihat Foto-fotonya...

MAMUJU - Ada warga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, tewas ditelan ular.
Dia adalah Akbar (25), warga Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah.
Akbar ditelan hidup-hidup seekor ular piton atau sanca kembang di kebun kelapa sawitnya.
Mayat Akbar teridentifikasi setelah perut ular raksasa tersebut dibelah, Senin (27/3/2017).
Mulanya, Minggu (26/3/2017) sekitar pukul 09.00 wita, Akbar meninggalkan rumah menuju kebun kelapa sawitnya.
Namun, tak kembali-kembali hingga keesokan harinya, atau Senin.
Keluarga dan warga pun mencari keberadaan Akbar.
Saat pencarian sekitar pukul 22:00 Wita, warga setempat menemukan seekor ular piton di kebun milik korban.
Heran melihat ular berperut buncit, warga kemudian menangkap ular tersebut.
Setelah perut ular dibelah, warga kaget bukan main, ternyata ada Akbar ada di perut ular dan sudah meninggal dunia.
"Ditemukan di lokasinya (kebunnya) kasihan," kata Satriawan, pemuda yang turut mencari Akbar.
"Awalnya ini Akbar berangkat dari rumahnya untuk pergi memanen sawitnya, setelah tidak kembali ke rumahnya dicarimi di kebunnya," Satriawan menambahkan.
Warga meyakini korban tiba-tiba ditelan saat tengah memanen sawit.
"Hasil panen sawitnya terhambur, mungkin ini diserang dari belakang ulang," cerita Satriawan.
Kini almarhum disemayamkan di rumah duka. 
Ditemukan Warga
Jasad Akbar ditemukan utuh di perut ular yang ditangkap warga di kebun sawit korban, Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (27/3/2017).
Ular memangsa mulai kepala hingga kaki Akbar.
Posisi kaki korban di lambung ular lebih dekat rongga mulut ular.
Jasad Akbar ditemukan utuh di perut ular yang ditangkap warga di kebun sawit korban, Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (27/3/2017) malam. (Nurhadi/tribunsulbar.com)
Jasad Akbar ditemukan utuh di perut ular yang ditangkap warga di kebun sawit korban, Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (27/3/2017) malam. (Nurhadi/tribunsulbar.com)
Sebaliknya, kepala mayat sejurus kloaka ular atau searah ekor.
Jasad Akbar ditemukan utuh di perut ular yang ditangkap warga di kebun sawit korban, Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (27/3/2017) malam. (Nurhadi/tribunsulbar.com)
Jasad Akbar ditemukan utuh di perut ular yang ditangkap warga di kebun sawit korban, Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (27/3/2017) malam. (Nurhadi/tribunsulbar.com)
Celana pendek dan kaos dikenakan Akbar juga utuh ditelan ular.
Jasad Akbar ditemukan utuh di perut ular yang ditangkap warga di kebun sawit korban, Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (27/3/2017) malam. (Nurhadi/tribunsulbar.com)
Jasad Akbar ditemukan utuh di perut ular yang ditangkap warga di kebun sawit korban, Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (27/3/2017) malam. (Nurhadi/tribunsulbar.com)
Mayat Akbar teridentifikasi setelah perut ular raksasa tersebut dibelah, Senin (27/3/2017). (Nurhadi/tribunsulbar.com)
Mayat Akbar teridentifikasi setelah perut ular raksasa tersebut dibelah, Senin (27/3/2017). (Nurhadi/tribunsulbar.com)
Kondisi mayat terlihat demikian setelah warga membelah ular piton tersebut.
Minggu (26/3/2017) sekitar pukul 09.00 wita, Akbar meninggalkan rumah menuju kebun kelapa sawitnya.
Namun, tak kembali-kembali hingga keesokan harinya, atau Senin.
Keluarga dan warga pun mencari keberadaan Akbar.
Saat pencarian sekitar pukul 22.00 Wita, warga setempat menemukan seekor ular piton di kebun milik korban.
Heran melihat ular berperut buncit, warga kemudian menangkap ular tersebut.
Setelah perut ular dibelah, warga kaget bukan main, ternyata ada Akbar ada di perut ular dan sudah meninggal dunia.
"Ditemukan di lokasinya (kebunnya) kasihan," kata Satriawan, pemuda yang turut mencari Akbar.
"Awalnya ini Akbar berangkat dari rumahnya untuk pergi memanen sawitnya, setelah tidak kembali ke rumahnya dicarimi di kebunnya," Satriawan menambahkan.
Ukuran Lebih 8,5 Meter
Dikutip dari Wikipedia.org, sanca kembang atau sanca batik adalah sejenis ular dari suku Pythonidae yang berukuran besar dan memiliki ukuran tubuh terpanjang di antara ular lain.
Ukuran terbesarnya dikatakan dapat melebihi 8.5 meter dan merupakan ular terpanjang di dunia.
Lebih panjang dari anakonda (Eunectes), ular terbesar dan terpanjang di Amerika Selatan.
Nama-nama lainnya adalah ular sanca; ular sawah; sawah-n-etem (Simeulue); ular petola (Ambon); dan dalam bahasa Inggris reticulated python atau kerap disingkat retics.
Sedangkan nama ilmiahnya yang sebelumnya adalah Python reticulatus, kini diubah genusnya menjadi Malayopython reticulatus.
Sanca kembang ini mudah dikenali karena umumnya bertubuh besar.
Keluarga sanca (Pythonidae) relatif mudah dibedakan dari ular-ular lain dengan melihat sisik-sisik dorsalnya yang lebih dari 45 deret, dan sisik-sisik ventralnya yang lebih sempit dari lebar sisi bawah tubuhnya.
Di Indonesia barat, ada tiga spesies bertubuh gendut pendek yakni kelompok ular peraca(Python curtus group: P. curtus, P. brongersmai dan P. breitensteini) di Sumatera, Kalimantan dan Semenanjung Malaya.
Dua spesies yang lain bertubuh relatif panjang, pejal berotot: P. molurus (sanca bodo) dan M. reticulatus.
Kedua-duanya menyebar dari Asia hingga Sunda Besar, termasuk Jawa. 
P. molurus memiliki pola kembangan yang berbeda dari reticulatus, terutama dengan adanya pola V besar berwarna gelap di atas kepalanya.
Sanca kembang memiliki pola lingkaran-lingkaran besar berbentuk jala (reticula, jala), tersusun dari warna-warna hitam, kecoklatan, kuning dan putih di sepanjang sisi dorsal tubuhnya.
Satu garis hitam tipis berjalan di atas kepala dari moncong hingga tengkuk, menyerupai garis tengah yang membagi dua kanan kiri kepala secara simetris.
Dan masing-masing satu garis hitam lain yang lebih tebal berada di tiap sisi kepala, melewati mata ke belakang.
Sisik-sisik dorsal (punggung) tersusun dalam 70-80 deret; sisik-sisik ventral (perut) sebanyak 297-332 buah, dari bawah leher hingga ke anus; sisik subkaudal (sisi bawah ekor) 75-102 pasang.
Perisai rostral (sisik di ujung moncong) dan empat perisai supralabial (sisik-sisik di bibir atas) terdepan memiliki lekuk (celah) pendeteksi panas (heat sensor pits) (Tweedie 1983). 
Sumber: (Tribun Timur/Nurhadi)

Sabtu, 18 Maret 2017

Mengerikan!!! Pria Ini Gantung Diri dan Siarkan Langsung di Facebook gara-gara...


Sebuah tayangan video mengerikan langsung heboh di dunia maya pada Jumat (17/3/2017) petang tadi.
Bagaimana tidak, seorang pria dengan inisial akun Facebook "PI" melakukan aksi nekat gantung diri.
Aksi nekatnya ini ia siarkan langsung melalui fasilitas facebook live.
Terdapat dua video yang ditayangkan secara langsung.
Yakni video pertama pada pukul 09.17 WIB. Video ini direkam selama 1 menit 11 detik.
Video kedua merupakan aksi bunuh dirinya yang mulai direkam pada pukul 09.22 WIB.
"Halo nama gue Indra, gue punya istri namanya D*** F****** F***** yang notabene sudah 17 tahun gue nikahin. Gue cinta mati sama dia, ... sekarang dia pergi enggak tahu kenapa. Ninggalin gue dan anak-anak," katanya dalam tayangan video live pertama yang dibuat lima menit sebelum aksi nekatnya dilakukan.
Ia sempat mengungkapkan niatnya untuk melakukan aksi bunuh diri, dan ingin direkam secara live.
Selanjutnya yang terjadi sungguh mengerikan, ia benar-benar melakukan aksi nekat tersebut.
Ia gantung diri dengan kamera ponsel yang merekam dari awal hingga akhir, dan masih terus menyala selama sekitar 1 jam 31 menit.
Adapun postingan tersebut hingga sekitar pukul 20.00 ini sudah ditonton lebih dari 89 ribu kali penayangan. Video itu juga sudah dibagikan ulang lebih dari 3300 kali.
Dan dibanjiri lebih dari 7000 komentar. Sebagian besar, netizen mengutuk dan menyayangkan aksi nekat yang dilakukan Indra tersebut.
Dari sekian banyak komentar yang muncul, beberapa diantaranya mendesak supaya pihak facebook segera menutup tayangan video itu lantaran sangat mengganggu.
"Innalilahi.. Lemes lihatnya...tolong laporkn fb nya biar di tutup sama.pihak fb..kasian almarhum..." tulis akun Cristina Leoni Lidyana.
Anda juga bisa melaporkan postingan tersebut dengan cara klik pada bilah bagian kanan atas hingga muncul pilihan 'Laporkan Video" atau melalui tautan ini.
"Ini saking cinta mati sama istri nyaa dia mgkn Gaa bisa hidup tanpa istri nya,susah juga brow klo orang dah cinta mati,ini tetangga tapi sblh mana rmh gw yaaa" timpal akun Djuki Olalaa.
"Aduuhh bknnya berserah diri pada Tuhan..setiap masalah pasti ada jalan keluarnya ga ada masalah yg ga bs diselesaikan..ga hrs bunuh diri.." tulis akun Lelly Tamba
Media sosial Facebook dihebohkan oleh tayangan langsung penggunanya yang bernama Pahinggar Indrawan, Jumat (17/3/2017).
Ia melakukan tindakan gantung diri sambil menayangkan live di akun Facebook pribadinya.
Pria yang mengaku dirinya sebagai Indra ini melakukan dua kali Live Facebook. Yang pertama sebagai pengantar bahwa dirinya ditinggal pergi istrinya tanpa alasan apapun.
Baca: Heboh Video Facebook Live Seorang Pria Bunuh Diri Karena Ditinggal Istri!
Video yang kedua menampilkan dirinya nekat bunuh diri.
Namun kedua video tersebut sudah dihapus oleh pihak Facebook karena kontennya yang tidak pantas ditonton publik.
Mengetahui fenomena bunuh diri ini bukan yang pertama kali, tim TribunWow.com mencoba menghubungi Reza Indragiri Amriel, seorang Ahli Psikologi Forensik dan Dosen untuk berpendapat mengenai kejadian ini melaui pesan singkat, Jumat (17/3/2017).
Tanggapannya yang pertama dari kejadian ini adalah tidak adanya perhatian atau pertolongan dari orang sekitar korban bunuh diri, merupakan wujud dari Bystander Effect.
Bystander effect adalah fenomena sosial di mana semakin banyaknya saksi atau 'penonton' dari sebuah kejadian darurat, membuat orang-orang memilih untuk mengabaikan atau tidak menolong korban dari situasi tersebut.
"Bystander Effect dulu terjadi di dunia nyata, namun sekarang pun terjadi di dunia maya. Indra ini contohnya," jelasnya saat dihubungi TribunWow.com, Jumat (17/3/2017).
Tanggapan kedua, Reza Indragiri Amriel mengajak publik untuk tidak menonton aksi-aksi serupa.
Karena hal tersebut mendorong tindakan Copycat Suicide, yaitu tindakan orang-orang yang mengakhiri hidupnya bukan karena depresi kronis, melainkan karena kurang wawasan dan bahkan terinspirasi oleh aksi-aksi bunuh diri sebelumnya yang pernah terjadi.
Selain itu, Reza juga mengimbau untuk polisi segera menutup akun media sosial tersebut demi kepentingan umum.
Karena media sosial sangat besar pengaruhnya pada publik, apalagi perilaku seperti ini bisa mudah dan cepat menular, atau yang biasa disebut Suicide Contagion.
Tanggapan terakhir dari Reza atas peristiwa ini adalah, kita boleh bersedih dan merasa kehilangan atas kematian Indra yang menghebohkan ini.
Namun, demi kepentingan bersama, Reza menekankan pesannya, bahwa aksi bunuh diri ini adalah salah dan tidak boleh ditiru.
Bunuh diri bukan sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah, justru malah memperlebar dan menularkan masalah baru ke publik. 
Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2017/03/18/heboh-pria-gantung-diri-live-di-facebook-berikut-analisa-ahli

Selasa, 07 Maret 2017

Kronologi Tawuran di Manggarai pada Senin Sore


Hasil penyelidikan oleh kepolisian menyebut tawuran yang terjadi di kawasan Manggarai pada Senin (6/3/2017) sore dipicu oleh warga Tambak, Jakarta Pusat.

"Kejadian bermula dari letusan petasan warga Jalan Tambak, Jakarta Pusat ke arah warga Magasin sekitar pukul 16.00 WIB selanjutnya dibalas oleh warga Magasin dengan membunyikan bunyi tiang listrik dan terjadi pelemparan batu dan letusan petasan di seberang sungai (Ciliwung)," ujar Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta, Senin (6/3/2017). 

Lalu sekitar pukul 16.20, kata Purwanta, terjadi pelemparan petasan dari arah Tambak ke arah Gang Tuyul yang berada di seberangnya. Polisi sempat mencegah adanya serangan tetapi warga Gang Tuyul menerobos barikade polisi dan membalas serangan ke warga Tambak. 

Perkelahian pun tak terhindarkan antara warga Magasin dan warga Gang Tuyul melawan warga Tambak. 

Menurut Purwanta, tawuran sempat terbagi menjadi dua. Pertama yakni dari samping Terminal Manggarai melawan warga Tambak yang berada di seberang Sungai Ciliwung. Tercatat adanya penggunaan petasan dan batu serta benda keras lainnya. 

"Yang kedua di Jalan Manggarai Utara dan Jalan Tambak dengan menggunakan lemparan batu botol dan petasan," ujar Purwanta. 

Sekitar pukul 16.40, warga Magasin bergabung dengan warga Gang Tuyul dan tawuran terpusat di jembatan Jalan Manggarai Utara. Jalan Tambak dan Jalan Manggarai Utara ditutup untuk mencegah pengendara dan masyarakat yang melintas terkena serangan warga yang tawuran. 

Sejumlah perjalanan Transjakarta terpaksa dialihkan akibat tawuran tersebut. Pihak kepolisian yang berada di Jalan Tambak dan Jalan Manggarai Utara melontarkan gas air mata dan tawuran bubar pukul 17.00. 

Lima menit kemudian, Jalan Manggarai Utara kembali bisa dilintasi kendaraan. Pasukan oranye pun mulai membersihkan jalan dari pecahan kaca, batu, kayu dan material yang digunakan saat tawuran. 

Purwanta mencatat setidaknya ada tiga warga terluka yang dilarikan ke RS Sultan Agung. 

"Muhammad Randi luka leher kiri tembakan senapan angin, Riyan (16) luka di kening kena senapan angin, Andika (20) luka di dada kiri kena senapan angin," ujar Purwanta. 

Sumber:
http://megapolitan.kompas.com/read/2017/03/06/22452841/kronologi.tawuran.di.manggarai.pada.senin.sore